<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373</id><updated>2012-01-29T14:33:08.556+07:00</updated><category term='childhood'/><category term='traveling'/><category term='freak - politics'/><category term='kuliner'/><category term='http://www.blogger.com/img/blank.gif'/><category term='in-relation'/><category term='movie-freak'/><category term='book review'/><category term='gender'/><category term='sexuality'/><category term='kasyfi'/><category term='si kunyuk'/><category term='notes'/><title type='text'>LONTONG SAYUR MEDAN</title><subtitle type='html'>Sebuah analogi untuk alam pikir saya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-7105837910573362148</id><published>2012-01-07T20:08:00.006+07:00</published><updated>2012-01-08T07:54:23.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='si kunyuk'/><title type='text'>PENCITRAAN ALA SI KUNYUK</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;eman saya, sebut saja namanya si Kunyuk, nama itu cocok buat dia. Dasar kunyuk ya tetap kunyuk. Dia itu senang sekali buat pencitraan, terutama di kalangan orang-orang yang baru dia kenal. Apalagi kalau lingkungannya dipenuhi oleh kalangan orang-orang top kayak selebritis walau top-nya cuma di kalangan komunitas saja, teman saya itu akan semaksimal mungkin melakukan pencitraan. Biar dikata baik, penuh perhatian, dan cinta sesama, pokoknya biar dikata uhuy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZHQeGFhNcXI/TwjkrNdWj9I/AAAAAAAAFUQ/L2XoP31qm6E/s1600/monyet.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZHQeGFhNcXI/TwjkrNdWj9I/AAAAAAAAFUQ/L2XoP31qm6E/s200/monyet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695053159808274386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebenarnya, kalau saya tak kenal dia, saya pun akan menganggapnya orang baik dan benar-benar baik. Sayangnya, saya kenal betul dengan si kunyuk itu, sudah lebih sepuluh tahun saya mengenalnya. Sialnya, teman seprofesi juga. Jadi, saya tahu betul siapa dia. Bahkan, segala kebaikan yang dia lakukan selalu saya sangka "ada udang di balik batu". Ironisnya, sangkaan saya itu 99,99 persen benar semua, sisa yang 0,01 persen lagi hanya Tuhan yang tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam komunitas barunya (dan lagi-lagi, saya juga satu komunitas dengan dia), si Kunyuk tiba-tiba menjadi anak baik, penuh perhatian, punya rasa simpati dan empati yang tinggi, dan tiba-tiba saja dia menjadi seorang dermawan pula, ringan tangan untuk membantu, dan lebih banyak tersenyum. Bravooo, excellent, and fantastic, demikian penilaian saya melihat perubahannya. Dia tak perlu berevolusi selama jutaan tahun seperti makhluk purba untuk menjadi orang yang elegan itu, dia cuma butuh waktu dalam hitungan detik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kenyataannya, sikap si Kunyuk jauh panggang dari api. Seorang teman saya yang lain, sebut saja namanya Leman, pernah punya pengalaman tak sedap dengan si Kunyuk. Suatu sore, saat bubaran kantor, Leman menawarkan kebaikan pada si Kunyuk. Leman mengajak Kunyuk pulang bareng karena sore itu sedang hujan gerimis. Leman tak tega melihat Kunyuk berjalan pulang di kegerimisan itu. Berboncengan dengan motor si Leman, Kunyuk pun diantar pulang hingga sampai dekat rumahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Esok harinya, si Leman kembali bertemu dengan si Kunyuk di depan kantor. Leman pun menegur Kunyuk dengan akrabnya. Apa yang terjadi? Si Kunyuk diam saja, seperti tak kenal dengan si Leman. Leman cuma tertegun melihat si Kunyuk, bak kata pepatah "Panas setahun dihapus oleh hujan sehari".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di lingkungan kerja, si Kunyuk memang dikenal sebagai orang tak pedulian, cuex kata anak-anak sekarang. Ada teman yang sakit, si Kunyuk tak pernah ikut membezuk. Ada teman yang nikahan, si Kunyuk tak pernah menghadiri. Ada teman yang berduka karena kehilangan orang yang dicinta, si Kunyuk tak pernah ada. Entah karena apa si Kunyuk berbuat demikian. Entah karena tak mau keluar uang, tak punya waktu, atau lagi tak punya uang seperti yang sering dikeluhkannya (padahal gadget-gadget mutakhir dia punya). Yang pasti, tiap ada acara-acara empati sosial demikian, si Kunyuk ogah hadir. Apalagi kalau kegiatan tersebut mengharuskan si kunyuk keluar uang buat disumbangkan, jangan harap si Kunyuk turut serta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kunyuk juga sangat pelit dengan senyuman. Kalau berpapasan dengan teman-teman lain, si Kunyuk tak pernah tersenyum apalagi menyapa. Yang aneh lagi, si Kunyuk punya saudara ipar perempuan di tempatnya bekerja. Layaknya hubungan saudara, seharusnya lebih mesra bukan. Nyatanya tak demikian, si Kunyuk tak pernah terlihat bertegur sapa dengan saudaranya itu. Kesan perang dingin begitu melekat di antara mereka. Entah masalah keluarga apa yang menjadikan hubungan mereka begitu dingin, sedingin es di Kutub Utara dan Selatan. Sebenarnya, sejujujurnya, saya tahu sih masalah apa yang membuat mereka jadi seperti itu, saya dapat info langsung dari keduanya. Tapi sutralah, itu urusan keluarga mereka. Akhirnya, lama-lama, orang-orang di lingkungan (kerja) si Kunyuk pun terbiasa dengan sikap si Kunyuk. "Lagu lama", kata teman-teman saya yang lain, namun tetap jadi bahan omongan dan dibuat lucu-lucuan yang cukup menghibur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di lingkungan barunya, di sebuah komunitas sosial media yang baru diikutinya sekitar setahun belakangan ini, sikap Kunyuk berubah 360 derajat. Entah karena ingin berubah atau hanya sekadar pencitraan di lingkungan orang-orang baru tersebut. Si Kunyuk berubah menjadi sangat baik, ramah, selalu tersenyum, suka bersimpati dan ber-empati. Apalagi di lingkungan tersebut ada selebritisnya. Si Kunyuk pun pernah membantu seorang seleb untuk menyalurkan sumbangannya pada orang-orang tak mampu meski dia harus berkorban uang dan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara itu, si Kunyuk merasa sudah akrab dengan si seleb walau baru ketemu tiga kali, itu pun bukan suatu pertemuan khusus, hanya kebetulan atau si Kunyuk yang maksa-maksa si seleb untuk ketemu. Bahkan, si Kunyuk pun selalu ringan tangan membantu mendorong kursi roda seorang arsitek terkenal penderita stroke. Dia juga turut memapah si arsitek ketika berjalan. Sayangnya, perbuatan ini tak pernah terlihat di lingkungan tempat si Kunyuk biasa berada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memang, si Kunyuk berhasil gemilang dalam melakukan pencitraan di lingkungan barunya. Di lingkungan tempat dia selama ini berada, si Kunyuk tetaplah kunyuk, dia tetap dikenal sebagai orang tak pedulian, pelit, dan mau enak sendiri. Tragis!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-7105837910573362148?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/7105837910573362148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2012/01/pencitraan-ala-teman-saya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7105837910573362148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7105837910573362148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2012/01/pencitraan-ala-teman-saya.html' title='PENCITRAAN ALA SI KUNYUK'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZHQeGFhNcXI/TwjkrNdWj9I/AAAAAAAAFUQ/L2XoP31qm6E/s72-c/monyet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-3391102734424352586</id><published>2012-01-01T19:41:00.003+07:00</published><updated>2012-01-01T19:48:38.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>SETELAH PERAYAAN TAHUN BARU, WHAT'S NEXT?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ggBt6N2hCYg/TwBVukP9wgI/AAAAAAAAFT4/uSOPoTtHrPM/s1600/2012-happy-new-year.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ggBt6N2hCYg/TwBVukP9wgI/AAAAAAAAFT4/uSOPoTtHrPM/s200/2012-happy-new-year.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692644187489288706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;H&lt;/span&gt;ari ini, hari pertama di tahun 2012. Saya tak merayakan tahun baru ini  dengan antusias, biasa saja, tak ada hal yang istimewa. Kegiatan yang  saya lakukan pun seperti biasa, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.  Kumpul bareng keluarga, update status, dan nge-blog merupakan hal-hal  rutin yang saya lakukan ketika hari libur. Malah saya sangat berharap,  pesta tahun baru dirayakan dengan kesepian, tak ada suara mercon,  petasan, dan terompet. Suara-suara itu buat bising dan mengganggu  telinga. Kenapa sih tahun baru selalu dirayakan dengan hal-hal demikian,  apakah tidak ada cara lain? Demikian kata hati saya bertanya-tanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  Saya berpikiran, merayakan tahun baru sama saja merayakan hari kamatian  yang makin dekat. Usia tahun yang makin bertambah tentu akan semakin  mengurangi usia manusia. Mereka berpesta menyambut kematian mereka  sendiri. Saya yakin, banyak yang tak siap menghadapi kematian, tapi  sepertinya mereka tak menyadari hal itu. Setelah perayaan itu hasilnya  apa? Apakah mereka akan semakin baik di tahun 2012 ini? Apakah mereka  sudah menyusun rencana untuk tahun berikutnya? Apakah perayaan tahun  baru hanya sekadar tiup terompet, menyalakan petasan, atau kembang api?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  Euforia dan hura-hura lebih banyak mendominasi di perayaan malam tahun  baru. Esoknya, apa yang akan mereka dapatkan? Nothing, semua kesenangan  di malam tahun baru akan hilang begitu saja, mengambang dan menguap  begitu saja. Hari-hari pun akan dihadapi dan dijalankan sama seperti  tahun-tahun sebelumnya. Tak ada perubahan, pencapaian, ataupun hasil.  Pesta tahun baru berikutnya akan sama seperti tahun sebelumnya, demikian  seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  Kalau sudah begitu, hari pertama di tahun baru ini tentu akan berjalan  seperti biasa, banyak yang bangun kesiangan setelah lelah berpesta  hingga dinihari kemarin. Bahkan tak sedikit dari mereka yang kelelahan  akibat over activity. Akhirnya, tak ada kegiatan berarti yang  dilakukan di hari pertama tahun baru ini, selain kelelahan,  bermalas-malasan, dan bangun kesiangan. Itukah esensi perayaan tahun  baru yang ingin dicapai? Setelah perayaan tahun baru, what’s next,  selanjutnya apa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini telah saya posting di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/01/01/setelah-perayaan-tahun-baru-whats-next/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-3391102734424352586?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/3391102734424352586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2012/01/setelah-perayaan-tahun-baru-whats-next.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3391102734424352586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3391102734424352586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2012/01/setelah-perayaan-tahun-baru-whats-next.html' title='SETELAH PERAYAAN TAHUN BARU, WHAT&apos;S NEXT?'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ggBt6N2hCYg/TwBVukP9wgI/AAAAAAAAFT4/uSOPoTtHrPM/s72-c/2012-happy-new-year.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8648860676119552072</id><published>2011-12-28T11:18:00.006+07:00</published><updated>2011-12-28T12:20:40.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>BELAJAR DARI ASRUL SANI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-azvdK-PNIBQ/Tvqa29WUbiI/AAAAAAAAFTs/3lqMtBmgbk8/s1600/Asrul%2BSani.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-azvdK-PNIBQ/Tvqa29WUbiI/AAAAAAAAFTs/3lqMtBmgbk8/s320/Asrul%2BSani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691031348107832866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;K&lt;/span&gt;alau tak salah ingat, tahun 1998,  sekitar 13 tahun yang lalu saya sempat bertatap muka dengan Asrul Sani.  Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama dan terakhir kali. Setelah itu  saya tak pernah bertemu beliau lagi. Walau pertemuan itu tak diwarnai  dengan suatu percakapan, namun saya bisa mendengar tutur bahasa beliau  yang terkenal runtut dan sistematis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan satu-satunya itu saya peroleh  saat menghadiri peluncuran buku kumpulan puisi Taufiq Ismail yang  berjudul “Malu (aku)  Jadi Orang Indonesia” di Galeri Cipta, Taman  Ismail  Marzuki, Jakarta. Banyak sastrawan Indonesia yang berkumpul atau  hadir di acara itu, ada Putu Wijaya, Sutardji Calzoum  Bachri, Mochtar Lubis, Hamsad Rangkuti, Seno Gumira Adjidarma, termasuk  Asrul Sani dan istrinya Mutiara Sani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asrul Sani menjadi pembicara dalam  acara peluncuran buku tersebut, sedang Putu Wijaya menjadi sang  moderatornya. Oleh tante saya, Rayani Sriwidodo, saya sempat dikenalkan  pada mereka. Walau tak sempat bercakap-cakap dengan para sastrawan itu  namun paling tidak saya bisa menyapa mereka dan mereka juga menyapa  saya. Tak hanya cerdas dan pintar, ternyata mereka juga lebih membumi  atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;down to earth &lt;/span&gt;kata orang bule sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara bedah buku  karya Taufiq tersebut berlangsung, ada beberapa atraksi seni yang  ditampilkan. Salah satunya adalah penampilan Sutardji Calzoum Bachri.  Sutardji membacakan puisi karyanya, saya lupa judulnya apa. Dalam  pembacaan puisi tersebut, Sutardji benar-benar menghayati pembacaan  puisinya dan sangat demonstratif, aksi teatrikal pun dia mainkan,  termasuk menjatuhkan tubuhnya di atas panggung seperti berguling demi  sebuah penghayatan, aksi kelucuan pun juga ada. Waktu itu saya  benar-benar menikmati tontotan itu, bukan hanya menghibur, tapi juga  saya anggap sebagai suatu aksi gila dari seorang Sutardji, yang mampu  membuat saya terkesan dan makin mencintai puisi dan karya sastra  lainnya. Decak kagum pastilah ada. Selama ini saya cuma mengenal  Sutardji dari buku Bahasa Indonesia saat belajar tentang puisi.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara inti pun tiba, Asrul Sani, Taufiq Ismail, dan Putu Wijaya tampil di depan. Bedah buku   “Malu (aku)  Jadi Orang Indonesia” pun dimulai. Dibuka oleh Putu  Wijaya, kemudian dilanjutkan oleh Asrul Sani. Kesan pertama saat  mendengar petatah-petitih Asrul Sani memang luar biasa. Kata per kata  yang dirangkai menjadi kalimat demi kalimat benar-benar terangkai  menjadi suatu bahasa yang enak didengar, runtut, sistematis, dan  benar-benar bisa dijadikan suatu karya tulis, makalah, paper, atau  sebangsanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, saya tak merasa bosan, apalagi  mengantuk. Rasa ingin tahu untuk mendengar celoteh Asrul Sani terus  menggebu. Tutur kata dan penceritaannya seperti sebuah jalinan cerita  yang ingin terus saya ikuti. Ada rasa penasaran di situ hingga membuat  saya tetap bertahan di kursi hingga acara usai. Dan benar saja, semua  yang diungkapkan oleh Asrul Sani dalam bedah buku Taufiq Ismail tersebut  dimuat dalam majalah Horizon dua minggu kemudian. Membaca versi lisan  Asrul Sani dan tulisan di Horizon tak jauh berbeda. Tak ada editan dalam  tulisan tersebut. Apa yang dikatakan dan dituturkan Asrul Sani sama  persis seperti yang dimuat dalam majalah Horison. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat, tentu saja hebat. Cuma orang  cerdas yang bisa seperti itu. Bahasa lisan bisa langsung dijadikan  bahasa tulisan, Jadi, apa yang dijelaskan oleh Asrul tentang suatu  masalah, termasuk opini dan tanggapan yang diberikan oleh beliau bisa  langsung dijadikan tulisan. Keruntutan, kesistematisan, kekayaan kata,  hingga tanpa banyak pengulangan kata maupun kalimat bisa dituturkan  beliau hingga menjadi sebuah tulisan yang apik. Jarang-jarang orang bisa  seperti ini. Yang pernah saya dengar, Gus Dur juga memiliki kemampuan  seperti ini. Gus Dur cukup berkata-kata dan sekretarisnya yang  menuliskan setiap kata yang keluar dari mulut beliau. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak bisa membayangkan, berapa buku  yang telah dibaca oleh Asrul Sani. Mungkin ratusan, ribuan, bahkan  jutaan. Selain cerdas, hanya orang yang banyak membaca bisa seperti itu.  Asrul Sani pasti gila baca, Gus Dur juga demikian. Masa muda hingga  masa tua, mereka gunakan untuk membaca dan membaca. Kekuatan suatu  tulisan dan pengembangan ide tentu sangat tergantung dari bahan bacaan  yang pernah kita baca. Demikian pula dengan kekayaan kata dan variasi  kata yang dimiliki tentu akan kita peroleh dengan banyak membaca. Makin  banyak buku yang kita baca tentu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;frame of reference&lt;/span&gt; yang kita  miliki akan makin banyak dan lengkap pula. Setiap sastrawan atau penulis  pasti suka baca. Kalau tidak, tak mungkin mereka bisa melahirkan karya  sastra yang hebat dan mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, saya harus belajar dari seorang Asrul Sani.&lt;/span&gt;&lt;span style=" font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=" font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tulisan ini sudah saya posting di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://bahasa.kompasiana.com/2011/12/28/belajar-dari-asrul-sani/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8648860676119552072?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8648860676119552072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/belajar-dari-asrul-sani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8648860676119552072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8648860676119552072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/belajar-dari-asrul-sani.html' title='BELAJAR DARI ASRUL SANI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-azvdK-PNIBQ/Tvqa29WUbiI/AAAAAAAAFTs/3lqMtBmgbk8/s72-c/Asrul%2BSani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6305344081190547725</id><published>2011-12-21T16:23:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T16:25:56.084+07:00</updated><title type='text'>ADA FOTO CEWE DI URINOIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;ahukan  urinoir? Kalau tak tahu, urinoir itu istilah untuk  menyebutkan tempat  pipis, khususnya untuk cowo. Ada hal menarik dari  urinoir itu, biasanya  setiap menggunakan urinoir di toilet umum tak ada  hal menarik yang  menjadi perhatian saya. Baru kali ini sebuah urinoir  menjadi hal tak  biasa bagi saya. Kenapa bisa begitu? Ceritanya begini,  Sabtu kemarin  pas numpang pipis di salah satu toilet sebuah town square  di Depok  dalam urinoirnya ada foto seorang cewe ABG. Kaget juga, pas  buka  resleting celana dan mengeluarkan air seni yang sudah demikian  sesaknya  terlihat foto seseorang di urinoir yang saya pakai itu. Saya   perhatikan dengan saksama, ternyata foto seorang cewe ABG. Hmmm, ada   perasaan bersalah memang, sudah membuang najis di muka sang cewe meski   cuma berwujud dalam selembar foto ukuran pasfoto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_vXSpG9hXHA/TvGmDoIfLiI/AAAAAAAAFTg/qQ24q70KLB0/s1600/toilet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_vXSpG9hXHA/TvGmDoIfLiI/AAAAAAAAFTg/qQ24q70KLB0/s400/toilet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688510385588481570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sang pembuang foto sepertinya sudah meniatkan dari awal, untuk   melampiaskan kekecewaan bahkan kebencian pada sang cewe. Foto yang   selama ini dia simpan rapi di dalam dompet, dia buang di urinoir. Paling   tidak perbuatan itu dia jadikan sebagai simbol buat menghina sang  cewe,  mempermalukan sang cewe ke semua laki-laki. Andai sang cewe tahu   perbuatan sang cowo, bisa dipastikan akan marah besar dan merasa   terhina. Sehabis buang air kecil itu, dalam pikiran saya sudah terbayang   jumlah cowo yang menggunakan urinoir tersebut. Dalam sehari jumlahnya   bisa ratusan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Dalam pikiran saya terbayang, kebencian sang cowo mungkin diakibatkan   karena sang cewe memutuskan sang cowo begitu saja dengan berbagai   kata-kata kasar, atau sang cewe terlihat oleh sang cowo jalan sama   selingkuhannya, atau bisa juga sang cewe main mata dengan cowo lain yang   lebih tajir dan keren, atau bisa juga sang cewe menolak ungkapan cinta   sang cowo, padahal selama ini sang cowo sudah memendam rasa sekian  lama  pada sang cewe, atau jangan-jangan sang cewe sudah …. Demikian  berbagai  skenario tentang hubungan sang cewe dan cowo ABG  yang  terbersit dalam  pikiran saya itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Saya jadi teringat dengan kejadian yang menimpa kakak sepupu saya   beberapa tahun yang lalu. Dia mengalami hal yang lebih parah lagi dari   itu. Sebagai seorang cewe berparas manis dan cantik, kakak sepupu saya   itu banyak yang mengagumi, terutama cowo-cowo sebayanya. Dan salah   seorang cowo nekad menyatakan cintanya. Sayangnya, ungkapan cinta sang   cowo ditolak mentah-mentah. Ungkapan lama pun terucap, “Cinta ditolak   dukun pun bertindak”. Entah kenapa kakak sepupu saya itu seperti hilang   ingatan, dia tak ingat siapa dirinya. Kerjanya setiap hari hanya   menyebut nama sang cowo yang dia tolak cintanya. Bahkan dia berani   mendatangi sang cowo dengan menghiba-hiba mengemis cintanya. Meski   akhirnya sembuh juga dari pengaruh aneh tersebut, namun kakak sepupu   saya itu tetap menjadi aneh sesewaktu, kadang kambuh, kadang tidak.   Hingga akhirnya dia benar-benar lupa diri dan lupa ingatan. Kecantikanya   memudar tanpa cahaya, semua redup seperti ada yang menutupi wajahnya,   pandangannya pun selalu kosong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Cinta memang buat seseorang jadi tak rasional. Logika berpikir  seseorang  bisa berubah drastis karena cinta. Barangkali cowo ABG yang  buang foto  cewenya di urinoir tadi bisa tersenyum puas. Paling tidak  rasa kecewa  dan patah hati sudah terlampiaskan. Betapa senangnya hati  sang cowo,  membayangkan sang cewe bekas pujaan hatinya itu dihina oleh  hampir semua  cowo, termasuk saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan ini pernah saya posting di Kompasiana:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/01/31/ada-foto-cewe-di-urinoir/"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/01/31/ada-foto-cewe-di-urinoir/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6305344081190547725?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6305344081190547725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/ada-foto-cewe-di-urinoir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6305344081190547725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6305344081190547725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/ada-foto-cewe-di-urinoir.html' title='ADA FOTO CEWE DI URINOIR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_vXSpG9hXHA/TvGmDoIfLiI/AAAAAAAAFTg/qQ24q70KLB0/s72-c/toilet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1433418123672063006</id><published>2011-12-21T16:05:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T16:12:45.132+07:00</updated><title type='text'>SAYA BANGGA JADI BANGSA TEMPE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;aya  bangga  Indonesia disebut bangsa Tempe. Sebutan itu wajar dan lumrah,  seharusnya  kita bangga dengan sebutan tersebut. Tempe makanan khas  Indonesia.  Kalau Anda menyebut Tempe pasti Anda akan ingat Indonesia.  Apalagi kalau  Anda berada di luar negeri, pasti Anda akan terkenang  dengan masakan  khas Indonesia, terutama Tempe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cFs71XraGEo/TvGidK-_ZWI/AAAAAAAAFTU/qYr2bhpp1FU/s1600/inforesep-tempe-panggang2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 232px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cFs71XraGEo/TvGidK-_ZWI/AAAAAAAAFTU/qYr2bhpp1FU/s400/inforesep-tempe-panggang2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688506426394109282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seorang  saudara sepupu saya yang sedang  studi di Inggris, dalam statusnya di  Facebook pernah menyatakan, “Pengen  sayur asem dan tempe, tapi susah  cari bahan-bahannya, di Inggris tak  ada yang jual, adakah yang mau  mengirimnya dari tanah air?”. Kalau  dicari mungkin saja bisa ketemu,  tapi butuh waktu. Tahu sendirikan,  rakyat Inggris makanannya bukan  Tempe, dan mereka juga (barangkali) tak  kenal dengan Tempe. Dan saya  yakin seyakin-yakinnya, pas resepsi  pernikahan Pangeran William dan  Kate Middleton kemarin pasti tak ada  Tempe dalam menu makanannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hampir semua suku  bangsa yang tersebar di Indonesia ini pasti kenal  dengan Tempe dan  pernah merasakannya juga.  Ada Tempe goreng, ada Tempe  Mendoan, ada  Tempe Bacém, ada Tempe Orek,  ada Tempe sambel, ada gulai  Tempe, dan ada  keripik Tempe. Tak mungkin semua jenis makanan berbahan  Tempe itu  disebut semua. Pokoknya, ada banyak makanan yang  memanfaatkan Tempe  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tempe merupakan  sumber kekuatan. Kandungan gizi yang dimiliki Tempe  sungguh luar biasa.  Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B  (kompleks), vitamin A,  D, E, dan K, serta zat besi. Bahkan kandungan  gizi dalam Tempe mempunyai  nilai obat, seperti antibiotika untuk  menyembuhkan infeksi dan  antioksidan pencegah penyakit degeneratif.  Bagi orang-orang vegetarian,  Tempe dapat dijadikan sebagai makanan  pengganti daging, karena kandungan  gizi yang terdapat dalam daging  terdapat pula dalam tempe. Bahkan,  Tempe juga dapat mencegah penuaan  karena Tempe mampu melawan radikal  bebas yang mendorong proses penuaan  dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak  hanya itu, Tempe juga mampu mencegah terjadinya penyakit aterosklerosis  (radang pembuluh darah), jantung koroner, diabetes melitus,  kanker,  dan penyakit degeneratif lainnya. Dalam Tempe juga terdapat zat   antibakteri yang menjadi penyebab diare, penurun kolesterol darah,   pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tempe dibuat dari hasil fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa  bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus.  Sediaan  fermentasi tersebut secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”.  Tempe  aman dikonsumsi oleh siapa saja, baik anak-anak hingga dewasa. Hal  ini  disebabkan karena kapang tempe menghasilkan  enzim pencernaan  sehingga  protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah  dicerna  di dalam tubuh. Itulah sebabnya Tempe dapat diberikan pada semua   kelompok umur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Andai selama ini  Tempe masih Anda anggap remeh, sepertinya Anda harus  mengubah pikiran  negatif tersebut. Buanglah pikiran itu jauh-jauh,  enyahkan, karena Tempe  benar-benar kuat dan tak bisa diremehkan.  Harganya yang murah dan  terjangkau tak berarti Tempe berkualitas  murahan. Kualitas Tempe bisa  menjadi andalan untuk mencerdaskan dan  memberi kekuatan pada bangsa ini.  Kita tak perlu malu kalau ada yang  menyebut bangsa kita bangsa Tempe  atau mental kita mental Tempe. Sudah  saatnya kita membusungkan dada  kalau kita memang bangsa Tempe. Dan saya  bangga sebagai bangsa Tempe.  Berkat Tempe saya bisa kuat dan membantu  negeri ini meski hanya lewat  sebuah tulisan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan ini pernah saya posting di Kompasiana:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/05/01/saya-bangga-indonesia-bangsa-tempe"&gt;http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/05/01/saya-bangga-indonesia-bangsa-tempe&lt;/a&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1433418123672063006?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1433418123672063006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/saya-bangga-jadi-bangsa-tempe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1433418123672063006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1433418123672063006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/saya-bangga-jadi-bangsa-tempe.html' title='SAYA BANGGA JADI BANGSA TEMPE'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-cFs71XraGEo/TvGidK-_ZWI/AAAAAAAAFTU/qYr2bhpp1FU/s72-c/inforesep-tempe-panggang2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-2862165494834529398</id><published>2011-12-21T15:47:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T15:55:23.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://www.blogger.com/img/blank.gif'/><title type='text'>KATA IKLAN ROKOK SAYA BUKAN PRIA SEJATI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;alam  sebuah tayangan iklan rokok di televisi digambarkan beberapa  orang  pria tangguh sedang menaklukkan tantangan. Mereka menjelajahi  berbagai  tempat petualangan yang penuh tantangan alam. Mereka menelusuri  lembah  berbukit, bersungai, berenang melawan arus yang deras, menyelam,   berselancar di tengah terjangan gelombang ombak yang dahsyat, hingga   mendaki gunung yang terjal sampai mencapai puncaknya. Semua itu mereka   lakukan dengan penuh kegembiraan dan tawa canda, seakan mereka puas   dengan tantangan yang telah mereka taklukkan. Tak lupa, usai tayangan   para pria tangguh tersebut, tag iklan pun muncul, “My life my   adventure”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-16MiH97YQLU/TvGd1VrPWkI/AAAAAAAAFTI/pdGXkfBndwg/s1600/marlboro_man.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-16MiH97YQLU/TvGd1VrPWkI/AAAAAAAAFTI/pdGXkfBndwg/s400/marlboro_man.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688501344022780482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau diamati, hampir semua iklan rokok secara seragam menampilkan  iklan  dengan tema serupa. Kalau tidak tentang para pria yang  menaklukkan  alam, tema lain yang diusung selalu para pria yang sukses  dalam  karirnya. Dan mereka itu tak hanya sekadar sukses namun berhasil  pula  menaklukkan hati para wanita cantik dan sexy. Seperti yang pernah  saya  saksikan dalam sebuah iklan rokok lain, seorang pria tampan dan  gagah  sedang berjalan menelusuri jalan-jalan dan sudut-sudut kota.  Dalam  penelusurannya itu, sang pria selalu mengabadikan momen-momen  biasa yang  sering kita lihat sehari-hari dengan kamera SLR-nya. Berkat   kreativitasnya, momen biasa itu menjadi suatu hal yang unik dan   menginspirasi. Hasilnya, momen-momen tersebut dia gunakan sebagai   dekorasi hidup dalam pesta launching  produk perusahaannya. Semua orang   terkagum-kagum dengan ide kreatifnya yang brilian, memberi applause,  dan  wanita cantik yang berdiri di sampingnya tersenyum bangga dan  menggoda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Secara implisit, iklan rokok ingin menunjukkan pada Anda bahwa Anda akan   menjadi pria sejati kalau Anda menghisap rokok yang mereka tawarkan.   Dengan rokok itu, Anda akan menjadi pria yang kreatif, sukses, berani,   tangguh, jantan, dan mampu menaklukkan hati wanita manapun. Rokok dalam   konsep iklan selalu dicitrakan sebagai lambang kekuatan dan kesuksesan   seorang pria. Anda tak akan dianggap sebagai pria sejati andai Anda tak   merokok, apalagi kalau tak merokok rokok buatan mereka. Pencitraan ini   agaknya berhasil, terutama di kalangan generasi muda. Di kalangan itu   secara tak sadar berkembang pemikiran bahwa seorang pria dikatakan pria   sejati kalau dia merokok. Demikian pula di kalangan remaja putri,  kalau  ditanya tentang ciri seorang pria jantan, mereka selalu   mengidentikkannya dengan rokok. Kalau pencitraan ini yang berkembang,   sudah dipastikan saya ini bukan pria sejati atau jantan karena saya tak   (pernah) merokok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Saya juga masih ingat, ketika saya SMA, beberapa teman pria saya pun   menganggap saya ini bukan seorang laki-laki karena saya tak merokok.   Memang, hampir semua teman SMA saya itu sudah merokok semua. Begitulah   trend-nya waktu itu. Cuma Melly, teman saya yang kecewe-cewean dan saya   yang tak merokok. Otomatis bergaul dekat dengan mereka pun sulit hingga   saya dikatakan kuper. Ditambah lagi, saya memang ogah berteman dengan   perokok. Dalam benak saya waktu itu, anak-anak yang merokok saya   kategorikan sebagai anak nakal yang cuma membakar duit orang tua mereka   dengan rokok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Di dunia, hanya tiga negara yang belum merativikasi larangan iklan  rokok   yang disepakati oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tiga negara  itu  adalah  Indonesia, Nigeria, dan Guinea. Sampai sekarang pun  pemerintah  juga belum meratifikasi “Framework Convention on Tobacco  Control”  (FCTC). Ratifikasi itu berguna untuk mengendalikan tembakau di   Indonesia. Sedang tujuan lain adalah untuk melindungi warganegara   terhadap dampak negatif zat adiktif tembakau. Ironisnya, RUU Kesehatan   pada pasal tentang tembakau secara diam-diam dihapus dan dituding   sengaja dihilangkan karena dianggap merugikan industri rokok Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   Kalau berhitung secara ekonomi, pembatasan tembakau, pelarangan iklan   rokok, dan penetapan undang-undang tentang pembatasan tembakau  tersebut,  apalagi kalau dikategorikan sebagai zat yang dianggap  adiktif, tentu  akan sangat menghambat industri rokok itu, yang selama  ini selalu  mendatangkan keuntungan yang besar, penyedia lapangan kerja,  dan  penghasil pajak. Apabila undang-undang pembatasan tembakau dan   ratifikasi FCTC dijalankan pemerintah, konsekuensinya pasti sangat   memukul industri rokok kita. Agaknya faktor inilah yang selalu menjadi   pertimbangan pemerintah. Padahal kekhawatiran pemerintah tersebut   dampaknya lebih bersifat jangka pendek, sedang meratifikasi FCTC lebih   bersifat jangka panjang, demi menyelamatkan generasi muda. Mana yang   dipilih? Kalau pemerintah tetap memilih tak meratifikasi FTCT dan   larangan iklan rokok maka pemerintah sedang menyiapkan bom waktu. Dan   saya akan tetap dianggap bukan pria sejati, karena menurut iklan rokok   pria sejati itu adalah pria yang perokok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan ini pernah saya posting di Kompasiana:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/04/26/kata-iklan-rokok-saya-bukan-pria-sejati/"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/04/26/kata-iklan-rokok-saya-bukan-pria-sejati/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-2862165494834529398?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/2862165494834529398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/d-alam-sebuah-tayangan-iklan-rokok-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2862165494834529398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2862165494834529398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/d-alam-sebuah-tayangan-iklan-rokok-di.html' title='KATA IKLAN ROKOK SAYA BUKAN PRIA SEJATI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-16MiH97YQLU/TvGd1VrPWkI/AAAAAAAAFTI/pdGXkfBndwg/s72-c/marlboro_man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8018674708454029665</id><published>2011-12-11T22:54:00.006+07:00</published><updated>2011-12-11T23:04:55.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>BUKU 5 MILYAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yycz3uboZ1I/TuTTLwY8NMI/AAAAAAAAFSk/p3QO2wxlvsg/s1600/99Hivos080610_serat_centini.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yycz3uboZ1I/TuTTLwY8NMI/AAAAAAAAFSk/p3QO2wxlvsg/s200/99Hivos080610_serat_centini.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684900828569941186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;epertinya Anda sekarang harus berpikir berkali-kali untuk tidak  membuang atau menyia-nyiakan koleksi buku yang Anda miliki sekarang. Di  antara koleksi buku Anda itu, siapa tahu ada buku yang (kelak akan)  berharga ratusan juta hingga milyaran rupiah. Fakta tentang ini saya  temukan di IKAPI Book Fair tanggal 24 November - 04 Desember 2011 yang  sudah berlangsung kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di stan Samudra, stan khusus menjual buku-buku jadul, kuno, dan  langka, ditawarkan “Serat Centhini” seharga 5 milyar rupiah. Mata saya  langsung terbelalak melihat harga itu. Dalam wikipedia saya memperoleh  informasi bahwa “Serat Centhini merupakan salah satu karya sastra  terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru.  Serat Centhini menghimpun segala  macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan  Jawa, agar tak punah dan tetap  lestari sepanjang waktu. Serat Centhini  disampaikan dalam bentuk  tembang, dan penulisannya dikelompokkan menurut  jenis lagunya”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya sendiri tak melihat Serat Centhini tersebut secara langsung, karena  sang penjual tak memperlihatkan buku langka itu kepada para pengunjung.  (Barangkali) dia akan memperlihatkannya kalau ada peminat yang  benar-benar serius. Melihat harga yang super gila itu, Serat Centhini  yang ditawarkan itu tentulah bukan hasil re-publishing, apalagi bajakan.  Harga 5 milyar yang dipatok penjual sudah menunjukkan kalau Serat  Centhini yang dijual itu adalah buku asli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selain “Serat Centhini”, masih ada lagi dua buku yang ditawarkan  gila-gilaan. Walau harga kedua buku itu tak semahal Serat Centhini,  namun tetap buat saya geleng-geleng kepala. Buku yang berjudul “Tan  Malaka Bapak Republik Indonesia” dijual dengan harga 150 juta rupiah.  Buku lainnya lagi adalah album foto orisinil “Kunjungan Presiden  Soeharto ke Jepang 1968″ dijual seharga 200 juta rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  Yang buat saya senyum-senyum sendiri, novel karya Y.B. Mangun Wijaya  yang berjudul “Genduk Duku” yang diterbitkan oleh Gramedia  tahun 1987  dibandrol seharga 75 ribu rupiah. Padahal aslinya cuma berharga  (sekitar) 3000 rupiah. Buku ini merupakan bagian kedua dari trilogi Roro Mendut-Genduk Duku-Lusi Lindri. Buku  yang menceritakan  kisah pembantu terdekat Roro Mendut, Genduk Duku,  dan pencariannya akan  cinta, kehidupan, dan perjalanan di Jawa abad  ke-17 memang wajar dihargai segitu. Bagi kolektor buku, harga tinggi  tentu tak ada masalah, yang penting kelangkaan dan mutu buku tetap  terjamin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  Saya sendiri ketemu buku “Lima Sekawan” edisi awal terbit. Harganya  masih relatif murah, sekitar 15 hingga 20 ribu rupiah. Namun itu sudah  buat saya senang. Paling tidak buat nostalgia dan melengkapi koleksi  yang sudah saya punya sejak tahun 1984. Beberapa kolektor buku jadul  (jaman dulu) bahkan ada yang rela melepaskan uangnya hingga jutaan  rupiah demi mendapatkan buku-buku yang sudah lama dia incar. Sepertinya,  ada rasa kepuasan tersendiri ketika mendapatkan sesuatu yang sudah lama  dicari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadi, mulailah bongkar-bongkar lemari buku Anda, sekalian disusun  kembali, siapa tahu Anda menemukan buku-buku langka yang selama ini  dicari banyak kolektor. Lumayan kan buat tambahan penghasilan. Kalau  Anda punya tabiat tak sayang buku, suka buang-buang buku, dan  beranggapan kalau buku itu membosankan, sudah saatnya Anda membuang  jauh-jauh sikap tersebut. Tak ada salahnya memupuk rasa cinta pada buku.  Buku tak hanya mampu memberi Anda ilmu pengetahuan, dia juga mampu  menghibur dan membuat Anda tertawa. Bahkan buku juga bisa buat Anda kaya  raya, siapa tahu lagi ada terselip buku seharga 5 milyar itu di lemari  atau gudang Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style=" font-style: italic;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Catatan:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan ini pernah saya posting di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2011/12/06/jangan-buang-buku-anda-siapa-tahu-berharga-5-milyar/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8018674708454029665?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8018674708454029665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/jangan-buang-buku-anda-siapa-tahu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8018674708454029665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8018674708454029665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/jangan-buang-buku-anda-siapa-tahu.html' title='BUKU 5 MILYAR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yycz3uboZ1I/TuTTLwY8NMI/AAAAAAAAFSk/p3QO2wxlvsg/s72-c/99Hivos080610_serat_centini.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-2346264379446958858</id><published>2011-12-07T07:43:00.004+07:00</published><updated>2011-12-07T10:34:22.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KERETA PERTAMA KE BOGOR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;B&lt;/span&gt;egini nih susahnya kalau tak pakai kendaraan sendiri. Meski bukan milik pribadi hanya fasilitas yang diberikan kantor, tapi sudah sangat membantu perjalanan dari rumah ke kantor. Kebetulan, kendaraan milik kantor yang saya pakai sehari-hari itu bermasalah lagi. Oli-nya kembali menguap alias kering padahal baru overhaul engine sekitar dua bulan yang lalu. Padahal, jadwal servis berikutnya pun masih lama, masih sekitar 2000-an kilo lagi sebelum mencapai 5500 kilo. Sudah begitu, pedal gasnya kalau diinjek berbunyi aneh. Semua itu terjadi pada pagi hari kemarin selagi masih berada di jalan tol Jagorawi menjelang Bogor. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Langsung saja saya bawa kembali ke bengkel resminya di Bogor. Sampai di sana, petugas servis mengabarkan kalau mobil harus overhaul lagi. Kaget juga, berarti ada yang tak beres dengan mesinnya. Mereka juga belum bisa memastikan masalahnya apa, jadi harus dicek and re-cek lagi. "Yo wislah, silakan aja Mas dibongkar lagi, masih garansi kan?", kata saya kemudian. Si Mas cuma mengangguk dan tersenyum. Waktu bongkarnya pun lumayan lama. Kata si Mas, "Paling cepat dua hari, paling lama belum tahu, bisa seminggu kali". Saya cuma bisa tersenyum kecut, sekecut asam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lTxdrA501JA/Tt7dvLgM27I/AAAAAAAAFSY/lNXLS2FtHa4/s1600/KRL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lTxdrA501JA/Tt7dvLgM27I/AAAAAAAAFSY/lNXLS2FtHa4/s400/KRL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683223582399585202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sorenya, seusai ngantor, saya pun pulang ngeteng, ngangkot, and ngereta lagi ke Depok. Lumayanlah, menikmati traffic jam kota Bogor di sore menjelang malam, bisa mampir makan Toge Goreng khas Bogor samping terminal Baranangsiang. Ngangkot ke Stasiun Bogor tak menemukan hambatan yang berarti, pas naik keretanya yang bermasalah. KRL dari dan ke Jakarta terhambat. Di stasiun cuma ada kereta ekonomi jurusan Tanah Abang hingga Muara Angke, tak ada kereta lain. Gara-garanya, kabel listrik aliran atas (LAA)  putus di stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Kereta (KRL) jurusan Jakarta-Bogor dan sebaliknya pun mengalami gangguan. Akibatnya, jalur rel dari Pasar Minggu hingga Depok hanya bisa dipakai satu jalur. Setiap kereta dari Jakarta menuju Bogor atau sebaliknya harus antre menunggu untuk bergantian menggunakan satu jalur rel tersebut. Penumpang dari Jakarta menuju Bogor dan sebaliknya harus menunggu berjam-jam di atas kereta.  Jadwal kedatangan kereta di tiap stasiun pun jadi molor berjam-jam juga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untunglah sampai di stasiun Citayam perjalanan kereta berlangsung normal kembali. Sampai stasiun UI jam sudah menunjuk setengah sembilan malam. Saya pun turun dan langsung menuju rumah. Pulang dari kantor secara ngeteng memang tak masalah. Yang repot kalau pergi kerjanya. Tanpa kendaraan sendiri, saya harus bangun pagi-pagi buta sekali, jam 5 pagi harus sudah keluar rumah untuk ngejar kereta pertama ke Bogor. Biasanya, kereta pertama ke Bogor lewat stasiun UI sekitar pukul 05.30 WIB. Kalau ketinggalan kereta pertama, saya harus menunggu sejam lagi untuk kereta berikutnya. Itupun kalau jadwal on-time.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tadi pagi, saya sukses mendapatkan kereta pertama ke Bogor. Sampai kantor, waktu masih menunjukan pukul 06.45 WIB, masih ada sejam lebih lagi menunggu waktu kerja dimulai. Seandainya sistem transportasi kereta di Jabodetabek seperti MRT di Singapore tentu saya tak harus terlalu pagi atau terlalu siang menunggu kereta. Di negeri Singa itu, MRT selalu tersedia setiap beberapa menit sekali, para penumpang jadi tak butuh waktu lama hanya untuk menanti kereta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-2346264379446958858?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/2346264379446958858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/kereta-pertama-ke-bogor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2346264379446958858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2346264379446958858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/12/kereta-pertama-ke-bogor.html' title='KERETA PERTAMA KE BOGOR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lTxdrA501JA/Tt7dvLgM27I/AAAAAAAAFSY/lNXLS2FtHa4/s72-c/KRL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1741718057496181951</id><published>2011-11-25T13:23:00.005+07:00</published><updated>2011-11-25T17:02:10.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>ABSURDITAS SI PENGGILA GADGET</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;aya baru baca berita di Kompasdotcom "Ribuan Orang Antre Beli Blackberry Bellagio di Pacific Place". Gara-garanya, Blackberry (BB) Bold 9790 (Bellagio) yang baru diluncurkan pertama kali di Indonesia dan dijual perdana hari ini,  Jumat    (25/11/2011), mendapat potongan (diskon) sebesar 50 persen bagi seribu pembeli pertama. Harga normalnya sekitar 4,6 juta, jadi pembeli cuma perlu bayar setengahnya, sekitar 2,3 juta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5UeYpl8OCC4/Ts9mqp1qyBI/AAAAAAAAFNg/gVvR6vXp7aU/s1600/1019098620X310.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5UeYpl8OCC4/Ts9mqp1qyBI/AAAAAAAAFNg/gVvR6vXp7aU/s400/1019098620X310.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678870538108979218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meski harga diskon masih terasa mahal bagi saya, orang-orang tetap saja antre buat mendapatkan BB tersebut. Tak peduli apakah antrean sudah padat, mencapai ribuan, hingga terjadi aksi dorong-dorongan dan desak-desakan. Insiden pun terjadi, sekitar puluhan orang terluka, pingsan, dan kerusuhan pun tak dapat dihindari. Setiap orang pengen segera dapat jatah, tak peduli harus serobot sana-sini, mencuri antrean, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bahkan, demi mendapatkan gadget canggih itu, para pengantre ada yang rela nginep di sekitar lokasi, dan sejak malam kemarin saja mereka sudah pada antre. Namun petugas buru-buru mengusir mereka karena penjualan baru dilakukan esok harinya. Seorang calon pembeli ada yang berangkat dari rumahnya pukul 03.30 WIB. Sesampai di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB, ternyata antrean sudah hampir seribu orang, gila ya ....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bahkan ada calon pembeli yang rela bayar joki pengantre sebesar Rp 600ribu ditambah bonus. Dalam program banting harga pada peluncuran BlackBerry berseri 9790 tersebut, cara  pembayaran cuma dilakukan melalui kartu kredit. Tidak bisa menggunakan  cara tunai ataupun auto debet. Jadi, para joki itu harus punya kartu kredit juga. Si joki juga dituntut untuk menginap agar dapat tempat antrian di depan untuk keesokan harinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Absurditas para penggila gadget memang tak bisa dipahami orang awam. Saya pun demikian, saya tak bisa memahami logika mereka. Risiko yang diambil dan kerepotan yang mereka alami tak sepadan dengan barang yang diperoleh. Sudah tak nyaman, hutang lagi. Saya masih bisa memaklumi orang miskin yang antre berebutan demi sekilo beras. Mereka (orang miskin) itu berjuang demi kelangsungan hidupnya, demi mendapatkan pangan. Kalau para penggila gadget, mereka hanya untuk memuaskan nafsu, hasrat untuk menjadi lebih dibanding orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1741718057496181951?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1741718057496181951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/absurditas-si-penggila-gadget.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1741718057496181951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1741718057496181951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/absurditas-si-penggila-gadget.html' title='ABSURDITAS SI PENGGILA GADGET'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5UeYpl8OCC4/Ts9mqp1qyBI/AAAAAAAAFNg/gVvR6vXp7aU/s72-c/1019098620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6376307781238711430</id><published>2011-11-22T22:18:00.009+07:00</published><updated>2011-11-23T00:04:19.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='traveling'/><title type='text'>NUSAKAMBANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;ekitar 11 tahun yang lalu, kalau tak salah ingat sekitar tahun 2000, saya pernah berkunjung ke Pulau Nusakambangan. Kunjungan ke pulau tempat para napi kelas kakap itu diasingkan berbarengan dengan acara temu sejarah para guru-guru sejarah di Jawa Tengah, yang acaranya dipusatkan di Kota Cilacap, yang tak jauh dari Pulau Penjara tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ELqMfkew4BI/TsvTNu3ujOI/AAAAAAAAFM8/eHl4IwWOLrk/s1600/permisan1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam acara itu, salah satu agendanya antara lain kunjungan wisata ke Nusakambangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nama Nusakambangan berasal dari kata &lt;span&gt;Nusa Kembangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;atau pulau  bunga-bungaan, karena pulau tersebut banyak ditanam berbagai macam  tumbuhan khas ritual budaya Jawa seperti tumbuhan wijayakusuma yang sejati. Bahkan Nusakambangan tercatat sebagai pertahanan terakhir dari tumbuhan wijayakusuma itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ELqMfkew4BI/TsvTNu3ujOI/AAAAAAAAFM8/eHl4IwWOLrk/s1600/permisan1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ELqMfkew4BI/TsvTNu3ujOI/AAAAAAAAFM8/eHl4IwWOLrk/s200/permisan1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677863988104170722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nusakambangan juga memiliki beberapa peninggalan sejarah yang cukup penting seperti prasasti peninggalan zaman VOC dan benteng kecil peninggalan Portugis. Gua-gua alam pun terdapat pula di Nusakambangan, dan menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan yang saya lalui selama berkunjung ke pulau itu, saya banyak melihat perkebunan pisang cavendish. Saya tak tahu lagi apakah pisang-pisang tersebut masih tumbuh di pulau itu atau sudah tidak ada lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai pulau tempat pengasingan para napi kelas kakap, di Nusakambangan berdiri beberapa lembaga pemasyarakatan (Lapas atau LP) bertingkat keamanan tinggi di Indonesia. Tentu tak afdol rasanya kalau berkunjung ke Nusakambangan kalau tak melihat penjara-penjara tersebut. Sepanjang jalan menuju Pantai Selatan Nusakambangan kita pasti melewati penjara-penjara itu, mulai dari penjara Johnny Indo dulu hingga mantan orang terdekat penguasa Orde Baru, Bob Hasan. Malah ada paket wisata yang menelusuri jejak pelarian Johnny Indo, semacam napak tilas Johnny Indo selama dalam pelariannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perjalanan ke Nusakambangan dimulai pada pagi hari dari Pelabuhan feri Wijayapura di Cilacap ke  Pelabuhan Sodong di Nusakambangan. Pelabuhan ini sebenarnya  digunakan khusus untuk kepentingan transportasi keluarga dan pegawai serta narapidana. Lama perjalanan tak sampai 30 menit, sekitar 15 menitlah. Jarak Pelabuhan Cilacap ke Nusakambangan memang tak begitu jauh. Dari seberang Pelabuhan Wijayapura, Pulau Nusakambangan sudah terlihat sangat dekat, masih jauh jarak Parapat di pinggir Danau Toba ke Pulau Samosir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setiba di Nusakambangan, perjalanan dilanjutkan mengelilingi pulau dengan menggunakan bis kecil, berkunjung ke gua-gua alami tempat persembunyian tentara Jepang atau Belanda di masa lalu, melewati bangunan penjara yang panjang, hingga sampai di pantai pasir putih yang indah dan langsung menghadap ke arah Samudra Indonesia. Di sepanjang pantai, banyak ditemukan pedagang asongan, yang ternyata adalah para napi yang akan bebas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya sempat berbincang dengan salah seorang dari mereka, kebetulan dia menawarkan seperangkat batu cincin yang dia asah di dalam penjara. Sang napi bercerita tentang dirinya, teman-teman, dan keluarganya. Katanya, dia berada di Nusakambangan karena pembunuhan yang dia lakukan beberapa tahun yang lalu. Namun dia tak memerinci peristiwa pembunuhan tersebut. Selain dia tak mau mengungkit luka lama, dia ingin melupakan peristiwa itu. Saya pun tak ingin mendengar kisahnya itu, ada perasaan takut juga menghadapi seorang pembunuh. Namun sang napi yang sudah berusia sekitar 50 itu cukup ramah dan baik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dia juga bercerita tentang nasib para napi setelah bebas dari Nusakambangan. Katanya, banyak para napi yang tak diterima lagi oleh keluarga dan lingkungan masyarakatnya. Mereka malah memilih tetap tinggal di Nusakambangan, berkarya dan berkumpul dengan teman-teman senasib tanpa ada yang mengungkit-ngungkit status mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Si napi juga menambahkan, para napi di Nusakambangan, menjelang saat-saat bebas mereka, biasanya diberi kesempatan untuk mencari nafkah agar mereka memiliki uang untuk biaya hidup setelah menghirup udara kebebasan. Banyak cara yang mereka lakukan, mulai dari beternak, bercocok tanam, membuat benda-benda kerajinan, hingga menjual batu akik yang mereka asah sendiri di penjara. Para napi yang akan menghirup udara bebas sekitar tiga bulan lagi itu, diberi kesempatan keluar penjara untuk berdagang, pagi jam 7 mereka keluar, sore jam 5 mereka harus kembali lagi ke penjara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketika saya tanya, "Apakah napi-napi itu tidak melarikan diri?". Sang napi menggeleng-geleng kepala, "Tak ada gunanya mereka lari, toh bakal tertangkap lagi. Kalau sudah tertangkap masa tahanan mereka akan ditambah lagi untuk beberapa tahun kemudian, percuma kan. Lagian, mereka juga bingung mau kemana selepas dari penjara. Di antara mereka banyak yang sudah ditolak oleh keluarga dan masyarakatnya". Saya pun hanya mengangguk-angguk mendengar jawabannya. Tak lama, saya pun membeli dua batu akiknya yang kecil seharga Rp15.000. Lalu berlari-lari di pantai pasir putih yang indah sambil bermain-main dengan ombak yang datang dari arah Samudra Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sore harinya, saya pun kembali ke Cilacap dengan membawa sejuta kenangan tentang Nusakambangan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6376307781238711430?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6376307781238711430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/nusakambangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6376307781238711430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6376307781238711430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/nusakambangan.html' title='NUSAKAMBANGAN'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ELqMfkew4BI/TsvTNu3ujOI/AAAAAAAAFM8/eHl4IwWOLrk/s72-c/permisan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-7390211206420093588</id><published>2011-11-14T20:55:00.007+07:00</published><updated>2011-11-15T15:29:34.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>MAU KAYA JADILAH PENGEMIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;Z&lt;/span&gt;uragan Qripix (ZQ), seorang teman dari media sosial Kompasiana pernah menulis tentang percakapan antara seorang pengemis dengan seorang manajer. Dalam percakapan tersebut si manajer memandang rendah si pengemis karena ikut-ikutan antri makan siang di sebuah restoran yang mahal. Si manajer yang bergaji 10 juta per bulan itu merasa si pengemis hanya akan menghabiskan uang hasil ngemisnya dalam sekejap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-P5EDzObGcjY/TsE7YogUB6I/AAAAAAAAFMk/u54EEHqXAlI/s1600/pengemis.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-P5EDzObGcjY/TsE7YogUB6I/AAAAAAAAFMk/u54EEHqXAlI/s200/pengemis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674882299839383458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dituding tak mampu, si pengemis pun berkata pada si manajer, "Jangan lihat penampilan saya, Mas. Tadi jam 10-an, saya  sekeluarga malah habis ngerayain ultah anak yang kelima di McDonald  bareng guru-guru dan teman-teman sekolahnya. Siang ini, istri pertama saya baru  saja kirim BBM, dia bilang lagi makan di Pizza HUT di ujung jalan sana".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Si manajer pun penasaran dan langsung menanyakan jumlah penghasilan yang bisa diperoleh sang pengemis dari hasil mengemis dalam sebulan. Si pengemis pun menjawab, "Saya ngemis dari jam 07.00-17.00. Lampu merah di pertigaan tempat saya mangkal waktunya sekitar 60 detik. Dalam 60 detik itu paling nggak saya bisa dapet 2.000. Dalam satu jam terdapat 30 kali lampu merah, berarti, dalam satu jam itu saya bisa dapat 60ribu. Dalam satu hari saya kerja 10 jam, dipotong sejam buat istirahat. Jadi, penghasilan saya dalam sehari bisa mencapai 9 jam x 60.000 = 540ribu. Dalam satu bulan saya bekerja selama 26 hari. Artinya, dalam satu bulan itu saya bisa dapat penghasilan sekitar 26 x 540ribu = 14.040.000".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BaPErKcAf2U/TsIibZBEwdI/AAAAAAAAFMw/pXUpoCD19a4/s1600/beggar2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kemudian si pengemis melanjutkan lagi, "Saya ngemis sudah 20 tahun, sudah punya 2 mobil BMW, kartu kredit  platinum, apartement, 3 rumah di kawasan elite, anak saya belajar di  international school, dan saya sekeluarga sudah sering keliling dunia. Minggu besok, rencananya saya mau bulan madu ke Italy lagi, hehehehe …".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BaPErKcAf2U/TsIibZBEwdI/AAAAAAAAFMw/pXUpoCD19a4/s1600/beggar2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Baca tulisan si ZQ itu saya cukup terperangah. Tulisan ringan dan segar (walau ditaruh di kanal fiksinya Kompasiana) membuat saya teringat dengan pengemis-pengemis di setiap perempatan lampu merah. Apalagi selama lebih dari 10 tahun ini saya selalu melewati perempatan Pasar Ciawi-Bogor, dan selalu berpapasan dengan seorang pengemis perempuan yang itu lagi itu lagi. Kalau dikalkulasi, bisa jadi penghasilan pengemis perempuan tersebut setara dengan penghasilan pengemis hasil rekaan si ZQ.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya pun teringat kembali dengan seorang anak pengemis yang pernah saya lihat di gerbong kereta ekonomi jurusan Bogor-Jakarta beberapa tahun lalu. Kebetulan, salah seorang penumpang yang duduk di sebelah saya mengenal keluarga anak itu dan bertetanggaan dekat. Kata penumpang itu, keluarga anak pengemis tersebut sudah punya banyak rumah kontrakan dari hasil mengemis. Walau sudah punya rumah kontrakan yang bisa menopang hidup mereka, keluarga pengemis itu tetap menjalankan profesi mengemisnya karena lebih menguntungkan. Tak perlu kerja keras, cuma modal menengadahkan tangan ke orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BaPErKcAf2U/TsIibZBEwdI/AAAAAAAAFMw/pXUpoCD19a4/s1600/beggar2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 108px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-BaPErKcAf2U/TsIibZBEwdI/AAAAAAAAFMw/pXUpoCD19a4/s200/beggar2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675136334407451090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;C'est la vie, itulah hidup, semua pilihan ada di tangan Anda. Saya lebih suka memilih jadi orang yang mulia. Bukankah orang yang mulia itu adalah orang-orang yang suka memberi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-7390211206420093588?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/7390211206420093588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/mau-kaya-jadilah-pengemis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7390211206420093588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7390211206420093588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/mau-kaya-jadilah-pengemis.html' title='MAU KAYA JADILAH PENGEMIS'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-P5EDzObGcjY/TsE7YogUB6I/AAAAAAAAFMk/u54EEHqXAlI/s72-c/pengemis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-5848364773965605895</id><published>2011-11-11T12:50:00.010+07:00</published><updated>2011-11-12T00:23:20.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>SI NIXAU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;eorang teman saya, sebut saja namanya Nixau. Nama ini memang pas buat dia, apalagi tampangnya memang sangat mirip  dengan tokoh idola saya dalam film "The Gods Must Be Crazy", namanya Nǃxau. Si Nixau itu memiliki dua kepribadian. Kepribadian pertama, dia suka cari muka, padahal mukanya tak kemana-mana, tetap di tempatnya. Dasar dia memang kurang kerjaan makanya dia suka cari-cari muka. Kepribadian kedua, pelit. Pelitnya memang gak sampai minta ampun. Saya sudah berkali-kali jalan  sama dia dan saya hapal betul dengan gelagatnya kalau sudah tiba di  depan kasir. Pasti dia pura-pura sibuk atau nungguin saya sampe di depan kasir duluan. Parahnya, dia anggap saya nraktir dia, ge-er banget kan. Kalau jalan sama dia memang harus kudu jelas kalau segala  pengeluaran ditanggung masing-masing alias BMM atau bayar masing-masing.  Kalau tak jelas dari awal, hmmm kesempatan dia buat menggerogoti kantong orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-U-1WuA1Pykk/Tr1VgbZS93I/AAAAAAAAFKs/Qqh2HgRDkv4/s1600/nixau.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-U-1WuA1Pykk/Tr1VgbZS93I/AAAAAAAAFKs/Qqh2HgRDkv4/s320/nixau.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673785121154725746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Tapi, kalau sama cewe yang dia taksir, dia akan berubah jadi sangat dermawan. Walau dompetnya kosong dia akan bela-belain gesek kartu kreditnya yang tak seberapa itu demi mengambil hati sang cewe yang dia incar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu kejadian, dia naskir cewe di kantor saya. Segala rupa hadiah dia belikan untuk sang cewe. Bahkan gajinya pun dia serahkan ke cewe itu, gila gak. Dia pikir sang cewe akan langsung jatuh hati padanya. Ternyata tidak, si cewe masih berpikir sepuluh kali untuk menerima cintanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Sejak penolakan itu, dia tak pernah menegur sang cewe lagi hingga saat ini, sampai keduanya sudah berumah tangga. Dan itu sudah berjalan hampir sepuluh tahun sejak insiden penolakan tersebut. Padahal mereka masih berada dalam satu gedung kantor lho. Gagal satu cewe, dia incar cewe lain, hasilnya sama. Namun, ada juga seorang cewe yang mau jadi pacarnya meski sangat singkat. Tiba-tiba pacarnya itu minta putus. Tapi syukurlah, akhirnya, dia menemukan tambatan hati, yang sekarang menjadi istrinya, meski awalnya sang istri tersebut tadinya hanya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bumper&lt;/span&gt; buat manas-manasin mantan cewenya tadi. Kebetulan, si mantan satu kantor dengan istrinya itu. Tadinya cuma iseng, eh malah jadian, itulah jodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Si Nixau sudah lama menjadi teman saya, sudah sekitar 10 tahun ini, lebih malah. Jadi, saya sangat paham betul dengan kepribadiannya itu. Bahkan teman-teman saya yang lain pun sudah tahu tabiat dan kepribadian si Nixau tersebut. Mereka sudah pada maklum juga dengan sepak terjangnya. Pokoknya, segala kebaikan yang Nixau buat (dicurigai) semuanya bermuatan "ada udang di balik batu", demi popularitas, pencitraan, dan cari muka, biar dapat puja-puji dan simpati dari orang lain. Demikianlah fakta yang ditemukan di lapangan. Apalagi kalau orang yang dia bantu itu punya kedudukan sosial yang tinggi, populer, dan dikenal dimana-mana, si Nixau pasti cari muka, biar ikutan populer gitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Saat ini, si Nixau lagi getol-getolnya mencitrakan diri di sebuah media sosial. Sudah setahun ini Nixau aktif di media sosial tersebut, apalagi namanya lumayan terkenal di jagad media sosial itu. Namanya selalu jadi headline.  Namun, ada satu insiden lucu ketika suatu kali namanya tak nongol-nongol di headline untuk beberapa saat lamanya. Gerah dengan keadaan itu, Nixau pun buat akun baru, dengan nama orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Lewat akun silumannya itu, dia mempertanyakan keberadaan Nixau dengan segala puja-puji tentang si Nixau. Intinya, akun siluman tersebut merasa kehilangan si Nixau yang tak kunjung headline di media sosial tadi. Tragisnya, akal-akalan si Nixau ini ketahuan juga oleh seorang temannya yang lain, hingga tersebar di jagad media sosial tersebut. Nixau pun jadi bulan-bulanan dan olok-olok teman-teman mayanya. Tak tahan dengan semua itu, Nixau pun memberhangus semua tulisan-tulisannya di media sosial tadi, dan lenyap untuk beberapa saat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Tak lama, Nixau nongol lagi, seperti tak terjadi apa-apa (muka tembok kali ye). Namanya pun kembali harum di jagad maya. Namanya pun headline kembali, seperti sedia kala (pulih ni ye). Nixau pun semakin mencitrakan dirinya kembali. Acara kopi darat selalu dilakukan. Nixau mencitrakan dirinya sebagai sosok yang sosial, ramah, gaul, dan dermawan. Padahal semua itu topeng. Teman-teman mayanya tak tahu siapa dia sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Kemarin Nixau ikut-ikutan bakti sosial. Dia pun mengajak seorang terkenal untuk mau turut serta dalam kegiatan tersebut. Pucuk dicinta ulam pun tiba, kebetulan orang terkenal itu mau dan bersedia menyumbang beratus buku buat suatu sekolah di pedalaman. Tapi, orang terkenal itu bingung mau dikirim ke mana hasil sumbangannya tadi. Lagi-lagi, kesempatan untuk pedekate sama orang terkenal itu pun terbuka. Lewat twit-twitan di Twitter, Nixau berhasil mendapatkan nomor telepon sang orang terkenal. Nixau pun menawarkan diri buat menyampaikan sumbangan orang terkenal tersebut. Orang terkenal itu pun mengajak bertemu di suatu tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Dengan semangat 45, Nixau bergegas ke tempat pertemuan tersebut meski konsekuensinya dia harus bolos kerja. Berkardus-kardus buku hasil sumbangan orang terkenal itu pun akhirnya berpindah tangan ke Nixau. Begitu bangganya Nixau menerima paket-paket itu meski dia kesulitan mengangkut itu semua. Apalagi Nixau tak punya kendaraan pribadi, dia cuma bisa ngandelin angkot ijo di kotanya. Mau tak mau, dia pun harus merelakan uangnya buat carter angkot ijo untuk mengangkut paket titipan orang terkenal tadi ke rumahnya. Sampai di sini, saya cukup salut dengan usaha dan pengorbanannya. Padahal saya tahu, itu tak lebih sebagai ungkapan cari perhatian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Kini, Nixau kebingungan untuk menyampaikan hasil sumbangan orang terkenal tersebut. Kalau dia pos-kan paket-paket sumbangan itu, tentu membutuhkan biaya tak sedikit. Nixau tak rela juga mengeluarkan uang dari koceknya. Sedang si orang terkenal sudah lenggang kangkung entah ke mana. Dia pikir Nixau sudah mengatasi masalahnya. Akhirnya Nixau pun menghiba di media sosialnya, minta bantuan pada teman-teman mayanya, siapa yang bersedia membantu pengiriman paket-paket tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Sebaliknya, di lingkungan nyatanya, Nixau dikenal sebagai sosok yang tak peduli dengan teman. Ada teman sakit tak pernah dikunjungi. Ada teman yang tertimpa musibah, sumbangan yang diberikan pun ala kadarnya, itu pun diberikan dengan berat hati. Teman-temannya yang lagi dirudung duka cita karena kehilangan orang-orang yang dicintai pun tak pernah mendapat simpati dari si Nixau, apalagi empati. Jangankan memberi simpati, sekadar berkunjung ke rumah teman yang tertimpa musibah atau sakit pun dia enggan. Banyak saja alasannya, seolah dia hidup sendiri di lingkungan nyatanya. Ironisnya, Nixau juga tak punya hubungan baik dengan saudara-saudara kandungnya yang lain, terutama dengan salah seorang abangnya. Saya tahu betul masalah mereka apa, siapa yang salah di antara keduanya pun saya tahu. Itulah sosok Nixau yang saya kenal selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Di lingkungan kerja pun Nixau bukan orang yang serius, deadline yang diberikan padanya tak pernah tepat waktu. Pekerjaan yang diberikan pun dikerjakan dengan setengah hati. Dia lebih banyak nge-blog di media sosialnya, online, chatting, dan mengerjakan hal-hal yang tak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan.  Demikian pula kalau diberi kesempatan overtime, waktunya selalu tak digunakan dengan baik. Tapi kalau menuntut hak-haknya di perusahaan pasti dia paling vokal dan nyaring, seolah dia orang yang paling qualified meski nyatanya nol besar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Kalau ditegur selalu mengumbar beribu alasan, tampangnya pun makin asam. Malas kan jadinya kalau ngeliat tampang kayak gitu. Nixau lupa kalau bekerja itu buat anak-istrinya, buat keluarganya. Kalau anak-istrinya dicekoki dengan penghasilan tak halal, dia akan tanggung sendiri akibatnya. Sayangnya, dia tak pernah menyadari hal itu. Apakah pintu hatinya telah tertutup, hanya Tuhan-lah yang tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-5848364773965605895?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/5848364773965605895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/si-nixau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5848364773965605895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5848364773965605895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/si-nixau.html' title='SI NIXAU'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-U-1WuA1Pykk/Tr1VgbZS93I/AAAAAAAAFKs/Qqh2HgRDkv4/s72-c/nixau.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4313397861939779547</id><published>2011-11-11T09:31:00.014+07:00</published><updated>2011-11-11T15:49:48.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>11.11.11</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;H&lt;/span&gt;ari ini tepat tanggal 11 November 2011 atau 11.11.11. Angka serba sama ini dianggap sebagian orang sebagai angka keberuntungan. Entah dari sudut mana mereka menganggap angka tersebut membawa keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, angka 11.11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;11 hanya sekadar angka cantik, unik, tapi saya tak percaya kalau bisa membawa keberuntungan. Pendapat saya ini juga diamini oleh Becky Tumewu, kata presenter cantik itu, "Cuma kalau kata  orang-orang, tinggal cantik kayak gitu ada  yang  bilang ramalan-ramalannya bagus. Ada  yang bilang kiamat, dan lain-lain.  Buat saya  kayaknya sesuatu yang bodoh untuk dipercaya.  Enggak ada  dasar-dasar pemikiran seperti  itu". Demikian tutur Becky pada Okezone.com pas ditemui usai jumpa pers  film Langit Biru, di Plaza  Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2011) kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HrbyaWBYDZk/TryYK63BZBI/AAAAAAAAFKg/dKGjnXwUwxo/s1600/11.11_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HrbyaWBYDZk/TryYK63BZBI/AAAAAAAAFKg/dKGjnXwUwxo/s320/11.11_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673576943946130450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bertepatan dengan angka cantik itu, banyak orang mengadakan peristiwa penting di angka tersebut. Mulai dari pernikahan, melahirkan, peluncuran album dan buku, hingga jadian sebagai sepasang kekasih. Malah ada film yang berjudul 11-11-11 dan dirilis tanggal 11.11.11 juga. Khusus acara pernikahan, banyak orang di seluruh dunia yang melangsungkan pernikahan di tanggal hari ini. Beberapa selebritis Indonesia pun turut melangsungkan pernikahannya di hari ini. Ustadz Solmed yang ganteng pun turut terbawa dengan euforia tanggal 11.11.11 itu. Hari ini, sang ustadz akan melangsungkan pernikahannya dengan istri keduanya, setelah pernikahan pertama berantakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Menurut Metro TV hari ini, "Di Jakarta saja, tercatat ada 10 ribu pasangan yang akan mengikat  hubungan mereka melalui pernikahan di tanggal unik ini. Sedangkan KUA  Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat terdapat 366 pasangan akan menikah  hari ini. Di Bogor, jumlah pasangan terbanyak berasal dari Kecamatan Cibinong,  disusul dari Bojonggede, dan dari Kecamatan Citeureup. Dengan banyaknya  jumlah calon pengantin hari ini, bisa dipastikan kantor-kantor KUA akan  mengalami kesibukan luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jumlah itu baru di dua daerah, bagaimana dengan daerah lain, pasti tak kalah banyak. Tentu undangan-undangan pernikahan untuk hari ini pasti sudah banyak tersebar. Jadi tak heran kalau para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wedding planner&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;event organizer&lt;/span&gt; pernikahan begitu sibuknya hari ini. Permintaan gedung untuk resepsi pernikahan hari ini pasti sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overload&lt;/span&gt; sejak hari-hari kemarin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Metro TV juga melaporkan, "Tak hanya pernikahan. Sejumlah perempuan juga akan melahirkan bayinya di  hari ini. Mereka meyakini itu merupakan tanggal yang baik untuk  melahirkan. Bagi mereka yang akan menikah dan melahirkan hari ini,  11-11-11 dinilai sebagai angka yang sangat istimewa".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi para penyelenggara pesta pernikahan, hari ini merupakan hari keberuntungan buat mereka. Demikian pula dengan rumah sakit-rumah sakit bersalin, pasti kebanjiran ibu-ibu hamil yang minta di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;caesar&lt;/span&gt; hari ini. Becky pun kebanjiran job jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MC wedding&lt;/span&gt; di tanggal 11.11.11. Jadi buat mereka itu, tanggal hari ini tetaplah istimewa. Bagi saya, hari ini sama saja dengan hari kemarin, tak ada yang istimewa dengan tanggal hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4313397861939779547?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4313397861939779547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/111111.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4313397861939779547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4313397861939779547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/111111.html' title='11.11.11'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HrbyaWBYDZk/TryYK63BZBI/AAAAAAAAFKg/dKGjnXwUwxo/s72-c/11.11_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-5587036509084245818</id><published>2011-11-10T14:49:00.005+07:00</published><updated>2011-11-10T15:46:03.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>MEMAKNAI ZIARAH KUBUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;Z&lt;/span&gt;iarah kubur mengingatkan saya pada kematian. Saya jadi makin sadar, cepat atau lambat kematian itu akan datang. Dia akan menghampiri dan mengunjungi saya suatu saat nanti. Ziarah kubur juga makin mengingatkan saya kalau manusia itu tak akan pernah abadi. Bahkan, apa yang saya cari dan dapatkan di dunia ini tak akan ada yang menyertai saya di alam kubur nanti. Koleksi DVD yang sangat saya cintai pun tak akan bisa saya bawa ke dalam kubur, pasti akan saya tinggalkan di lemari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aRwvf0CStrg/TruOkjprSCI/AAAAAAAAFJI/XwWwldclQHU/s1600/kuburan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aRwvf0CStrg/TruOkjprSCI/AAAAAAAAFJI/XwWwldclQHU/s200/kuburan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673284914299750434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Demikian pula dengan harta benda yang tak seberapa saya miliki itu, tak akan saya bawa pula. Kalau saya tetap ngotot membawa itu semua, seberapa dalam dan luas tanah kubur yang harus saya butuhkan. Lagian, kalau saya tetap ngotot, saya pun bakal disebut "sinting", untuk apa saya bawa DVD ke dalam kubur, memangnya di dalam sana saya bisa asyik-asyikan nonton bareng malaikat Mungkar dan Nangkir. Yang ada malah saya dicambuk habis-habisan karena suka melalaikan sholat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Dalam alur pikir saya yang naif, saya pun suka memimpikan jadi seorang "Highlander", hidup abadi mengarungi berbagai zaman hingga ribuan tahun. Ada rasa ingin untuk hidup lebih lama, merasakan dunia di masa depan. Sering terbersit dalam pikiran, dunia ini bakal seperti apa di masa depan kelak. Rasa ingin tahu pun menyeruak sambil mengernyitkan dahi. Andai ziarah kubur tak ada dalam tradisi agama saya, pikiran dan keinginan naif itu pun akan terus bersemayam dalam otak saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Ziarah kubur membantu saya membunuh keinginan naif dan tak masuk akal itu. Melihat makam-makam orang yang sudah mati, membuat saya sadar kalau saya akan seperti mereka juga, kembali ke tanah dan menghadap Sang Kuasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Sayangnya, manusia (demikian juga saya) terkadang sulit untuk dekat dengan Sang Kuasa, walau mereka tahu, suatu saat akan dipanggil oleh-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-5587036509084245818?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/5587036509084245818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/memaknai-ziarah-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5587036509084245818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5587036509084245818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/memaknai-ziarah-kubur.html' title='MEMAKNAI ZIARAH KUBUR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aRwvf0CStrg/TruOkjprSCI/AAAAAAAAFJI/XwWwldclQHU/s72-c/kuburan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8018662625704267493</id><published>2011-11-04T16:11:00.012+07:00</published><updated>2011-11-05T06:03:04.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>GARA-GARA SEMUT "ANAK CIBINONG" INI MENDUNIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;aya baru baca di Kompas Forum kalau ada anak Cibinong yang bisa mendunia gara-gara semut di pekarangan rumahnya. Nama anak Cibinong itu Andiyan Lutfi, dia seorang fotografer amatiran. Hobinya memang fotografi. Saya tak pernah tahu nama itu di jajaran fotografer terkenal di Republik ini. Fotografer yang saya tahu cuma Darwis Triadi dan Arbain Rambey. Mereka berdua bisa disebut dedengkotnya fotografer. Banyak orang yang belajar dari mereka berdua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Dan, si Andiyan ini tiba-tiba nyelonong, nyalip kepopuleran kedua fotografer terkenal yang saya sebut tadi. Karya foto anak Cibinong ini dimuat di headline Dailymail dalam rubrik  Science and Technology. Meski berita ini sudah 10 bulan lalu, namun tetaplah gress sepanjang masih dibicarakan orang di sebuah forum. Saya sendiri saja baru tahu kabar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Menurut saya, prestasi tersebut pantas diperoleh Andiyan, karena dia berhasil mengabadikan momen alam yang menakjubkan dengan kameranya. Sayangnya, tak disebutkan jenis kamera yang dia pakai itu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu fotonya, tampak koloni semut merah atau rangrang sedang menyerang seekor lalat yang berusaha masuk ke  teritorinya. Foto ini menggambarkan perilaku semut yang mati-matian  mempertahankan wilayahnya dari "makhluk" asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cqRAcxu6IyA/TrO16Nos6tI/AAAAAAAAFBY/CFlexcZUZ9Y/s1600/SEMUT.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 470px; height: 413px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cqRAcxu6IyA/TrO16Nos6tI/AAAAAAAAFBY/CFlexcZUZ9Y/s400/SEMUT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671076367487003346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Pada foto lain, Andiyan menggambarkan semut yang sedang kelaparan, yang berupaya meraih sepotong brownies cokelat.  Semut-semut tersebut tampak membangun formasi, yaitu satu semut berada  di bawah, sementara semut lain berada di atasnya. Mereka terlihat tengah  menikmati brownies cokelat itu. Kedua momen tersebut tentu sangat sulit diabadikan. Sama halnya ketika seorang fotografer menunggu seekor burung Nazar menghampiri seorang anak Ethiopia yang kurus kering karena kelaparan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iLZE0MXbnIs/TrRs1qjBOqI/AAAAAAAAFBk/yTbKiZBIMms/s1600/andiyan-lutfi-photo-3-indonesiaproud.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 470px; height: 448px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iLZE0MXbnIs/TrRs1qjBOqI/AAAAAAAAFBk/yTbKiZBIMms/s400/andiyan-lutfi-photo-3-indonesiaproud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671277499976333986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Dalam dunia fotografi, foto yang dihasilkan Andiyan tersebut tergolong dalam fotografi makro, yaitu  jenis fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu obyek atau bisa  dikatakan fokus terhadap obyek mikro. Fotografi ini sangat berguna untuk  ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;So, tunggu apa lagi, banyak jalan menuju Roma. Untuk terkenal ternyata bukan hal sulit di zaman ini, siapa pun punya kesempatan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;: kalau ingin melihat karya Andiyan yang lain sila kunjungi webnya di &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.macroworldmania.com/profile/view/andiyan"&gt;MacroWorldMania&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8018662625704267493?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8018662625704267493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/gara-gara-semut-anak-cibinong-ini-pun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8018662625704267493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8018662625704267493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/gara-gara-semut-anak-cibinong-ini-pun.html' title='GARA-GARA SEMUT &quot;ANAK CIBINONG&quot; INI MENDUNIA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cqRAcxu6IyA/TrO16Nos6tI/AAAAAAAAFBY/CFlexcZUZ9Y/s72-c/SEMUT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4705152957676374940</id><published>2011-11-02T19:37:00.010+07:00</published><updated>2011-11-05T06:59:40.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>TAK ADA MANUSIA YANG JAHAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;ampai sekarang saya masih sangat yakin, manusia itu sebenarnya tak ada yang jahat. Mereka bisa hidup dengan segala kebaikannya. Hanya saja, setiap manusia memiliki pengalaman yang berbeda selama proses kehidupan mereka berlangsung. Pengalaman hidup itulah yang mampu menciptakan manusia itu bisa jadi baik, jahat, atau buruk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jos9hlGUPDA/TrR8PoBmuaI/AAAAAAAAFBw/-iRkIJu4w8w/s1600/happyFamily-Pardee%2BHomes-Carmel%2BValley.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jos9hlGUPDA/TrR8PoBmuaI/AAAAAAAAFBw/-iRkIJu4w8w/s200/happyFamily-Pardee%2BHomes-Carmel%2BValley.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671294438650329506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Kalau dianalogikan, pengalaman itu dapat disebut sebagai sebuah irama yang memiliki nada rendah, sedang, maupun tinggi. Kemudian irama itu direkam dalam sebuh piringan cakram (compact disc) yang masih kosong. Adakalanya piringan cakram itu dapat dihapus, diisi ulang, bahkan ada juga yang sama sekali tak bisa dihilangkan atau dihapus kalau sudah terlanjur diisi. Tergantung jenisnya apa, apakah CD-R (cuma bisa direkam) atau CD-RW (yang bisa direkam dan dihapus). Baik-buruknya irama yang direkam dalam CD tergantung selera si perekam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Demikian pula dengan manusia. Saat dilahirkan, manusia itu terlahir suci. Tak ada sebutir dosa pun yang melekat dalam diri seorang bayi. Seorang bayi bisa diibaratkan sebagai kaset kosong atau piringan cakram tadi. Sedang pendidikan bisa diibaratkan sebagai sebuah irama. Adapun 0rang tua si bayi dapat diibaratkan sebagai sang perekam. Kalau sang perekam menyimpan irama yang merdu maka akan merdu pula yang terdengar. Sebaliknya, bila yang disimpan irama yang sumbang maka akan sumbang pula irama yang terdengar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0nx1hE430eU/TrFHKo9tJsI/AAAAAAAAFAQ/Gl0l0TxgtmI/s1600/Lovely-Baby2.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0nx1hE430eU/TrFHKo9tJsI/AAAAAAAAFAQ/Gl0l0TxgtmI/s200/Lovely-Baby2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670391653956658882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Pada dasarnya tak ada manusia yang jahat. Kejahatan yang muncul dalam diri manusia lebih disebabkan karena faktor pendidikan yang salah. Orang tua bertanggung jawab sepenuhnya dalam pendidikan anak, terutama pendidikan moral, nilai-nilai positif dan kebaikan. Andai terdapat anak yang nakal hingga menjadi jahat tentu orang tualah yang patut dipersalahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Jangan pernah menyalahkan lingkungan, apalagi kalau sampai menuding pergaulan sebagai pemicu kenakalan atau kejahatan dalam diri anak-anak mereka. Sungguh bodoh kalau ada yang menuding pergaulan sebagai biang kerok atau sebagai kambing hitamnya. Belajarlah berpikir menggunakan logika. Pergaulan itu terdiri dari berbagai individu, andai terdapat individu yang rusak dalam pergaulan tersebut maka akan berpengaruh terhadap individu lainnya. Demikian efek berantainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Z7o0ieYAXvs/TrFvArqe_7I/AAAAAAAAFAo/jwfJTS9_6uI/s1600/family-portraits-tips.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Z7o0ieYAXvs/TrFvArqe_7I/AAAAAAAAFAo/jwfJTS9_6uI/s320/family-portraits-tips.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670435463347765170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Namun, kita jangan lupa, individu-individu dalam pergaulan tersebut memiliki lingkungan keluarga sebagai habitatnya. Andai habitatnya tak baik maka tak baik pula individu yang hidup di dalamnya. Kecuali kalau individu tersebut menemukan habitat yang lebih baik lagi ketimbang habitat keluarganya, yang lebih punya perhatian terhadap dirinya. Kalau individu tersebut tak menemukan habitat yang baik sebagai pengganti habitat keluarganya yang rusak, maka bisa dipastikan dia akan rusak seterusnya, dan menebarkan bibit-bibit tak baik di sekitar maupun di luar lingkungannya. Itulah efek berantai dari suatu ketakbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, andai setiap keluarga mendidik dan melatih kedisiplinan anggotanya dengan baik sejak dini, tentu penyakit-penyakit sosial dalam masyarakat tak perlu ada. Seperti kata dokter saya,  "Lebih baik mencegah daripada mengobati".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4705152957676374940?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4705152957676374940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/tak-ada-manusia-yang-jahat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4705152957676374940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4705152957676374940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/11/tak-ada-manusia-yang-jahat.html' title='TAK ADA MANUSIA YANG JAHAT'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jos9hlGUPDA/TrR8PoBmuaI/AAAAAAAAFBw/-iRkIJu4w8w/s72-c/happyFamily-Pardee%2BHomes-Carmel%2BValley.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-3702429297431085265</id><published>2011-10-31T18:05:00.013+07:00</published><updated>2011-11-04T16:35:57.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>USTADZ-USTADZ NGETREND</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;U&lt;/span&gt;stadz-ustadz zaman sekarang memang berbeda. Nggak kayak dulu pas saya masih duduk di sekolah dasar. Waktu itu, yang namanya ustadz tak se-ngetrend sekarang. Mereka tak gaul seperti ustadz-ustadz sekarang. Mereka terkungkung dengan imej yang kadung menjadi batu di kalangan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Kalau dulu, ustadz tak boleh komersil seperti sekarang karena takut dituding mata duitan dan mentingin materi. Ustadz juga tak bisa bergaul dengan sembarang orang, penampilannya harus wibawa biar disegani, sedikit berbicara kecuali di atas mimbar. Pokoknya, seorang ustadz itu harus benar-benar menjaga imej biar citranya di mata masyarakat tetap baik dan dijadikan panutan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Itulah sebabnya, kenapa saya begitu segan dan takut kalau ketemu ustadz-ustadz saya dulu. Padahal, saya tahu mereka itu baik-baik, penyayang, santun, ramah, berbicara seperlunya, dan tak mata duitan. Itulah yang paling saya kenang tentang ustadz-ustadz saya. Sampai sekarang, saya masih terkenang dengan Ustadz Nasroen dan Ustadz Solehuddin. Mereka berdua ustadz yang paling saya kenal ketika di madrasah ibtidaiyah dulu. Ustadz Nasroen menjadi guru kelas saya ketika duduk di bangku kelas dua ibitidaiyah. Sedang Ustadz Solehuddin adalah guru kelas saya saat duduk di kelas empat. Sisanya kelas yang lain, saya lebih banyak diajar oleh para ustadzah atau mualimah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Kedua ustadz saya itu, sangat pintar mengaji apalagi bercerita. Saya paling senang saat pelajaran sejarah nabi. Ada saja yang mereka kisahkan tentang kehidupan nabi. Kisahnya menarik, mengharukan, bahkan membuat saya tertawa terbahak-bahak. Syukurlah, sampai sekarang masih ada yang nempel nih di kepala. Kisah-kisah teladannya pun masih saya terapkan hingga sekarang. Sayangnya, saya benar-benar kehilangan jejak mereka untuk saat ini, entah di mana mereka. Apakah masih hidup atau sudah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;tiada, entahlah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Berbeda dengan ustadz sekarang. Ustadz-ustadz sekarang bisa terkenal dengan mudah. Semua itu akibat revolusi media yang makin cepat dan canggih. Andai kedua ustadz saya tadi hidup di zaman twitter ini tentu mereka tak akan kalah dengan ustadz-ustadz gaul sekarang. Berkat teknologi informasi, ustadz-ustadz sekarang jadi lebih ngetrend, gaul, dan trendy. Mereka juga banyak dijadikan bintang iklan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-40ZKPwuS6eE/TrOxoDqbOdI/AAAAAAAAFBM/Uhf0PvYYeWk/s1600/Ustadz%2BMuhammad%2BNur%2BMaulana.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-40ZKPwuS6eE/TrOxoDqbOdI/AAAAAAAAFBM/Uhf0PvYYeWk/s200/Ustadz%2BMuhammad%2BNur%2BMaulana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671071657525721554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Ustadz Muhammad Nur Maulana misalnya, siapa yang tak kenal dengan ustadz ini. Saban pagi dia nongol di Trans TV, di acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Islam Itu Indah&lt;/span&gt;. Sapaannya pada para jemaah pun dijadikan RBT (Ring Back Tone), "“Jamaah oh jamaah”. Anak-anak hingga remaja gemar menirukan ucapan ustadz asal Makassar itu. Dan dia pun menjadi bintang iklan salah satu operator telepon di negeri ini. Bisa terbayangkan berapa penghasilan yang diperoleh sang ustadz. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TPEhufLFCBA/Tq6RX7du9-I/AAAAAAAAE-M/rDW5BAIZLzc/s1600/solmed.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TPEhufLFCBA/Tq6RX7du9-I/AAAAAAAAE-M/rDW5BAIZLzc/s200/solmed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669628821191456738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Ada juga Ustadz Solmed, yang aslinya bernama Sholeh Mahmoed. Namanya akhir-akhir ini dijadikan bahan omongan. Para jurnalis gosip pun mengincar sang ustadz gara-gara mantan istrinya buka aib tentang sang ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita miring tentang sang ustadz pun makin mendongkrak namanya. Saya yang tadinya tak tahu siapa Ustadz Solmed, sekarang jadi lebih tahu, hahaha. Anggap saja dunia sang ustadz sudah memasuki trend baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-o1i44V9CNBw/Tq6Ri-fOFPI/AAAAAAAAE-Y/qtd4Xt0M3qk/s1600/ustad-uje.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-o1i44V9CNBw/Tq6Ri-fOFPI/AAAAAAAAE-Y/qtd4Xt0M3qk/s200/ustad-uje.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669629010981557490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Selain kedua ustadz yang sedang ngetrend tadi, ada juga Ustadz Jeffry, yang sering dipanggil dengan Uje. Nama aslinya sih Jeffry Al Buchori. Dulunya dia bintang sinetron, seorang dancer, dan gaul abis.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; Masa lalu sang ustadz benar-benar ancur, dia suka bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan akhirnya, terlibat sebagai pemakai juga. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Untunglah Uje segera bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal pertaubatannya, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Amanah itu pun keterusan hingga dia sukses menjadi ustadz, dikenal, dan punya nama harum seperti Kartini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qcl6cDDNY8M/Tq_mo-TVtHI/AAAAAAAAE_4/UkIqv6ePuSw/s1600/Ustz.Jefri_rahmat%2B%25283%2529x.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qcl6cDDNY8M/Tq_mo-TVtHI/AAAAAAAAE_4/UkIqv6ePuSw/s400/Ustz.Jefri_rahmat%2B%25283%2529x.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670004047476012146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-3702429297431085265?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/3702429297431085265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/10/ustadz-ustadz-ngetrend.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3702429297431085265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3702429297431085265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/10/ustadz-ustadz-ngetrend.html' title='USTADZ-USTADZ NGETREND'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-40ZKPwuS6eE/TrOxoDqbOdI/AAAAAAAAFBM/Uhf0PvYYeWk/s72-c/Ustadz%2BMuhammad%2BNur%2BMaulana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1138771331105066034</id><published>2011-10-25T20:23:00.007+07:00</published><updated>2011-10-30T21:02:24.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>KECAP NO. 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;enjelang pemilihan presiden, banyak calon yang jual kecap. Semuanya ngaku punya kecap nomor satu. Mereka juga tak segan kalau kecap calon lain tak bermutu, bukan nomor satu. Seperti halnya pedagang di kaki lima, mereka menyebut kecapnya paling baik. Mereka pun mengumbar janji agar kecapnya laku terjual. Mereka begitu ramahnya menyapa calon pembeli. Senyum sumringah tersungging lebar. Rangkulan tangan pada calon pembeli begitu akrab menyentuh, tak peduli pengemis, pemulung, pedagang asongan, atau pejabat tinggi. Semua pihak mereka rangkul dengan tangan terbuka. Mendekap mereka dengan penuh kehangatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WQrt_-_kL5k/Tq1VmkWnL0I/AAAAAAAAE8s/Ov2vW9LBqPs/s1600/KETJAP%2BNO%2B1x.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-WQrt_-_kL5k/Tq1VmkWnL0I/AAAAAAAAE8s/Ov2vW9LBqPs/s200/KETJAP%2BNO%2B1x.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669281627011231554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Bahkan, para calon itu pun tak segan-segan memberi bonus plus-plus biar kecapnya dibeli orang. Banyak bonus yang mereka gelontorkan. Selain beli satu dapat sepuluh, mereka juga menjanjikan jalan raya yang mulus bila kecapnya laku terjual. Tak hanya itu, mereka pun memberi tambahan bonus yang lain, mulai dari pendidikan gratis, sembako yang murah, memberi pekerjaan, rasa aman dan damai, bebas korupsi, hingga biaya pengobatan yang murah dan gratis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Mulut mereka sampai berbusa menjual kecap nomor satunya. Biar tak garing, mereka juga mengundang penyanyi terkenal, menghibur para calon pembeli sebagai ajian lain agar mereka terpesona. Anak-anak pengemis, orang tua kere, hingga para pesakitan mereka beri ciuman kehangatan sembari berbisik, "Hidupmu akan lebih baik jika kecap saya kamu pilih, gratis lagi, tak perlu bayar".  Setelah itu, mereka pun memberi sangu pengganti ongkos pulang sambil melambai tangan ke arah mereka dengan senyum tak pernah lepas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oHyUbXxqGBY/Tq1YznumkJI/AAAAAAAAE84/AHbHtGpO7k8/s1600/kecap%2B1x.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oHyUbXxqGBY/Tq1YznumkJI/AAAAAAAAE84/AHbHtGpO7k8/s400/kecap%2B1x.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669285149790343314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Saat hari H-nya tiba, kecap nomor satu mereka pun laku terjual. Banyak calon pembeli yang memilih kecap mereka. Semua tertawa penuh kemenangan. Bagi pembeli, sudah terbayang di pelupuk mata, kebahagiaan dan kemakmuran buat mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Sebulan, setahun, dua tahun, tiga tahun, hingga lima tahun kemudian, tak ada satu pun janji pedagang kecap nomor satu itu yang direalisasikan. Banyak saja alasan mereka. Janji-janji manis yang diucapkan, senyum ramah yang sumringah, rangkulan yang hangat dan terbuka lebar tak lagi ditemukan. Jangankan menerima rangkulan, menemui mereka pun sulitnya minta ampun. Ada saja aturan yang harus dipenuhi kalau ingin bertemu. Padahal, mereka begitu dekatnya waktu jualan kecap, tak ada batasan, apalagi rintangan. Bahkan, nafas mereka pun bisa tercium apakah bau pete, atau jengkol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1138771331105066034?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1138771331105066034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/10/kecap-no-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1138771331105066034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1138771331105066034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/10/kecap-no-1.html' title='KECAP NO. 1'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WQrt_-_kL5k/Tq1VmkWnL0I/AAAAAAAAE8s/Ov2vW9LBqPs/s72-c/KETJAP%2BNO%2B1x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8629753506726765873</id><published>2011-10-14T12:56:00.006+07:00</published><updated>2011-10-20T10:48:10.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>UNDERDOG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lPl0f-bksh8/TpfXPt1B1EI/AAAAAAAAEwg/Kc5qHJrf3ic/s1600/loser.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 333px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lPl0f-bksh8/TpfXPt1B1EI/AAAAAAAAEwg/Kc5qHJrf3ic/s400/loser.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663231721441711170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;ulu saya selalu berpikir kalau diri saya ini seorang pecundang. Saya merasa tak ada hal menonjol dan perlu dibanggakan dari dalam diri saya. Kata anak sekarang, "Cemen". Saya selalu membandingkan diri saya dengan diri teman-teman lain. Saya selalu beranggapan kalau teman-teman saya itu punya nilai lebih dibanding saya. Gara-gara sikap tersebut, saya jadi lupa untuk menggali dan mengeksplorasi diri saya sendiri. Perasaan minder selalu menguasai saya. Akhirnya, saya pun jadi tak mengenal diri saya sendiri, parahkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Tak sampai di situ saja, saya juga selalu beranggapan kalau saya tak bisa melakukan apa-apa. Saya selalu menganggap diri saya tak mampu ketika dihadapkan dalam suatu tantangan. Padahal, tantangan yang ditawarkan tersebut sebenarnya bukan hal yang sulit. Lagi-lagi saya selalu mundur teratur. Ironisnya, teman-teman saya justru menganggap sebaliknya. Mereka menganggap saya punya potensi lebih dibanding mereka. Aneh memang, kenapa jadi terbalik-balik begini ya pemikiran orang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Untungnya, sikap jelek saya itu tak berlangsung lama. Bukan apa-apa, lama-lama bosan juga jadi pecundang terus. Menjadi underdog di tengah lingkungan sosial tak ada bagusnya. Memang, untuk mengalahkan diri sendiri itu susah. Apalagi mengenyahkan sikap-sikap yang bisa menurunkan kualitas diri di mata orang. Hidup cuma sekali, nikmatilah, dan beranilah berhadapan dengan kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8629753506726765873?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8629753506726765873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/10/underdog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8629753506726765873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8629753506726765873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/10/underdog.html' title='UNDERDOG'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lPl0f-bksh8/TpfXPt1B1EI/AAAAAAAAEwg/Kc5qHJrf3ic/s72-c/loser.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-3924198385286797561</id><published>2011-06-18T00:14:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T10:50:26.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>MANUSIA KALONG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;udah beberapa hari ini hidup saya bagai kalong. Mata tak pernah mau terpejam hingga larut. Lama-lama capek juga. Keranjingan nge-blog saya kambuh lagi, untung gak jadi goblog. Meski menurut saya masih dalam batas-batas yang wajar tapi lama-lama bisa merusak kesehatan juga ya. Seseorang yang kurang tidur biasanya jadi gampang sakit dan lelah kecuali kalau saya ini robot T2 di Terminator. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Sayangnya, saya ini bukan T2, saya hanya manusia biasa yang terbuat dari segumpal darah dan daging. Sudah selayaknya saya memejamkan mata sekarang tapi kok tetap susah juga ya. Isi kepala saya ini masih minta dikeluarkan semua, mumpung ide-ide masih nempel di kepala, banyak konsep dan ide itu yang harus saya tuang untuk menjadi sebuah tulisan. Kalau saya menunggu sampai besok pagi, semua ide dan konsep itu akan terbawa mimpi, payahkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Hanya malam hari saya bisa bekerja di depan komputer tanpa ada gangguan, semua senyap dan tak ada hingar-bingar, cuma suara-suara tikus di atas langit-langit rumah yang mencericit. Itu pun datangnya cuma sekali dua kali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Sekarang sudah menunjukkan pukul 00:25, sepertinya saya harus segera tidur, saya tak mau jadi kalong, yang hinggap dari satu atap ke atap lain hingga pagi menjelang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ow4LFUWr6L4/TfxAf9sCH5I/AAAAAAAAEmE/0v-2TfCxyjo/s1600/batman.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ow4LFUWr6L4/TfxAf9sCH5I/AAAAAAAAEmE/0v-2TfCxyjo/s400/batman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619437352930910098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gambar di atas manusia kalong juga cuman namanya lebih keren aja "Batman".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-3924198385286797561?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/3924198385286797561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/06/kayak-kalong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3924198385286797561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3924198385286797561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/06/kayak-kalong.html' title='MANUSIA KALONG'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ow4LFUWr6L4/TfxAf9sCH5I/AAAAAAAAEmE/0v-2TfCxyjo/s72-c/batman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1080752992401169376</id><published>2011-06-17T22:18:00.010+07:00</published><updated>2011-10-25T20:20:59.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>DUNIA TAK LAGI MENJADI TEMPAT MENARIK</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;adi pagi, status dalam fesbuk saya berkata, "Dunia tak lg jd tmpat yg menarik". Pernyataan itu memang keluar dari hati. Entah kenapa, saya tiba-tiba begitu bosan dengan hingar-bingar kehidupan dunia ini. Andai Planet Mars bisa dihuni sekarang, pasti saya langsung terbang ke sana. Seorang teman saya pun langsung menyahuti status saya itu dengan berkata, "eh, mo ngapain ne? mati jg ga keren2 amat ...". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SNCyiaB49rQ/TfuBVUQsCRI/AAAAAAAAEl8/4VZTmpCGXyk/s1600/bola-dunia.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SNCyiaB49rQ/TfuBVUQsCRI/AAAAAAAAEl8/4VZTmpCGXyk/s200/bola-dunia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619227163290765586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Saya langsung tertawa membaca sahutannya itu, "Siapa yang mau mati", kata saya dalam hati. Seorang teman lain menjawab status saya tersebut dengan berkata lebih bijak, "Ini tanda orang yg sudah beriman. Sebab, ia tdk lg cinta dunia. Tp, apa ini orang tdk lg takut mati ya?:))". Saya sangat senang dengan sahutan teman saya itu, lebih positif dalam menanggapi sesuatu. Saya jawab sahutannya itu, "Mati? Siapa takut".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Dunia memang tak semenarik dulu lagi. Keadaan dunia ketika saya masih kecil sudah berbeda jauh dibanding sekarang. Dulu saya bisa begitu puas berlari-larian di sebidang tanah lapang, belajar naik sepeda, dan bermain bola kasti bersama teman-teman masa kecil saya, ada Ijul, Agus, Rosmita, dan Juli. Saya sudah kehilangan kontak dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Kini, jangankan tanah lapang, mencari tempat atau arena bermain saja sangat sulit. Kalaupun ada, arena bermain tersebut hanya terdapat di mall dan tempat-tempat rekreasi lainnya yang jauh dari rumah. Anak laki-laki saya yang berusia tujuh tahun pun jadi kehilangan tempat bermainnya. Tak ada lagi taman bermain atau tanah lapang yang tersedia untuk menjajal aktivitasnya. Sekeliling rumah saya telah ditumbuhi oleh rumah-rumah tembok milik kaum kelas menengah. Akhirnya, waktu bermain anak saya hanya digunakan untuk main PS (Play Station). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Urusan tanah lapang baru satu contoh kecil untuk menggambarkan sebuah dunia yang tak lagi nyaman untuk ditempati. Dalam skala besar Anda pun sudah menyaksikan sendiri kalau dunia sudah bukan lagi tempat yang aman untuk hidup. Kejahatan makin merajalela, sedang aparat hukum dan keamanan lebih banyak yang menutup matanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1080752992401169376?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1080752992401169376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/06/dunia-tak-lagi-menjadi-tempat-menarik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1080752992401169376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1080752992401169376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/06/dunia-tak-lagi-menjadi-tempat-menarik.html' title='DUNIA TAK LAGI MENJADI TEMPAT MENARIK'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SNCyiaB49rQ/TfuBVUQsCRI/AAAAAAAAEl8/4VZTmpCGXyk/s72-c/bola-dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-7002122204059580099</id><published>2011-06-14T12:11:00.014+07:00</published><updated>2011-10-20T10:52:30.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>SETELAH 40</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;H&lt;/span&gt;ari ini usia saya sudah 40 pas. Seperti biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya, istri dan anak saya ngucapain selamat ulang tahun pada saya tadi pagi. Ada hadiah yang diberikan, tapi belum sempat saya buka, keburu harus berangkat kerja. Padahal, anak saya yang berusia 7 tahun itu setengah memaksa saya untuk membuka kado pemberiannya tersebut. Sambil berpakaian, saya katakan padanya, "Ntar malam aja ya". Sambil mengangguk ia pun pergi dari hadapan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bC--yx_4jc8/TfccQwtP9vI/AAAAAAAAEiE/Q7uohy50z4Y/s1600/40.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 330px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bC--yx_4jc8/TfccQwtP9vI/AAAAAAAAEiE/Q7uohy50z4Y/s400/40.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617990134446159602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Rasanya, saya baru saja lahir kemarin kok sekarang sudah 40 ya. Usia yang matang kata orang-orang. Dalam karir, usia segitu sedang mencapai puncaknya. Bahkan banyak yang bilang, hidup itu baru dimulai di usia 40, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;life begins @ 40&lt;/span&gt;. Saya tak percaya dengan pendapat terakhir ini. Bagaimana mungkin hidup itu dimulai pas usia 40. Saya tahu, itu cuma sebuah kiasan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hidup saya banyak yang berubah dibanding 10 tahun yang lalu. Sepuluh tahun yang lalu, saya tak punya istri dan anak, sekarang saya sudah memilikinya. Sepuluh tahun yang lalu saya belum punya rumah, sekarang saya sudah memilikinya meski dengan mencicil. Sepuluh tahun lalu rambut di kepala saya masih banyak ditumbuhi rambut, sekarang sudah rontok di bagian depan dan tengah. Saya pun jadi kelihatan tua dengan rambut semacam itu. Saya juga sekarang banyak lupanya terutama sama usia saya yang semakin tua (hehehe).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya coba merenung tentang hal-hal yang sudah saya dapatkan selama 40 tahun hidup di dunia. Hmmmmm (sambil berpikir keras untuk menyebutnya), kalau saya katakan, "Tak ada yang hebat dalam pencapaian hidup saya selama itu", tentu sangat naif. Bukankah punya keluarga yang manis merupakan suatu pencapaian yang hebat dalam hidup? Demikian pula dalam karir, kalau saya katakan, "Karir saya stagnan", tentu tak benar juga, buktinya saya masih dipercaya mengkoordinir teman-teman saya dalam satu divisi, meski tak banyak yang saya koordinir namun buat saya senang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau saya katakan, "Saya sudah merasa puas dengan pencapaian sekarang", tentu tak benar juga. Kepuasan itu sangat relatif. Masing-masing orang punya standar sendiri untuk menentukan tingkat kepuasannya. Jujur, masih banyak obsesi yang belum saya capai di usia 40 ini. Saya harus mengejar waktu, mengejar ketertinggalan dari teman-teman saya yang lain. Waktu yang saya miliki makin sempit dan kesempatan pun makin sedikit. Setelah 40, masih banyak hal yang perlu saya lakukan, yang perlu saya kejar sekuat tenaga.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 153);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sumber gambar: http://img362.imageshack.us&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-7002122204059580099?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/7002122204059580099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/06/setelah-40.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7002122204059580099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7002122204059580099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/06/setelah-40.html' title='SETELAH 40'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bC--yx_4jc8/TfccQwtP9vI/AAAAAAAAEiE/Q7uohy50z4Y/s72-c/40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1494238097167578834</id><published>2011-01-14T16:51:00.012+07:00</published><updated>2011-12-19T23:59:34.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='traveling'/><title type='text'>SUATU HARI DI KASTIL NEUSCHWANSTEIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;adi pas hunting foto di Google, saya nemu foto Kastil  Neuschwanstein. Gara-gara itu, saya jadi teringat dengan perjalanan  sekitar 8 tahun yang lalu (2003). Perjalanan paling jauh yang pernah  saya tempuh dan mendamparkan saya di kastil tersebut. Sebenarnya bukan  terdampar sih, cuma mendamparkan diri bareng bos saya. Namanya diajak  jalan-jalan sama bos, siapa yang berani menolak, ngarep malah, hehehehe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xJd6lODEpDw/TrUx8VpYUkI/AAAAAAAAFDE/WxHLtnpzGG8/s1600/Neuschwanstein.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xJd6lODEpDw/TrUx8VpYUkI/AAAAAAAAFDE/WxHLtnpzGG8/s400/Neuschwanstein.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671494218415624770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kastil Neuschwanstein (dalam bahasa Jerman-nya: Schloss [Schloß]  Neuschwanstein) terletak di lereng Pegunungan Alpen. Letaknya di dekat Hohenschwangau dan Füssen di Bayern barat daya, Jerman. Kastil ini dibangun atas perintah Raja Ludwig II dari Bavaria.  Kastil Neuschwanstein ini termasuk salah satu bangunan terindah di  Jerman. Tak heran kalau kastil ini termasuk bangunan yang paling banyak  difoto. Sayangnya, kita tak diperbolehkan memotret interior kastil  tersebut. Kastil Neuschwanstein dibuka untuk umum sejak tahun 1886.  Setiap tahun,   sekitar 1.3 juta orang mengunjungi kastil ini, dengan  6.000 orang per   hari pada musim panas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IUGFql0RFRo/TrUv0XpMxGI/AAAAAAAAFC4/9e0YiJizQzk/s1600/IMG_0307.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IUGFql0RFRo/TrUv0XpMxGI/AAAAAAAAFC4/9e0YiJizQzk/s400/IMG_0307.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671491882489529442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=" font-style: italic;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Siap-siap menuju Kastil Neuschwanstein&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pertama kali menginjakkan kaki di Kastil Neuschwanstein, saya merasa  berada di negeri dongeng. Rasanya, kisah-kisah tentang pangeran dan  putri raja dari dongeng-dongeng yang pernah saya baca hidup kembali di  alam nyata. Melihat bangunan kastil itu membuat mata tak mau dipejam,  tak puas-puasnya mata ini memandang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Untuk mencapai Kastil Neuschwanstein harus ditempuh pakai mobil atau  kereta kuda, karena letaknya jauh di atas bukit/gunung. Kalau jalan juga  bisa, tapi capek, jauh soalnya. Lebih asyik naik kereta kuda ketimbang  naik mobil, meski ongkosnya mahal tapi lebih fantastis. Ongkosnya tiap  orang sekitar 10 euro, kalau dikurskan ke rupiah sekitar 130 ribu. Dalam  kereta kuda bisa berisi sampai enam orang. Kereta kudanya jalan  lamat-lamat, jadi kita bisa memandang indahnya alam di Pegunungan Alpen  itu. Sesekali ketemu salju, maklum waktu itu menjelang musim gugur dan  musim panas hampir berakhir. Sampai di depan gerbang kastil, turis-turis  lain sudah banyak, termasuk turis Indonesia. Awalnya, saya kira mereka  itu turis dari Taiwan, gara-gara saya ngobrol pakai bahasa Indo, salah  seorang dari mereka menoleh sambil tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FGahrsvZUH4/Tu9tU5NX3DI/AAAAAAAAFS8/a6Thk0A4V_s/s1600/NEUSx.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 108px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FGahrsvZUH4/Tu9tU5NX3DI/AAAAAAAAFS8/a6Thk0A4V_s/s200/NEUSx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687885060113947698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dia tanya, “Dari Indonesia ya?”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Iya”, jawab saya. Sempat ngobrol juga dengan mereka, tapi tak lama, karena harus buru-buru masuk kastil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Sayangnya, sampai di depan kastil, para turis tak diperbolehkan masuk,  karena kastil lagi direnovasi. Kecewa memang, tapi tak apalah, yang  penting sudah menyaksikan bangunan indah dan megah itu. Untuk mengobati  rasa kecewa, poster kastil dan kartu post bergambar kastil yang dijual  para pedagang di sekitar kastil tersebut diburu para turis, termasuk  saya, tak mau ketinggalan. Saya pikir mumpung lagi di sana, karena  setelah itu perjalanan langsung berlanjut ke Oberamergau, sebuah desa  kecil yang terletak di distrik Garmisch-Partenkirchen, Bayern-Jerman,  tempat berlangsungnya Passion Play.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Biar saya bisa balik lagi ke Neuschwanstein, ada mitos yang mengatakan,  “Buang air kecillah di tempat yang ingin kamu kunjungi kembali”. Meski  tak percaya, tapi saya tetap mengikuti mitos tersebut. Sebelum pergi,  saya buang air kecil dulu di toliet walau harus mengorbankan 50 sen euro  dari saku saya, dan berharap bisa kembali lagi ke sana, suatu saat.  Ternyata, sudah sekitar 8 tahun berlalu, saya tak kembali lagi ke sana,  huuu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TiYCZFtwpHA/TrUvLEKRQvI/AAAAAAAAFCc/10wRjDJf9Ik/s1600/Neuschwanstein2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TiYCZFtwpHA/TrUvLEKRQvI/AAAAAAAAFCc/10wRjDJf9Ik/s400/Neuschwanstein2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671491172884890354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=" font-style: italic;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Di depan Kastil Neuschwanstein&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber foto: koleksi pribadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1494238097167578834?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1494238097167578834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/01/suatu-hari-di-kastil-neuschwanstein.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1494238097167578834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1494238097167578834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2011/01/suatu-hari-di-kastil-neuschwanstein.html' title='SUATU HARI DI KASTIL NEUSCHWANSTEIN'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xJd6lODEpDw/TrUx8VpYUkI/AAAAAAAAFDE/WxHLtnpzGG8/s72-c/Neuschwanstein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8028142839884998612</id><published>2010-11-25T15:54:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T10:42:11.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='childhood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>PAK NASRUN DAN BU SIMANJUNTAK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TO4lzCplMYI/AAAAAAAAEeo/z3CJMtCzpHI/s1600/mengajar.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 251px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TO4lzCplMYI/AAAAAAAAEeo/z3CJMtCzpHI/s400/mengajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543409750154490242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;&lt;br /&gt;T&lt;/span&gt;anggal 25 November hari ini, hari guru. Para guru pantas dibuatkan hari  khusus untuk mengingat jasa-jasa mereka. Jasa guru memang tak terbalas,  tanpa mereka saya mungkin tak bisa menulis di Kompasiana, tak bisa  baca, tak bisa berhitung, dan tak tahu apa-apa. Dari sekian banyak guru  yang pernah mendidik saya cuma Pak Nasrun dan Bu Simanjuntak yang sangat  membekas di hati saya, bukan karena mereka baik sama saya, atau bukan  pula jahat sama saya. Dua guru itu saya anggap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best is the best&lt;/span&gt;. Mereka  benar-benar tipe guru yang menjalankan profesinya dengan sangat baik.  Kalau Pak SBY buat polling tentang guru terbaik, pasti saya memilih  keduanya. Kenapa saya begitu menaruh hormat sama kedua guru saya itu?  Saya akan berbagi cerita tentang mereka.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pak Nasrun, beliau guru saya di kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah ketika di  Medan. Pak Nasrun pintar bercerita terutama kalau pelajaran Tarikh  (Sejarah Islam). Banyak kisah-kisah nabi yang diceritakan olehnya, semua  membekas di hati saya. Penuturannya baik dan buat saya  terpingkal-pingkal kalau ada yang lucu dari kisah-kisah itu. Saat  pelajaran Tajwid, Pak Nasrun sangat fasih melafalkan ayat-ayat Al-Quran.  Saya dan teman-teman dia gembleng biar bisa baca Al-Quran dengan baik.  Kadang buat saya stress juga. Bukan apa-apa, saya susah memahami ilmu  Tajwid itu. Meski demikian Pak Nasrun tak pernah menyerah walau otak  saya tetap bebal menerima pelajaran tersebut. Hasilnya memang tak  seperti yang diharapkan, namun ilmu Tajwid yang diajarkan Pak Nasrun  masih ada yang nempel di kepala sampai sekarang.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pak Nasrun memang profesional, tugas guru benar-benar diabdikannya meski  upah yang diterimanya tak banyak, cuma 15 ribu rupiah. Jangan kaget  dulu, itu upah 30 tahun yang lalu meski saya tahu upah itu tak cukup  buat menghidupi anak-anaknya yang berjumlah lima orang. Seusai mengajar,  Pak Nasrun banting stir jadi penjual roti keliling. Saya pernah beberapa  kali memergokinya lewat di depan rumah saya. Roti itu dia jaja pakai  sepeda onthelnya yang butut. Kalau ketemu saya, Pak Nasrun selalu  mengembangkan senyumnya yang lebar, baris giginya yang rapi pasti  terlihat. Pak Nasrun memang ganteng kayak orang Arab padahal dia bersuku  Mandailing seperti ibu saya, marganya Lubis. Pak Nasrun hidup  bersahaja, baju dan celananya buat mengajar saja jarang ganti namun  tetap bersih. Saya sampai hapal model dan warnanya, kemeja bergaris  tipis dan warna keputihan dengan celana berwarna gelap.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setamat sekolah, saya tak pernah lagi bertemu Pak Nasrun, cuma waktu di  SMP saya pernah ketemu karena rumahnya dekat dengan SMP saya, itupun tak  sering. Sekarang, saya tak pernah mendengar kabar beritanya. Kata abang  saya, Pak Nasrun sudah meninggal, tapi dia juga tak tahu pasti.  Rumahnya pun sudah pindah. Ada atau sudah tiada, pahala Pak Nasrun akan  terus berjalan sepanjang ilmu dan kebaikannya masih saya ingat dan  terapkan. Adakah guru semacam Pak Nasrun sekarang?  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lain Pak Nasrun lain pula Bu Simanjuntak. Sampai sekarang saya tak tahu  nama sebenar Bu Simanjuntak itu siapa, cuma marganya itu yang saya  ingat, Simanjuntak. Bu Simanjuntak guru saya ketika di kelas 1 Sekolah  Dasar. Saat di pendidikan dasar, saya memang bersekolah di dua  jenis sekolah, sekolah umum dan madrasah. Pak Nasrun guru di madrasah  ibtidaiyah sedang Bu Simanjuntak guru di sekolah dasar saya. Bu  Simanjuntak memang galak, perawakannya gemuk, pendek, dan berkulit  hitam. Rambut panjangnya selalu dia sanggul. Beliau jarang tersenyum,  saya dan teman-teman tak ada yang berani ribut kalau di dalam kelas.  Semua mata terpaku menatapnya kalau dia sudah memberikan pelajaran di  depan kelas.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi saya, Bu Simanjuntak sangat berjasa. Berkat dia, saya jadi bisa  membaca. Bayangkan, ketika masuk SD saya tak mengenal huruf dan angka.  Maklum saja, waktu itu saya tak pernah mengenyam pendidikan TK. Tapi itu  tak masalah, baru tiga bulan di sekolah dasar, saya sudah bisa baca dan  berhitung. Koran dan majalah pun sudah saya baca habis. Itu berkat Bu  Simanjuntak. Banyak orang tua murid yang ingin anaknya diajar sama Bu  Simanjuntak. Padahal, dia jarang tersenyum, ramah pun tidak, cuma kesan  galak dan kejam yang ada dalam dirinya. Namun kemampuan dia mengajar  buat semua orang lupa sama karakternya. Itulah Bu Simanjuntak, dialek  Batak-nya masih kental kalau mengajar. Suaranya menggelegar, buat saya  dan teman-teman gemetaran. Gara-gara itu, saya jadi terpacu untuk  belajar membaca dan berhitung biar lekas bisa. Andai Bu Simanjuntak tak  seperti itu, barangkali saya tak bisa baca dan berhitung untuk waktu  yang lama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selesai sekolah dasar, saya tak tahu kabar berita tentang guru kelas  satu saya itu. Bu Simanjuntak hilang ditelan Bumi, katanya sih beliau  sudah tiada. Sayang, saya belum sempat memberi dia sesuatu, buat sekadar  ucapan terima kasih. Meski saya tahu, jasa-jasanya tak bisa saya balas.  Begitu pula dengan Pak Nasrun. Hari ini saya cuma bisa memberi ucapan  selamat buat kedua guru saya itu, “Selamat Hari Guru ya Pak, Selamat  Hari Guru ya BU”. Kalian berdua selalu ada di hati, GBU, God Bless You.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan ini sudah dimuat di blog Kompasiana: &lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/25/pak-nasrun-dan-bu-simanjuntak/"&gt;http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/25/pak-nasrun-dan-bu-simanjuntak/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8028142839884998612?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8028142839884998612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/11/pak-nasrun-dan-bu-simanjuntak.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8028142839884998612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8028142839884998612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/11/pak-nasrun-dan-bu-simanjuntak.html' title='PAK NASRUN DAN BU SIMANJUNTAK'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TO4lzCplMYI/AAAAAAAAEeo/z3CJMtCzpHI/s72-c/mengajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-2307721768286292516</id><published>2010-07-30T15:27:00.006+07:00</published><updated>2011-10-25T14:28:52.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='childhood'/><title type='text'>BAPAKKU BUKAN BINATANG JALANG</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Bapakku bukan binatang jalang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Dari kumpulan yang terbuang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QQUpN-lXGSI/TqZjEG7Z7nI/AAAAAAAAE54/z2XZ8ibcohE/s1600/chairil_major.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QQUpN-lXGSI/TqZjEG7Z7nI/AAAAAAAAE54/z2XZ8ibcohE/s320/chairil_major.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667326103322750578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;epenggal kata-kata di atas merupakan plesetan dari puisi karya Chairil Anwar yang berjudul "Aku". Bukan maksud ingin merusak makna puisi yang terkenal ke seantero Nusantara itu, tapi hanya sekadar menggambarkan dan menegaskan bahwa Bapakku bukanlah binatang jalang dalam arti sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Terus terang, aku tak begitu dekat dengan Bapak. Bapak punya sifat yang kaku terhadap anak-anaknya, dan tak bisa romantis pada Emakku. Itulah Bapakku, namun dalam hidup dia selalu jujur, termasuk jujur pada pembeli yang menjadi pelanggan usaha dagang beliau. Dahulu, sekitar awal tahun 70-an, saat abang-abang dan kakakku masih kecil, usaha dagang kelontong (barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari) yang dijalankan Bapak sangatlah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak punya toko kelontong di daerah pusat Kota Medan, dekat dengan terminal Sambu, dan pajak sentral (orang Medan menyebut pasar dengan nama pajak). Tokonya kata Emakku cukup besar dan banyak pembelinya. Namun, pas pertengahan tahun 70-an, abangku yang paling besar harus menjalankan serangkaian operasi untuk memperbaiki saluran urine di batang zakarnya agar normal kembali. Kelainan ini sudah diderita abang sejak lahir. Dan biaya operasi buat abang cukup mahal kala itu, kalau dikurskan dengan nilai nominal sekarang bisa mencapai 100 juta. Mau tak mau, Bapak pun harus menjual toko kelontongnya untuk menambah biaya operasi abang yang kala itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Toko terjual, Bapak pun mulai membuka usaha yang sama, namun kali ini dibuka di rumah. Kamar paling depan yang menghadap jalan raya dikorbankan dan dijadikan toko kecil buat melanjutkan usaha Bapak kembali.Usaha ini pun lumayan sukses meski akhirnya habis juga. Banyak faktor yang mendorong usaha Bapak naik-turun, selain banyaknya pesaing di dekat rumah, biaya hidup dan sekolah kami sebagai anak-anaknya pun mulai besar. Seringkali modal pokok toko itu terpakai buat biaya hidup dan sekolah. Akhirnya, isi toko itu tak seramai dulu lagi. Biasanya, berkarung-karung beras selalu menumpuk di toko itu, namun lambat laun menjadi tinggal satu karung. Demikian pula dengan barang-barang lainnya tak sebanyak dulu lagi. Orang-orang pun malas belanja ke toko Bapak, karena banyak barang yang mereka butuhkan tak lagi ada di toko Bapak. Akhirnya mereka pun beralih ke toko tetangga yang lebih besar dan lengkap. Toko Bapak pun seakan hidup segan, mati tak mau. Untuk beralih ke usaha lain Bapak tak punya kepandaian. Bapak hanya lulusan SR (sekolah Rakyat) yang setara dengan SD sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Emakku pun turut membantu mencari nafkah. Sama seperti nenekku, Emakku pintar bergaul, luwes sama semua orang, pintar memikat hati orang, dan sangat cerdas. Emakku pun berdagang mengikuti jejak nenek. Emak berdagang apa saja, mulai dari kain, baju, barang-barang elektronik, perabotan rumah tangga, hingga perhiasan emas dan berlian. Keuntungan dari berdagang itu digunakan untuk biaya sehari-hari dan biaya sekolah. Untungnya, kami, anak-anaknya, bersekolah di negeri semua, kecuali abangku yang nomor empat. Sekolah negeri tak semahal dulu, benar-benar murah. Tak seperti sekarang, untuk masuk SD Negeri berstandar nasional saja harus mengeluarkan uang yang tak sedikit. Apalagi kalau sekolah negeri yang berstandar internasional pasti lebih mahal lagi. Untungnya, sekolah-sekolah negeri di tahun 80 hingga 90-an tak semahal sekarang. Emakku pun tak perlu repot memikirkan biaya sekolah anak-anaknya. Andai masa itu seperti sekarang, semua harga kebutuhan pokok dan biaya sekolah mahal pasti Emakku menjerit. Jadi, tak heranlah kalau Emakku sangat mengidolakan Soeharto. Meski korupsinya banyak, namun harga-harga di pasaran masih murah, demikian alasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Bantuan Emak dalam mencari nafkah membuat Bapakku sangat terbantu. Namun jeleknya, Bapak jadi tergantung sama pencarian Emak. Bapak jadi malas berpikir dan berusaha, alasannya dia tak bisa usaha apa-apa kecuali berdagang. Sedang untuk menjalankan usaha dagangnya kembali dibutuhkan modal tak sedikit. Menjelang akhir tahun 90-an, toko Bapak pun tutup. Bapak pun hanya duduk-duduk dan menunggui rumah. Beliau juga kurang suka bergaul, kebalikan dari sifat Emakku. Hal inilah yang membuat keluarga dari pihak Emak menyepelekan Bapak. Bapak dituding tak bertanggung jawab sama keluarganya, membiarkan Emak mencari Nafkah sendiri. Bahkan aku pun turut membenci Bapak, dan menganggap beliau tak menyayangiku. Ternyata kebencian dan tuduhanku salah besar, saat hari wisudaku tahun 1997 Bapak menangis di depanku, dia memeluk dan menciumku. Dia minta maaf padaku karena tak bisa membiayaiku dengan maksimal, semua berkat perjuangan emakku. Itulah pertama kali kulihat Bapak menangis sebelum dia meninggalkanku selamanya dua tahun kemudian pas usia 66.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-2307721768286292516?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/2307721768286292516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/bapakku-bukan-binatang-jalang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2307721768286292516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2307721768286292516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/bapakku-bukan-binatang-jalang.html' title='BAPAKKU BUKAN BINATANG JALANG'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QQUpN-lXGSI/TqZjEG7Z7nI/AAAAAAAAE54/z2XZ8ibcohE/s72-c/chairil_major.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-845277411174255829</id><published>2010-07-30T15:20:00.008+07:00</published><updated>2011-10-25T15:01:17.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='childhood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>ROSMITA, TEMAN KECILKU TAPI BUKAN CINTA PERTAMAKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;R&lt;/span&gt;osmita nama teman kecilku dulu, sekitar tahun 70-an hingga awal 80-an. Kami berteman akrab sejak belum sekolah, masih balita, hingga masuk sekolah dasar kelas lima. Rosmita tetangga depan rumahku di Jalan Selamat Medan, daerah Simpang Limun. Aku kenal baik dengan ibu dan kakak-kakaknya. Bahkan sangking akrabnya aku dengan Rosmita, keluarganya menganggap aku sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri. Ibunya pun sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Sampai-sampai aku lupa sama rumah dan keluargaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-myMKDQZQjAs/TqZrtKyLhMI/AAAAAAAAE6c/gFQBlAsz3LM/s1600/suri-cruise.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-myMKDQZQjAs/TqZrtKyLhMI/AAAAAAAAE6c/gFQBlAsz3LM/s320/suri-cruise.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667335604825457858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Rosmita anak bungsu dari tujuh bersaudara. Mereka dulunya sangat makmur dan kaya, apalagi saat papa mereka masih hidup. Di daerah itu, merekalah yang pertama kali punya mobil dan televisi berwarna. Sepanjang tahun, setiap anak dari keluarga itu selalu merayakan pesta ulang tahun besar-besaran, banyak tamu yang diundang dan aku turut merayakannya, terutama mencicipi makanan-makanan yang disediakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Rosmita dan aku suka bermain berdua, mulai main tali karet, petak umpet,hingga masak-masakan. Kalau main masak-masakan, biasanya aku berperan jadi Bapaknya dan dia Ibunya. Kami juga sering mandi bareng, untung kala itu kami masih kecil, kalau sudah dewasa tak tahulah apa yang terjadi. Barangkali ada adegan mirip Ariel dan Luna di tahun 70-an, hehehehe. Kalau makan pun kami suka sepiring berdua. Benar-benar tak bisa dilepaskan. Kami juga suka diledek sama teman-teman dan kakak-kakaknya Rosmita, kalau kami itu pacaran. Pacaran? Yang benar saja, wong kami masih balita. Tapi ledekan itu buat kami tersipu-sipu dan malu, selanjutnya cuek, namanya juga anak-anak. Bahkan, kami juga suka main dokter-dokteran, mengenal anggota tubuh masing-masing. Pernah suatu kali kami disuruh berciuman oleh salah seorang teman laki-laki kakaknya Rosmita. Adegan itu benar-benar buat heboh meski kami berdua tak merasakan apa-apa. Abangku yang tahu masalah itu langsung mengadu pada Emak, tapi Emakku tak bertindak apa-apa, mungkin beliau berpikir kalau kami itu masih anak-anak. Beliau cuma berkata, "Jangan mau disuruh gituan lagi, ya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Setelah kelas lima, pertemananku dengan Rosmita mulai renggang dan tak semanis dan seakrab dulu. Bahkan kini, aku tak pernah mendengar kabar beritanya. Entah kenapa, terkadang saat mengingat masa kecil, ingatanku pasti tertuju pada Rosmita. Anehnya, saat duduk di bangku SMP, dan masuk masa pubertas, aku tak merasakan sensasi cinta pada Rosmita. Aku hanya merasa dia itu seperti saudara kandungku sendiri. Apa karena aku belum mengenal cinta ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Papanya Rosmita seorang keturunan Belanda, blasteran. Orang-orang sekitar memanggilnya Tuan Nindo (artinya setengah Indonesia). Keluarganya masih banyak berada di Belanda. Tuan Nindo menikahi ibunya Rosmita yang janda. Dari hasil perkawinan Tuan Nindo dan Ibunya Rosmita itu lahirlah Rosmita dan Kakaknya. Sedang saudara-saudara Rosmita yang lain berasal dari suami pertama Ibunya Rosmita. Ibunya Rosmita menurut gossip-gossip yang kudengar kala itu adalah pembantunya keluarga Tuan Nindo. Tuan Nindo jatuh cinta pada pembantunya itu meski sudah janda dan beranak lima. Memang terbukti ya kalau cinta bisa mengalahkan segalanya, dan cinta itu memang buta. Padahal, Tuan Nindo bisa mendapatkan perawan yang lebih baik dan cantik. Itulah cinta, mau diapain lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Saat kematian Tuan Nindo, Rosmita dan Kakaknya mau dibawa ke Belanda oleh keluarganya Tuan Nindo yang tinggal di sana. Namun ibunya Rosmita tak mengizinkan. Barangkali kalau diizinkan, aku tak bakal kenal dengan Rosmita. Sudah takdir memang. Akhirnya Rosmita dan kakaknya tinggal bersama ibu dan saudara-saudara tirinya. Tuan Nindo banyak meninggalkan harta untuk ibunya Rosmita. Dan itu membuat keluarga Rosmita jadi lupa diri, mereka lebih suka foya-foya. Ibunya tak mencari usaha lain, tidak bekerja juga. Semua harta peninggalan digunakan untuk hal tak berguna. Mulai dari merayakan pesta ulang tahun, belanja baju mahal dan bagus, hingga buat pacaran. Bahkan pernah suatu kali, pacar ibunya mejadi pacar anaknya, keluarga yang unik memang. Mereka kurang mementingkan pendidikan. Akhirnya untuk menutupi gaya hidup mereka, ibunya Rosmita pun hutang sana sini. Hutang pada rentenir dengan bunga yang gila-gilaan. Tragisnya, untuk menutupi semua hutang, tanah, kebun, dan rumah pun dijual. Rosmita pun pindah rumah, di pinggiran kota Medan, dan hidup sengsara. Sejak itulah aku tak pernah lagi ketemu Rosmita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-845277411174255829?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/845277411174255829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/rosmita-teman-kecilku-tapi-bukan-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/845277411174255829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/845277411174255829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/rosmita-teman-kecilku-tapi-bukan-cinta.html' title='ROSMITA, TEMAN KECILKU TAPI BUKAN CINTA PERTAMAKU'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-myMKDQZQjAs/TqZrtKyLhMI/AAAAAAAAE6c/gFQBlAsz3LM/s72-c/suri-cruise.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8685883457830602164</id><published>2010-07-26T14:32:00.010+07:00</published><updated>2011-10-25T15:09:26.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='childhood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>SI BAGEDOK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;B&lt;/span&gt;agedok adalah nama seorang temanku saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 5. Ada suatu kisah tentang dia yang ingin kusampaikan, meski kisahnya sepele, tapi bisa dijadikan bahan renungan dan pembelajaran bagi kita dan anak-anak kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagedok bukanlah nama sebenarnya, itu cuma nama panggilan di kalangan teman-teman dekatnya dulu. Nama sebenarnya cukup bagus, Budi. Budi berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran. Secara terminologi, kata budi ialah yang ada pada manusia yang berhubungan dengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran, rasio yang disebut dengan nama karakter. Kalau disandingkan dengan budi pekerti maka dapat diartikan sebagai perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang bermanifestasi pada karsa dan tingkah laku manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-z9xeK_mNrSQ/TqZuaM47qLI/AAAAAAAAE6o/x-q0Q_fFQFc/s1600/drug-addict.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-z9xeK_mNrSQ/TqZuaM47qLI/AAAAAAAAE6o/x-q0Q_fFQFc/s320/drug-addict.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667338577508018354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagedok anak yang tampan, sayang kelakuannya kurang bisa dipuji, suka bolos, dan sering tak masuk sekolah. Jadi tak heran kalau sampai duduk di kelas 5 SD dia belum bisa baca, dan selalu naik kelas dengan kategori "naik percobaan". Bahkan sudah dua kali dia tidak naik kelas. Bagedok sebenarnya teman satu kelas abangku. Namun karena tidak naik ke kelas 6, akhirnya dia satu kelas denganku di kelas 5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagedok punya saudara banyak, seingatku dia 8 bersaudara, dia anak nomor dua, abangnya pergi merantau ke Jakarta. Orangtuanya berdagang di Pajak Simpang Limun di kota Medan. Istilah "pajak" itu merupakan sebutan orang Medan untuk menyebut "pasar". Terkadang bapaknya "narik" (nyetir) bemo atau "sudaco". Orang medan menyebut angkutan umum dengan nama "sudaco". Mereka hidup pas-pasan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setamat Sekolah Dasar, aku kehilangan kontak dengan Bagedok, cuma sesekali aku ketemu dia, pas lagi ke pasar atau ketemu di jalan. Setelah SMP hingga masuk perguruan tinggi aku tak pernah lagi ketemu dia. Kabar terakhir yang sempat aku dengar dari teman SD-ku yang lain, Bagedok ikut merantau ke Jakarta bersama abangnya. Namun aku tak pernah ketemu dia ketika aku sudah tinggal di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekitar 10 tahun yang lalu, saat pulang ke Medan, tanpa diduga aku ketemu Bagedok di Jalan Sisingamangaraja, dekat pertigaan jalan ke rumahku, daerah Simpang Limun. Bagedok tak lagi berbaju, sangat kumuh, rambut terurai panjang, tertawa riang sepanjang jalan, dan menari-nari di jalan itu dengan asyiknya, seolah-olah ada musik dangdut di depannya, terkadang dia marah-marah pada abang-abang tukang becak yang menertawakannya. Bagedok tak lagi normal seperti dulu. Menurut temanku yang sempat kutemui, Bagedok menjadi korban Narkoba di Jakarta, karena terlalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;over&lt;/span&gt;, syaraf di otaknya pun rusak, hingga buat dia jadi gila. Kini, 10 tahun telah berlalu sejak ketemu Bagedok di jalan itu, aku enggak pernah mendengar kabar beritanya lagi, mungkin dia sudah jadi penghuni jalanan, atau terkapar mati karena kelaparan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;who knows&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8685883457830602164?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8685883457830602164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/si-bagedok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8685883457830602164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8685883457830602164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/si-bagedok.html' title='SI BAGEDOK'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-z9xeK_mNrSQ/TqZuaM47qLI/AAAAAAAAE6o/x-q0Q_fFQFc/s72-c/drug-addict.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4824046547880855828</id><published>2010-07-14T13:12:00.008+07:00</published><updated>2011-10-30T21:42:36.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>BELAJAR MENGHARGAI DIRI SENDIRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;ak hanya orang lain yang perlu dihargai, diri sendiri pun harus dihargai. Bagaimana orang bisa menghargai diri kita kalau diri sendiri tak dihargai. Banyak cara menghargai diri sendiri, mulai dari menjaga sikap dan perkataan hingga memperhatikan penampilan biar sedap dipandang mata. Sedap dipandang mata tak harus memakai pakaian mahal dan bermerk, atau mengenakan aksesories yang mahal, atau mempunyai wajah cantik dan rupawan. Semuanya serba relatif, tergantung cara kita mau menampilkan diri kita seperti apa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EaiVqCdumJs/TqZwue0KXeI/AAAAAAAAE60/6OdaD9RD3WA/s1600/mr%2Bbean.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 220px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EaiVqCdumJs/TqZwue0KXeI/AAAAAAAAE60/6OdaD9RD3WA/s320/mr%2Bbean.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667341124940488162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terus terang, tulisan ini terinspirasi gara-gara seorang teman. Temanku itu masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;single&lt;/span&gt;, belum punya pacar, apalagi istri. Usianya sudah menginjak kepala empat, namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda dia bakal punya pasangan. Dalam beberapa pembicaraan, dia ingin punya istri yang cantik, putih, pintar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;smart&lt;/span&gt;, mandiri, dan tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;morotin&lt;/span&gt; alias tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;matre&lt;/span&gt;. Keinginan itu wajar sebagai seorang laki-laki normal, dan hampir semua laki-laki punya keinginan seperti itu. Mungkin gara-gara itu temanku masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngejomblo &lt;/span&gt;sampai sekarang karena belum ketemu pasangan yang pas. Namun bukan hal itu yang ingin kupermasalahkan. Sebagai seorang laki-laki dia kurang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gentle&lt;/span&gt;. Dia kurang berjibaku untuk mendapatkan kekasih pujaannya, gampang menyerah, kurang percaya diri, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;minderan&lt;/span&gt;. Hingga beberapa perempuan yang pernah ditaksir terbang begitu saja tanpa sempat didekati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ironisnya, beberapa teman lain yang ingin membantu dia untuk mendapatkan jodoh, dia tolak mentah-mentah. Alasannya, perempuan yang diperkenalkan padanya itu tak sesuai dengan kriteria yang ia inginkan,  yang terlalu gendutlah, terlalu hitamlah, kurang cakeplah, dan sebagainya. Parahnya, dia mengatakan itu sambil tertawa. Pernah terpikir olehku kalau temanku ini seorang tak tahu diri. Pikiranku itu ada benarnya dan seharusnya dia berkaca pada diri sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Secara fisik dia bukan golongan yang tampan dan gagah perkasa, kemampuan otak juga pas-pasan, tidak pintar-pintar amat, dan tidak bodoh-bodoh amat. Secara finansial, dia sebenarnya bisa membuat dirinya lebih menarik lagi. Zaman sekarang, apa sih yang tak bisa buat seseorang menjadi menarik dan sedap dipandang, asal ada uang semua bisa terlaksana. Sayangnya, temanku itu tak berpikiran seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dia terlalu tak peduli dengan apa yang dia pakai. Kalau diamati, baju yang ia pakai sehari-hari ke kantor tak lebih dari beberapa potong. Ini kelihatan dari corak dan model baju yang ia pakai dari hari ke hari, itu-itu saja, kecuali kalau dia memang membeli baju yang sama untuk beberapa lusin. Demikian juga dengan celana yang ia pakai, sering tak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;matching&lt;/span&gt; dengan atasannya karena celana yang dia punya pun bisa dihitung dengan jari. Terlalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cuek&lt;/span&gt; memang temanku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikatakan tak punya uang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;that's impossible&lt;/span&gt;. Dengan gaya hidup yang sederhana dan tak royal, dia bisa menabung lebih dari cukup setiap bulannya. Dia tak menghambur-hamburkan uangnya untuk nonton di bioskop, bahkan rekreasi ke luar kota juga tak pernah, hidupnya cuma untuk kantor, kost-an, dan rumah orangtuanya. Bahkan selama bertahun-tahun bekerja, isi kamar kost-nya cuma ada satu tempat tidur pemberian pemilik kost tersebut, satu lemari kecil,  dan ember, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;that's it&lt;/span&gt;, tak ada yang lain, TV pun tak punya, apalagi perangkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Home Theatre&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hi-fi&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-i7JoCQNrrjM/Tq1iLPDLBPI/AAAAAAAAE9Q/S_vSkd3gcZI/s1600/mr-bean.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-i7JoCQNrrjM/Tq1iLPDLBPI/AAAAAAAAE9Q/S_vSkd3gcZI/s400/mr-bean.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669295451087242482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Awalnya kupikir, dia menanggung hidup orang tua dan saudara-saudaranya, namun nyatanya tidak. Orang tuanya punya cukup biaya untuk menghidupi diri mereka sendiri, punya mobil, bahkan anak-anak orang tuanya itu sudah mendapat jatah rumah, termasuk temanku itu. Jumlah saudaranya pun tak banyak. Mereka cuma bertiga, dia anak yang tengah. Saudara-saudaranya pun sudah mandiri semua, dan tak ada yang nyusah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hidup cuma sekali dan temanku itu tak menikmati hidupnya sendiri. Penghargaan atas dirinya tak ditempatkan pada posisi yang utama. Seharusnya dia belajar menghargai dirinya sendiri. Untuk apa uang disimpan kalau tak bisa menyenangkan diri sendiri. Selama berteman dengannya tak kulihat dia memiliki satu prioritas pun, dan tak tahu apa yang ingin dicapai dalam hidupnya. Meskipun ada, dia tak terlalu gigih untuk mendapatkannya. Dia cuma berdoa, tafakur, dan berserah diri sama yang di Atas. Beberapa nasihat pernah terlontar padanya, namun sayang, semua tak berarti. Dia tetap dengan pilihan hidupnya, mengharap perempuan cantik, tanpa berusaha memperbaiki dir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;i. Aku jadi bertanya sendiri, temanku itu menjalani hidup hemat atau pelit ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4824046547880855828?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4824046547880855828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/belajar-menghargai-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4824046547880855828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4824046547880855828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/belajar-menghargai-diri-sendiri.html' title='BELAJAR MENGHARGAI DIRI SENDIRI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EaiVqCdumJs/TqZwue0KXeI/AAAAAAAAE60/6OdaD9RD3WA/s72-c/mr%2Bbean.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8431408357064699050</id><published>2010-07-09T09:26:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T11:02:11.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>SI PENUNGGU ISTANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;anggal 08 Juli kemarin, Pak SBY bersama Bu Ani SBY beserta Pak Budiono dan sejumlah menteri lainnya menanam tiga batang pohon Trembesi muda di halaman Istana Presiden. Usia Trembesi muda itu baru lima tahun. Penanaman ini dimaksudkan untuk menggantikan pohon-pohon Trembesi tua yang sudah berusia hampir 200 tahun. Pohon Trembesi tua di halaman istana itu ditanam sekitar tahun 1825, bersamaan dengan Perang Diponegoro melawan penjajah Belanda. Mengapa pohon Trembesi yang dipilih untuk menghiasi halaman istana?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TDaTwSodtCI/AAAAAAAAEZY/9CfBgku3bTM/s1600/14212.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TDaTwSodtCI/AAAAAAAAEZY/9CfBgku3bTM/s1600/14212.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 258px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TDaTwSodtCI/AAAAAAAAEZY/9CfBgku3bTM/s400/14212.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491739253469459490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Presiden SBY menyaksikan Ibu Ani menanam pohon Trembesi di halaman  belakang Istana Merdeka, Kamis (8/7) sore. (foto:  abror/presidensby.info)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pohon Trembesi atau dalam bahasa latinnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Samanea Saman&lt;/span&gt; (ada juga yang menyebutnya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Albizia Saman&lt;/span&gt;) sangat cocok dijadikan sebagai perindang dan resapan air, daun-daunnya rimbun, batangnya besar dengan cabang dan ranting-ranting yang melebar sampai  belasan meter. Meski daunnya mudah rontok di musim kemarau, tetapi  akan bersemi lagi dalam waktu singkat. Buahnya pun kecil-kecil dan  relatif ringan, sehingga tidak membahayakan, dan kalau menjatuhi orang, anak-anak, kaca  kendaraan atau genteng tidak menyebabkan kerusakan berat. Itulah sebabnya kenapa pohon Trembesi yang dipilih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untuk meremajakan pohon Trembesi tua sembari menunggu trembesi muda menjulang tinggi dan besar, beberapa dahan dan ranting yang menjuntai hingga menyentuh tanah pun dipangkas. Namun, apa yang terjadi saat dahan dan ranting Trembesi tua itu akan dipangkas? Mesin gergaji pemotong atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chain saw &lt;/span&gt;yang dioperasikan oleh staf Rumah  Tangga Kepresidenan berkali-kali mati. Presiden pun akhirnya  memerintahkan agar pemotongan dahan dan ranting Trembesi tua itu dibatalkan. Sambil  terkekeh Pak SBY berkata, "Sudah,  sudah. Nanti saja, mungkin ada yang 'menjaga'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ternyata Istana Presiden atau yang dikenal dengan Istana Negara itu tak hanya dilindungi dan ditunggui oleh pohon Trembesi semata, tetapi ditunggui juga oleh makhluk lainnya yang tak kasat mata. Terserah mau percaya atau tidak, tapi demikianlah adanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sumber berita: &lt;a href="http://id.news.yahoo.com/kmps/20100709/tpl-hii-trembesi-istana-ada-penunggunya-81d2141.html"&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;, 09 Juli 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8431408357064699050?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8431408357064699050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/si-penunggu-istana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8431408357064699050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8431408357064699050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/07/si-penunggu-istana.html' title='SI PENUNGGU ISTANA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TDaTwSodtCI/AAAAAAAAEZY/9CfBgku3bTM/s72-c/14212.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-3243139749330647485</id><published>2010-06-25T13:46:00.010+07:00</published><updated>2011-11-01T23:32:17.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie-freak'/><title type='text'>BETAPA PUITISNYA FILM KITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-j4C7pntwuQI/TrAe_6GR8UI/AAAAAAAAFAE/AXYhR4D4tAg/s1600/3poster1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-j4C7pntwuQI/TrAe_6GR8UI/AAAAAAAAFAE/AXYhR4D4tAg/s400/3poster1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670066014135644482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;ahun 80-an, usiaku baru menginjak remaja. Waktu itu ada beberapa judul film Indonesia yang sampai sekarang masih kuingat. "Sejuta Serat Sutra" merupakan salah satu judul yang paling kuingat. Judulnya cukup puitis ya, tapi maknanya sulit dimengerti.  Ada juga "Di Balik Kelambu",  baca judulnya saja membuat interpretasiku macam-macam. Yang tentu semuanya negatif, pikirku kala itu, pasti isi filmnya adegan ranjang semua, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wuih&lt;/span&gt;, ternyata tidak, malah jalan ceritanya bagus. "Bukan Impian Semusim", judul ini nih yang buat aku jadi tambah bingung, susah dimaknai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSUv5csheI/AAAAAAAAEYg/Dkvneq2bsEQ/s1600/dibalik-kelambu-1982.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSUv5csheI/AAAAAAAAEYg/Dkvneq2bsEQ/s400/dibalik-kelambu-1982.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486673796640048610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Adegan "Di Balik Kelambu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Namun di antara ke semua judul puitis film 80-an itu, ada satu yang tak pernah kulupa, "Ranjang Pengantin", judulnya bukan puitis tapi kalau dibuat menjadi sebuah judul puisi pasti menarik dan sangat puitis, karena bisa dinterpretasikan ke beragam macam. Sebenarnya "Ranjang Pengantin" bukan masuk era 80, tapi tahun 70-an. Aku baru melihatnya sekitar tahun 80-an, apalagi film itu sering diputar ulang di acara "Film Cerita Akhir Pekan" jaman TVRI berjaya dulu, jadi kuanggap film itu masuk era 80. Film ini nih yang benar-benar film panas, sepanas hatiku ketika pertama kali menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lfV1T-KKKa0/Tq1lbsTbhWI/AAAAAAAAE9o/F41MXivUjeY/s1600/Ranjang%2BPengantin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lfV1T-KKKa0/Tq1lbsTbhWI/AAAAAAAAE9o/F41MXivUjeY/s400/Ranjang%2BPengantin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669299032352851298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bayangkan, adegan di pinggir pantai antara Slamet Rahardjo bareng Lenny Marlina cukup berani untuk ukuran film jaman itu. Film ini tak melulu adegan panas-panasan, alur ceritanya cukup bagus dan tragis. Ceritanya begini nie ....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bram (Slamet Rahardjo) berasal dari keluarga  di bagian kota  yang kumuh. Perkawinannya dengan Nona (Lenny Marlina) tanpa restu orang  tua Nona, karena Nona sudah dijodohkan dengan Paul (George  Kamarullah). Suami-istri ini hidup dengan gaji Bram yang pas-pasan  bersama Nien (Mieke Wijaya) seorang perawan tua kakak Bram. Sementara  hubungan mereka dengan Nien kurang intim. Bram terkena sakit paru-paru,  tetapi mamaksakan diri untuk bekerja terus. Nona mencoba meringankan  beban keluarga dengan menerima jahitan dari Lili (Christine Hakim),  istri muda pemilik bengkel tempat Bram bekerja. Hubungan ini  memperuncing konflik keluarga. Akhirnya Bram bunuh  diri dengan mengerat urat nadi tangannya dan meninggalkan sepucuk surat untuk  Nona.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adalagi film "Titian Serambut Dibelah Tujuh", judul yang paling bagus menurutku. Kalau diartikan secara eksplisit memang tak masuk di akal. Tapi ada makna yang tersembunyi di judul itu (makna implisit). Kalau maknanya sendiri banyak diartikan sebagai "titian  yang  lebarnya   serambut  dibelah  tujuh,  menuju ke sorga, di bawahnya neraka. Jadi, hanya orang-orang tertentu yang bisa lolos". Namun film ini tak berkisah tentang jembatan antara sorga dan neraka itu, ia berkisah tentang seorang guru yang datang ke sebuah kampung dan berusaha membawa  perubahan di kampung tersebut, tapi ia tidak disukai oleh penduduk setempat. Mereka  kemudian berusaha menyingkirkannya dengan tuduhan usaha pemerkosaan  terhadap seorang gadis. Sementara itu, seorang warga yang dianggap alim  menuduh seorang gadis muda sebagai tidak bermoral setelah gadis itu  menolak rayuannya. Seorang ustadz yang sedang mengunjungi desa itu  kemudian berusaha mengungkap kemunafikan masyarakat kampung tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSP_IBxtNI/AAAAAAAAEYY/sT_UgV-urWw/s1600/titian-serambut-dibelah-tujuh.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 278px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSP_IBxtNI/AAAAAAAAEYY/sT_UgV-urWw/s400/titian-serambut-dibelah-tujuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486668560693572818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adegan "Titian Serambut Dibelah Tujuh"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Masih banyak judul-judul lain yang mengandung makna puitis dan sulit dinterpretasikan kalau tak melihat filmnya. Ada "Kabut Sutra Ungu", "Kerikil-Kerikil Tajam", "Secangkir Kopi Pahit", "Pelangi di Balik Awan", "Doea Tanda Mata",  "Hatiku Bukan Pualam", dan Serpihan Mutiara Retak, masih ada yang mau menambahkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSP-sJuqHI/AAAAAAAAEYQ/n5mZliQp-WM/s1600/doea.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSP-sJuqHI/AAAAAAAAEYQ/n5mZliQp-WM/s400/doea.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486668553210734706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSVZ5vndFI/AAAAAAAAEYo/W8zKnjp0EAs/s1600/doea-tanda-mata-1984.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCSVZ5vndFI/AAAAAAAAEYo/W8zKnjp0EAs/s400/doea-tanda-mata-1984.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486674518273913938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adegan "Doea Tanda Mata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-3243139749330647485?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/3243139749330647485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/betapa-puitisnya-film-kita-mengenang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3243139749330647485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3243139749330647485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/betapa-puitisnya-film-kita-mengenang.html' title='BETAPA PUITISNYA FILM KITA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j4C7pntwuQI/TrAe_6GR8UI/AAAAAAAAFAE/AXYhR4D4tAg/s72-c/3poster1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8611863295151649003</id><published>2010-06-23T08:34:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T12:11:11.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KARYA LO APA?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;"K&lt;/span&gt;arya lo apa?", demikian pertanyaan Pandji pada Iweth. Iweth menjawab, "Gw sering tampil di TV, mengisi beberapa acara....", Pandji bertanya lagi, "Berguna nggak bagi orang lain?", Iweth terdiam sejenak dan menjawab, "Ntar deh gw pikirin, gw pulang dulu!". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCGCllWQpqI/AAAAAAAAEXk/swSxVlQKQ0I/s1600/panji.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 164px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCGCllWQpqI/AAAAAAAAEXk/swSxVlQKQ0I/s200/panji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485809403306223266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pandji seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;multitalent&lt;/span&gt;, dia penyiar radio, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;host&lt;/span&gt; juga, presenter televisi, seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rapper&lt;/span&gt;, penulis juga, punya blog pribadi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;marketer&lt;/span&gt; atas karya-karyanya sendiri, dan sudah punya album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rap&lt;/span&gt; sendiri, bahkan dia pelopor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indonesia Unite: Kami Tidak Takut&lt;/span&gt;, yang mengecam aksi terorisme. Jadi tak heran kalau Nokia memilih dia sebagai salah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seeder&lt;/span&gt;, yang dinilai Nokia konsisten menyuarakan aksinya untuk Indonesia yang lebih  baik. Iweth sendiri adalah teman seprofesinya Pandji, bekerja pada radio yang sama dengan Pandji, seorang penyiar dan presenter televisi, namun aku belum menemukan kiprahnya seperti yang dilakukan Pandji. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Obrolan Pandji dan Iweth di atas, kebetulan aku dengar tadi pagi di Radio Hardrock FM. Iweth bercerita kembali tentang obrolan tersebut pada Rene Suhardono seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;CareerCoach&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaker&lt;/span&gt;, trainer penulis,  penikmat makanan, dan sejarah, serta punya 4 orang anak. Pandji telah menemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt;-nya dalam bekerja, ia bekerja menurut apa yang ia inginkan dan cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rene dalam wawancaranya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perspektif Baru&lt;/span&gt;,  "Jangan menyerah dalam mencari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt; karena suatu saat itu akan  muncul. Guna dapat menemukan passion bisa dimulai dengan hal dasar,  seperti bertanya pada diri sendiri mengenai apa sih pekerjaan yang kalau  dikerjakan membuat hati saya senang? Dalam hal ini saya  merekomendasikan untuk kerjakan apa yang Anda cintai, cintai yang Anda  kerjakan, kemudian tunjukkan siapa diri Anda.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Passion adalah sesuatu yang mendorong kita untuk terus mencoba, tetap membuat kita  bangun ketika harus begadang berhari-hari menyelesaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deadline&lt;/span&gt;,  dan yang akan membuat kita terus berada di bidang yang kita geluti  sekarang dengan penuh kesenangan hati! Bukan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngedumel&lt;/span&gt;  terus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pertanyaan Pandji pada Iweth tadi seketika menghentak hati dan pikiranku. Pertanyaan itu sepertinya tak ditujukan pada Iweth, tapi pada diriku sendiri. Di usia hampir kepala empat ini apa yang sudah kubuat, karya apa yang sudah kuciptakan dan berguna bagi orang banyak. Sepanjang perjalanan menuju kantor aku terus berpikir, waktuku tak banyak, usia 60 tinggal dua puluh tahun lagi, dan itu akan berjalan dengan cepat, kalau tidak segera bertindak waktu 20 tahun itu akan sia-sia, dan aku harus berbuat sesuatu! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8611863295151649003?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8611863295151649003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/karya-lo-apa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8611863295151649003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8611863295151649003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/karya-lo-apa.html' title='KARYA LO APA?'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCGCllWQpqI/AAAAAAAAEXk/swSxVlQKQ0I/s72-c/panji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6442207464331664756</id><published>2010-06-22T12:11:00.009+07:00</published><updated>2011-10-20T12:16:52.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>MICHAEL JONES</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;ichael Jones, siapa dia? Aku tak pernah kenal dia, tak pernah berbicara dengannya, kenal wajahnya pun tidak. Kutelusuri halaman fesbuk juga tidak ada. Michael Jones sangat misterius. Setiap hari email yang dikirimkannya selalu masuk ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spam&lt;/span&gt;,  pernah kubaca sekali email itu, namun untuk seterusnya tidak, takut email itu virus atau semacamnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCBPkwG32kI/AAAAAAAAEXU/G7ubeo4FCn8/s1600/who_am_i_24601_tshirt-p235292740896407012t53h_400.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 327px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCBPkwG32kI/AAAAAAAAEXU/G7ubeo4FCn8/s400/who_am_i_24601_tshirt-p235292740896407012t53h_400.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485471838944877122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari subjek email yang dikirimkannya, ia selalu menawarkan dan mengabarkan hal-hal yang fantastis hingga membuatku takut untuk membacanya. Michael Jones selalu mengirimkanku email seperti ini: "Congratulation you get award winner", "Congratulation you're winner $100.000", "Here's a gift for you", &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"(Breaking  News) The $57,770/Month System Is Nearly Gone!&lt;/span&gt;", &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;dan sebagainya. Cukup menggiurkan, wajar masuk ke Spam, karena mesin emailnya juga tak pernah percaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Email itu tak hanya dikirim kepadaku secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;private&lt;/span&gt;, tapi (mungkin) hampir ke semua orang yang memiliki alamat email. Tujuan dan maksudnya si Michael pun aku tak tahu, apakah dia seorang dermawan atau penipu ulung. Biasanya kalau email semacam itu ditanggapi, ia cuma minta data-data pribadi, mulai dari nama, alamat, hingga ciri-ciri fisik yang kita miliki. Data-data itu digunakan untuk mengklaim hadiah yang akan kita dapatkan, demikian Michael beralasan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Banyak orang terbuai dengan email-email semacam itu. Mereka pun menanggapinya dengan serius, dan berharap hadiah-hadiah itu menjadi kenyataan. Mereka berpikir, apa salahnya memberikan informasi data-data pribadi, apa untungnya buat si Michael. Padahal mereka tak tahu, data-data itu bisa digunakan untuk pembuatan kartu-kartu kredit palsu, atau kejahatan-kejahatan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di surat-surat pembaca surat kabar banyak ditemukan orang-orang yang komplain pada para bank penerbit kartu kredit, kenapa dia mendapat tagihan kartu hingga puluhan juta rupiah padahal dia merasa tak pernah memiliki kartu-kartu kredit itu, atau ada juga yang komplain, kok tagihannya membengkak drastis padahal dia tak pernah menggunakan kartu kredit miliknya. Bahkan ada juga yang komplain karena terdapat transaksi di Afrika Selatan padahal dia tak pernah berkunjung ke negara itu. Itulah salah satu sebabnya kenapa data-data pribadi kita perlu dijaga seketat mungkin, agar tak bisa disalahgunakan orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6442207464331664756?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6442207464331664756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/michael-jones.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6442207464331664756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6442207464331664756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/michael-jones.html' title='MICHAEL JONES'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TCBPkwG32kI/AAAAAAAAEXU/G7ubeo4FCn8/s72-c/who_am_i_24601_tshirt-p235292740896407012t53h_400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8941632738988378118</id><published>2010-06-14T15:57:00.005+07:00</published><updated>2011-10-20T12:19:11.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>39 TAHUN RIWAYAT HIDUPKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;K&lt;/span&gt;emarin, 14 Juni sudah 39 tahun aku hidup dan diberi udara di Bumi ini. Bumi yang makin sumpek dan kualitas udara yang makin menipis. Aku lahir dari rahim ibuku di kamar depan rumahku, di malam buta, dibantu oleh seorang bidan yang sampai sekarang aku tak kenal dia, apalagi namanya. Terima kasih untuk ibuku yang biasa kupanggil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma'e&lt;/span&gt; itu atas semua pengorbanannya dalam membesarkanku, yang tak bisa kubalas sampai kapan pun. Surga berada di telapak kaki ibu masih kuyakini sebagai petuah bagi seorang anak agar tak durhaka pada sang ibunda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBdLOjQb9OI/AAAAAAAAEWU/5Ou6j1kfYtc/s1600/To-Be-Born-1-CX14TGY0CB-1024x768.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBdLOjQb9OI/AAAAAAAAEWU/5Ou6j1kfYtc/s400/To-Be-Born-1-CX14TGY0CB-1024x768.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482933784701301986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;39 tahun telah kujalani hidup ini, rasanya baru lahir kemarin, waktu berlalu cepat tanpa mau menunggu atau paling tidak memperlambat putarannya. Kalau ditanya apa yang kuinginkan di hari lahirku itu, aku akan berkata "Kembalikan aku ke masa lalu, biar kutata hidupku agar lebih baik". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's impossible&lt;/span&gt;, kata batinku. Betapa inginnya aku punya mesin waktu, yang bisa membuatku pindah dari satu zaman ke zaman lain, membenahi hal-hal yang tak sempurna dalam hidupku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Film-film Hollywood tentang mesin waktu sering membuaiku dan menenggelamkanku ke dalam angan-angan yang tak mungkin. Meski mesin waktu selalu hidup dalam anganku, tak berarti aku menyalahkan masa lalu. Masa sekarang pun patut aku syukuri, punya istri yang penuh pengertian, anak yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;comel&lt;/span&gt;, merupakan anugerah terbesar yang tak ternilai. Mereka yang membuatku tegar. Hidup memang tak bisa sempurna, cuma Tuhan yang sempurna.  Itu yang selalu kucamkan dalam akalku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-8941632738988378118?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/8941632738988378118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/39-tahun-riwayat-hidupku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8941632738988378118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/8941632738988378118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/39-tahun-riwayat-hidupku.html' title='39 TAHUN RIWAYAT HIDUPKU'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBdLOjQb9OI/AAAAAAAAEWU/5Ou6j1kfYtc/s72-c/To-Be-Born-1-CX14TGY0CB-1024x768.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4397903028179493556</id><published>2010-06-12T09:05:00.006+07:00</published><updated>2011-10-20T13:01:06.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>PARNOGRAFI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;P&lt;/span&gt;arnografi berasal dari kata&lt;span style="font-style: italic;"&gt; parno&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grafi&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parno&lt;/span&gt; itu berasal dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paranoid&lt;/span&gt;, yang dijadikan bahasa gaul oleh anak-anak sekarang, yang artinya ketakutan yang tak beralasan, berlebihan, atau bisa juga untuk menyebut trauma terhadap sesuatu. Jadi, kalau ada anak gaul yang mengatakan "Parno gue ke tempat itu" atau "Jadi parno gue kalo pacaran", bisa berarti ia trauma ke tempat itu atau ia takut pacaran. Kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grafi &lt;/span&gt;sendiri bisa berarti ilmu atau gambar, jadi kalau fotografi berarti ilmu tentang foto, atau pornografi berarti gambar porno, simpel ya pengertiannya. Kalau diartikan menurut kamus atau diartikan secara ilmiah malah nanti jadi pada enggak ngerti. Tapi kalau ada yang ingin mendalami kedua istilah itu, bisa mendalaminya lewat kamus maupun tulisan-tulisan ilmiah tentang kebahasaan lainnya atau hal-hal yang berkaitan tentang kajian kedua istilah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBL9xR7PWPI/AAAAAAAAEWM/2vkbyEhpupM/s1600/parno1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBL9xR7PWPI/AAAAAAAAEWM/2vkbyEhpupM/s400/parno1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481722719530604786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tadi, pas nonton berita di TV, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) melarang tayangan berita yang mengekspos adegan porno mirip Ariel-Luna atau Ariel-Tari. Apa benar berita di TV telah mengekspose potongan adegan mirip Ariel-Luna atau Ariel-Tari tadi, aku pikir tidak. Selama mengikuti perkembangan berita heboh tersebut, televisi cuma menampilkan wajah-wajah mereka di film itu, tidak secara eksplisit. Memang jadi buat semua orang penasaran, dan memicu rasa ingin tahu mereka memuncak, terutama di kalangan remaja atau bawah umur. Media televisi tidak bertanggung jawab sendiri dalam hal ini. Sebagai media visual, mereka berhak menampilkan potongan-potongan adegan yang dianggap porno itu untuk memperkuat penyampaian berita mereka. Bagimana dengan media &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;, yang secara dramatis terus mengembangkan berita itu dalam hitungan detik, dan itu bisa diperoleh lewat genggaman kita, dan itu terus menyebar lewat teknologi yang bernama handphone (HP) itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau memang mau mencegah penyebaran film mirip Ariel-Luna-Tari itu atau hal-hal berbau porno lainnya di kalangan remaja, gampang, tinggal buat peraturan atau kebijakan tentang penggunaan handphone di kalangan usia muda atau di bawah umur tadi. Misalnya, buat saja kebijakan atau peraturan tertulis bahwa kalangan remaja atau yang masih di bawah umur dilarang menggunakan HP berteknologi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; seperti GPRS, Wifi, Bluetooth, 3G/GS, HSDPA, dan sebagainya, kalau ditemukan HP berjenis ini di tangan mereka, akan dikenai sanksi pada yang bersangkutan dan orang dewasa yang memberikan fasilitas tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBL8ryJ_VrI/AAAAAAAAEWE/o6MSgC7gI90/s1600/pornografi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBL8ryJ_VrI/AAAAAAAAEWE/o6MSgC7gI90/s400/pornografi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481721525591561906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gara-gara kasus ini, kita semua kok jadi parno ya terhadap pornografi. Padahal sebelum kasus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ariel Peterporn &lt;/span&gt;ini mencuat, yang namanya pornografi atau film porno itu sudah berseliweran di dunia maya, di mana saja, dan itu bisa diunduh bebas. Membebaskan pornografi memang langkah konyol, tapi membatasi akses dapat dijadikan pertimbangan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;bukan berarti melarang pemberitaan tentang itu. Prinsipnya, makin dilarang, makin buat orang penasaran. Kalau orang sudah penasaran, dia akan terus memburu sampai kemanapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4397903028179493556?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4397903028179493556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/parnografi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4397903028179493556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4397903028179493556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/parnografi.html' title='PARNOGRAFI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBL9xR7PWPI/AAAAAAAAEWM/2vkbyEhpupM/s72-c/parno1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6442024014136242521</id><published>2010-06-10T12:32:00.011+07:00</published><updated>2011-10-20T13:04:57.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>ANAKKU DAN EINSTEIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;ebenarnya kesal juga hari ini, anakku gagal masuk SD Negeri unggulan (berkategori SSN). Bukan karena dia bodoh, tapi pesaingnya (mungkin) lebih banyak yang lebih pintar. Aku yakin anakku enggak bodoh-bodoh amat, karena dia juga berhasil masuk di sebuah SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) peringkat A, meski cuma dapat peringkat 4 tapi dia berhasil mengalahkan 200 calon murid lainnya. Introspeksi diri sebagai orang tua layak aku lakukan, apanya yang kurang dari anak itu. Membaca, dia sudah bisa, berhitung plus-minus juga sudah, perkalian juga sudah, kemandirian seperti pakai baju, celana, kaus kaki, dan sepatu sendiri juga sudah, keberanian tampil di depan umum juga layak diacungi jempol, penuh percaya diri, dan tak takut sama orang lain, komunikasi dan bergaul juga enggak ada masalah, dia juga bukan autis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what's wrong with my son?&lt;/span&gt; Kenapa masih sekecil itu dia sudah mengalami kegagalan ya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBCdexCAWnI/AAAAAAAAEV8/jLswIqBdrig/s1600/anakku-einstein.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 261px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBCdexCAWnI/AAAAAAAAEV8/jLswIqBdrig/s400/anakku-einstein.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481053898393279090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Itulah hasil dari terciptanya sebuah sistem, sistem pendidikan yang dibuat oleh pemerintah. Pemerintah sekarang mengkotak-kotakkan kelas dalam sekolah itu ke dalam beberapa kotak, ada kelas berkotak RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), ada berkotak SSN (Sekolah Standar Nasional), dan terakhir ada kelas yang berkotak Reguler. Intinya, kepintaran siswa itu sudah dikotak-kotakkan ke dalam kelas-kelas tadi. Siswa berkotak RSBI tentu lebih unggul dari segi kepintaran, kecerdasan, dan kemampuannya, demikian pula dengan siswa-siswa yang berkotak SSN, tentu lebih unggul ketimbang siswa berkotak Reguler. Meski keunggulan tersebut masih dipertanyakan keabsahannya, apakah benar-benar unggul atau hanya untuk meningkatkan prestise sekolah tersebut,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; who knows.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagiku, pengkotakan itu menyulitkan siswa Reguler untuk bersaing dengan siswa RSBI dan SSN secara maksimal. Bukan apa-apa, Siswa RSBI dan SSN sudah dipastikan akan mendapat berbagai fasilitas pendukung belajar yang lebih baik, seperti teknologi multimedia dan sarana pembelajaran lainnya. Mereka juga bakalan mendapat kegiatan ekskul yang lebih baik dan plus juga. Lantas, bagaimana nasib siswa yang berkelas Reguler. Katanya sih tak berbeda jauh dari yang berkelas RSBI dan SSN, namun dalam kenyataannya tetap jelas perbedaannya, terutama dalam hal perlakuan. Siswa RSBI maupun SSN tentu dianggap lebih istimewa. Lagian, untuk apa bayar mahal di kelas RSBI atau SSN kalau tak mendapat fasilitas pendidikan yang lebih baik, dan tak diperlakukan istimewa. Jadi, kalau ada yang beranggapan demikian, terutama kalangan pendidik, yang menyatakan kalau ketiga tipe kelas itu tak berbeda jauh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;that's so silly&lt;/span&gt;. Emang orang tua murid &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bego&lt;/span&gt; semua, ngapain juga keluar biaya besar kalau tak mendapat fasilitas yang pantas dan memadai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku enggak bisa bayangkan, seandainya pengkotakan standar kelas di sekolah tersebut sudah ada sejak zaman Albert Einstein masuk sekolah dasar. Tentu Einstein tak bakal bisa masuk kotak RSBI, bahkan yang berkotak Reguler juga tak bakal mau menerima dia. Einstein kecil dahulu dianggap sebagai anak yang lambat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dyslexia&lt;/span&gt;,  pemalu, dan struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya  (yang diteliti setelah kematiannya). Sampai dia sekolah pun anggapan itu terus melekat dalam dirinya. Bahkan, Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Pokoknya Einstein itu pelajar yang bodoh waktu itu. Tapi, pihak sekolah tetap memberi kesempatan pada dia dan tak putus asa atas kemampuannya. Akhirnya, siapa sangka, dibalik kebodohannya itu, ternyata Einstein itu seorang yang jenius. Dia berhasil menciptakan teori relativitas yang mampu mengubah dan mempengaruhi sistem kehidupan umat manusia hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Baca riwayat hidupnya Einstein buat aku sedikit terhibur, kemampuan anakku ternyata jauh lebih baik ketimbang Einstein kecil dulu, dan aku yakin, di sekolah manapun anakku berada, dia akan melebihi Einstein, jika dia sungguh-sungguh,  semoga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6442024014136242521?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6442024014136242521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/anakku-dan-einstein.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6442024014136242521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6442024014136242521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/anakku-dan-einstein.html' title='ANAKKU DAN EINSTEIN'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TBCdexCAWnI/AAAAAAAAEV8/jLswIqBdrig/s72-c/anakku-einstein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6072273605313793009</id><published>2010-06-08T15:32:00.009+07:00</published><updated>2011-10-20T13:06:49.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>SEKARANG (TAK) GAMPANG MASUK SD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8iMiedfBI/AAAAAAAAEVc/_mIcvjE1SCI/s1600/uasbn_siap.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8iMiedfBI/AAAAAAAAEVc/_mIcvjE1SCI/s200/uasbn_siap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480636870341524498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;udah dua hari ini anakku ikut test masuk di sebuah sekolah dasar negeri terkenal di daerah Cijantung Jakarta Timur. Mutu sekolah negeri itu diakui oleh berbagai kalangan termasuk orang tua murid mempunyai mutu bagus. Prestasi yang dicapai sekolah dasar itu pun tidak main-main, mulai tingkat provinsi hingga nasional pun diraihnya. Apalagi sekolah dasar tersebut sudah berstandar nasional, dan tinggal selangkah lagi menuju RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Jaminan mutu bagus itulah yang buat aku begitu terobsesi terhadap sekolah dasar negeri itu, dan berharap anakku bisa menjadi salah satu muridnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hari pertama test kamarin berlangsung sekitar 2 jam, dimulai dari jam 8 hingga sekitar jam 10 pagi. Serangkaian test dijalani anakku, mulai berhitung, membaca, menulis, mencocokkan gambar, hingga mewarnai. Dari rumah sudah dipersiapkan oleh bundanya segala perlengkapan buat menghadapi test tersebut. Melihat kemampuan anakku, aku yakin dia berhasil melewati test tersebut. Bukan hanya hitung tambah-tambah saja dia yang bisa, hitungan perkalian juga dia sudah bisa. Membaca juga sudah bisa, meski terkadang suka kepeleset satu huruf, tapi tak terlalu fatal, paling enggak dia sudah bisa menamatkan satu buku tentang "Nilai dan Moral" yang kubeli buatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA81Dtp2duI/AAAAAAAAEV0/dzV7tbPd-GE/s1600/uan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA81Dtp2duI/AAAAAAAAEV0/dzV7tbPd-GE/s200/uan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480657609444194018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hari kedua test, tadi pagi, tak berlangsung lama, anakku ditanya beberapa soal, mulai dari nama, tanggal lahir, nama ayah dan bunda, dan pertanyaan-pertanyaan sederhana lainnya. Cuma anakku tak bisa menjawab tanggal lahirnya, karena sang guru bertanya hari ulang tahunnya tanggal berapa. Anakku cuma tahu tanggal lahirnya bukan tanggal hari ulang tahunnya. Dia belum paham tanggal hari ulang tahun dan tanggal lahir itu sebenarnya sama, tapi menurut persepsi dia beda, karena hari ulang tahun itu selalu dirayakan pada hari libur atau Minggu seperti yang dilakukan teman-temannya ketika merayakan ulang tahun mereka masing-masing, jadi tanggalnya tak selalu sama dengan tanggal lahir mereka. Test berikutnya dia disuruh memakai baju sendiri, dan tes ini sukses dia lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekarang tinggal menunggu pengumuman hasil test tersebut. Seperti biasa, di kalangan orang tua calon murid beredar berita-berita yang tak mengenakkan telinga mengenai prosedur penerimaan siswa di sekolah dasar tersebut. Katanya, orang tua si A yang perwira itu telah bayar sekian juta ke pihak sekolah, agar anaknya bisa masuk ke sekolah itu. Orang tua si B yang berpangkat dan pejabat itu juga berbuat hal yang sama. Demikian juga orang tua si C dan D. Berita-berita berseliweran ke sana kemari buat hati ini ciut, memikirkan nasib anakku yang menurutku mampu menempuh test tersebut dengan baik. Aku tak habis pikir seandainya dia gagal cuma gara-gara aku tak mampu menyediakan dana sekian juta untuk memuluskan jalan masuknya ke sekolah tersebut. Gosip-gosip yang berlalu lalang itu aku tepis jauh-jauh, dan coba menghibur hati dan diri, "Nggak mungkinlah sekolah bermutu bagus itu melakukan hal-hal yang buruk itu". Semua kupasrahkan ke yang Atas. Kata si bunda, "Sudahlah, kalau memang yang terbaik pasti jalannya akan Dia muluskan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8x_kVlcLI/AAAAAAAAEVk/SKNpHAQEZyE/s1600/36718.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8x_kVlcLI/AAAAAAAAEVk/SKNpHAQEZyE/s400/36718.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480654239688913074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kenanganku terlempar ke 32 tahun yang lalu, tahun 1978. Masa itu, untuk pertama kali aku masuk Sekolah Dasar Negeri yang tak jauh dari rumah, di Medan sana. Yang paling kuingat, Ibuku cuma membawaku ke sekolah itu, ikut antri bersama orang tua calon-calon murid lain, dan oleh kepala sekolah aku cuma disuruh menggapai telinga kiriku dengan tangan kananku lewat atas kepala, kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyampe&lt;/span&gt; atau bisa kuraih berarti aku sudah siap masuk sekolah, cuma itu. Test kemampuan yang cukup sederhana. Waktu itu aku belum mengenal satu huruf dan angka pun. Apalagi kalau disuruh membaca pasti tak bisa. Semuanya berjalan mulus dan aku pun sekolah di SD tersebut. Di dalam kelas, aku diajari mengenal huruf dan angka, kemudian merangkainya menjadi satu kata dan kemudian kalimat. Itu kulalui selama 3 bulan, instan memang, dan aku bisa membaca koran pada akhirnya dalam kurun 3 bulan itu. Hebat memang, tapi itu bukan karena kepintaranku, tapi karena kegigihan guruku yang membuatku seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8yN8I2SMI/AAAAAAAAEVs/9_79XSOCQU4/s1600/1218282705orang_miskin_dilarang_sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8yN8I2SMI/AAAAAAAAEVs/9_79XSOCQU4/s200/1218282705orang_miskin_dilarang_sekolah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480654486596110530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berbeda dengan guru sekarang, tidak bakal mengenal susahnya mengajar seorang murid dari nol. Mereka sudah berhadapan dengan calon-calon murid yang sudah bisa semuanya, mulai membaca, berhitung, hingga menulis. Dan untuk itulah mereka perlu melakukan serangkaian test, agar mereka tak terlalu repot mengajar calon-calon murid itu kelak. Dan anak yang tak mampu, siap-siaplah masuk sekolah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underdog&lt;/span&gt;, atau memilih sekolah swasta yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bonafide&lt;/span&gt; kalau punya banyak duit. Bagiku masuk SD itu sekarang tak gampang, calon murid perlu kesiapan mental dan kemampuan, terutama kesiapan orang-orang tuanya buat memberi bekal ke anak-anaknya. Kalau tak mampu, ya sudah, ke laut aja, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;katanye!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6072273605313793009?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6072273605313793009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/sekarang-tak-gampang-masuk-sd.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6072273605313793009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6072273605313793009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/sekarang-tak-gampang-masuk-sd.html' title='SEKARANG (TAK) GAMPANG MASUK SD'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TA8iMiedfBI/AAAAAAAAEVc/_mIcvjE1SCI/s72-c/uasbn_siap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-758585508314739396</id><published>2010-06-07T15:17:00.006+07:00</published><updated>2011-10-20T13:07:05.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>BOIKOT ISRAEL, PERLUKAH?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;enurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt; edisi Indonesia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boikot&lt;/span&gt; adalah tindakan untuk tidak menggunakan,  membeli, atau berurusan dengan seseorang atau suatu organisasi sebagai  wujud protes atau sebagai suatu bentuk pemaksaan. Kata ini berasal dari  serapan bahasa Inggris &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boycott&lt;/span&gt;  artinya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refuse to  be involved with or take part in&lt;/span&gt;. Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boycott&lt;/span&gt; mulai digunakan sejak "Perang Tanah"  di Irlandia sekitar tahun 1880 dan berasal dari nama Charles Boycott,  seorang agen lahan (estate agent) untuk tuan tanah Earl Erne. Sedang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;BOIKOT berarti bersekongkol menolak untuk bekerja sama (berurusan dagang,  berbicara, ikut serta, dsb).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TAzFXkCaQqI/AAAAAAAAEVU/vcxtU3UNVik/s1600/IMG_8567.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 381px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TAzFXkCaQqI/AAAAAAAAEVU/vcxtU3UNVik/s400/IMG_8567.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479971855204500130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhir-akhir ini banyak orang menggunakan istilah boikot, seperti "Boikot Bayar Pajak", yang muncul gara-gara kasus Gayus; "Boikot Produk Amerika", yang muncul sebagai sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ambigu&lt;/span&gt; Amerika terhadap perdamaian Timur Tengah yang selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pro&lt;/span&gt; Israel selama ini; terakhir dan teranyar gara-gara penyerangan pasukan Israel terhadap kapal perdamaian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mavi Marmara&lt;/span&gt; di jalur Gaza awal Juni kemarin, yang memunculkan aksi "BOIKOT  PRODUK YANG MENDANAI ISRAEL".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bahkan ada seruan juga untuk memboikot jejaring sosial Facebook. Seorang teman di jejaring sosial itu menyatakan dalam statusnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"facebook yang saat ini kita gunakan selama ini  kita nggak tahu, bulan lalu, sewaktu ke london, data dari sumber yang dapat  di percaya, bahwa keuntungan dari facebook yang kita gunakan saat ini,  di gunakan untuk yahudi israel, untuk MEMBANTAI SAUDARA KITA DI  PALESTINE, makanya sepulang dari london bulan kemaren gw berniat tuk  menutup account ini........".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seorang teman lain bertanya lagi dengan memberi tanggapan sebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"hubungannya apa fb sama pembantaian oleh israel? keuntungan israel dr fb  apa? terus yg punya fb kan orang amerika dia nasrani bkn yahudi dan bkn  orang yahudi, hubungannya apa? kalo saya sih ngebantuin palestina dgn  ga pake produk2 israel aja yg datanya bisa kita search di google. tolong  dijelasin ya hubungannya apa, makasih."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan dijawab: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"ARDI, anda acess, fb pake ceell phone exmp; di kenakan tarf ngak...????  kalo iya otomatis, provider yang anda gunkan,untuk bisa pelanggannya  mengacess fb misalnya, otomatis juga harus bayar fee ke fb... mnrt data  terakhir pengguna fb di indonesia mendekti lebih dari 16 juta account....  kita ambil rata2 50% saja moeslem,....fee yang di keluarkan untuk acees  itu digunakan pihak lain untuk kepentingan menzalimi umat islam."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhirnya, aku juga memberi tanggapan untuk status temanku di atas, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Gak hanya facebook Pak, google, blackberry, nokia, ipod, kfc, macdee,  microsoft, dan semua produk berbau amerika semua punya org yahudi pak,  kalo bener mau solider boikot aja produk2 itu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dia jawab; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"lakukan yang bisa kita lakukan saat ini..... itu beraRTI ACTOIN (maksudnya ACTION kali)."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam hati dan pikiranku saling beradu argumen,  memang aksi boikot itu merupakan salah satu jalan, tapi menurutku bukan yang terbaik. Aksi boikot produk yang membantu mendanai perjuangan Israel itu banyak, hampir semua produk yang kita pakai dalam keseharian adalah buatan Amerika dan sekutu-sekutunya semua. Cobalah Anda buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list&lt;/span&gt; produk-produk yang Anda pakai saat ini, adakah produk buatan selain buatan Amerika dan sekutu-sekutunya tersebut, termasuk produk turunan dan bahan-bahannya? Kalau kita boikot produk mereka, adakah produk pengganti yang setara dengan produk-produk buatan mereka tersebut? Pasti jawabannya, "HAMPIR TIDAK ADA". Jadi akan percuma aksi boikot itu kalau kita sendiri masih tergantung dengan mereka. Meski untuk saat ini kita banyak memakai produk buatan China, namun bahan-bahan dasar atau produk turunannya tetap saja mempunyai unsur buatan Amerika dan sekutu-sekutunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagiku aksi boikot hanya salah satu jalan, tapi efeknya cuma sebentar, setelah itu ya balik lagi, demikian seterusnya. Bak kata pepatah "Hangat-hangat tahi ayam", yang artinya melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh hanya pada permulaan.  Lama  kelamaan, ditinggalkan apabila sudah mulai bosan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menurutku, lebih bagus kita mempelajari teknologi mereka, bersahabat dengan mereka,  apalagi Yahudi-Israel terkenal pintar dan jenius, mereka menguasai hampir seluruh teknologi dan perekonomian negara-negara barat. Semua pengetahuan yang mereka miliki kita serap sedemikian rupa, sehingga kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki ada pada kita, meski dampaknya tak serta merta terjadi tapi efeknya jauh ke masa depan. Kita harus belajar keras untuk itu, belajar sampai ke  negeri China bukan hanya sekadar pepatah dan isapan jempol, tapi dia mempunyai makna yang mendalam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;China sekarang negara besar, semua teknologi yang dimiliki negara maju atau Barat dahulu, sekarang ada pada dia. China paling rajin mempelajari pengetahuan dan teknologi yang dimiliki negara Barat yang notabenenya dikuasai oleh Yahudi. Semua produk buatan mereka, dipelajari dan ditiru habis oleh China. Padahal, dahulunya China cuma negeri tertutup yang egosentris, tak mau belajar dari negeri Barat, dan cuma mengandalkan kekuatan politis di kawasannya. Sebagai negeri tirai bambu yang berpaham komunis, China mencoba menghasilkan segala sesuatunya sendiri tanpa mau minta bantuan dari negara Barat yang maju. Bagaimana kalau China tetap keras kepala seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan siapa sangka akhirnya perekonomian China mampu menguasai dunia. Lihat saja ketika China berencana akan mendevaluasi mata uangnya Yuan, Amerika dan sekutunya yang tergabung dalam WTO memohon-mohon agar China tak melakukan itu, alasannya akan mengguncangkan perekonomian dunia. Betapa besar pengaruh China saat ini, sayangnya dia bukan negara Islam, seandainya dia negara Islam pasti kekuatannya itu dia gunakan untuk menekan Israel, Amerika, dan sekutu-sekutunya.  Mengapa kita tak seperti China, meniru strateginya kan tak salah, dan malah lebih bagus, daripada kita menyerukan aksi boikot, tapi efeknya cuma sebentar, dan Israel akan tetap sewenang-wenang, paling dia cuma berkata, "Emang Gue Pikirin!".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-758585508314739396?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/758585508314739396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/boikot-israel-perlukah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/758585508314739396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/758585508314739396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/06/boikot-israel-perlukah.html' title='BOIKOT ISRAEL, PERLUKAH?'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/TAzFXkCaQqI/AAAAAAAAEVU/vcxtU3UNVik/s72-c/IMG_8567.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-2092789767655777457</id><published>2010-05-26T14:00:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T14:23:24.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>HOW TO STAY AWAY FROM JENUH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;J&lt;/span&gt;enuh, satu kata yang paling tidak aku senangi. Bukan aku saja yang berkata demikian, semua orang pasti sepakat. Jenuh akan muncul ketika rutinitas sehari-hari tak pernah berubah. Ritme yang dilakukan dan didengar tak pernah berubah, itu-itu saja, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lo lagi lo lagi&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;and so on and so on&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_ze75k5uSI/AAAAAAAAEUE/165dF4AOLWI/s1600/5cy33m.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_ze75k5uSI/AAAAAAAAEUE/165dF4AOLWI/s400/5cy33m.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475496367624927522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhir-akhir ini, jenuh itu tak bosan-bosannya menggempurku, tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Rutinitas yang kuhadapi cuma itu-itu saja, rumah, kantor, rumah lagi, kantor lagi. Kata temanku, "Kamu perlu cari variasi, suasana baru", tapi dia tak menjelaskan bentuknya apa, bingungkan. Malah ada yang menyarankan "Kalau lagi jenuh, cobalah jangan terlalu konsen dengan pekerjaan (tapi  gak berlaku buat dokter, pemadam, dan polisi ya)". Saran yang aneh menurutku, gimana mau jangan terlalu konsen dengan pekerjaan kalau bidang pekerjaanku sendiri membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Kataku, "Saran yang baik, tapi sulit untuk diikuti". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhirnya, karena tak menemukan jawaban dari orang-orang sekitar, aku coba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;searching&lt;/span&gt; di Google, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gotcha&lt;/span&gt;! Dalam satu artikel mengatakan, "Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari kejenuhan di tempat kerja. Temukan hal yang baru terus menerus, bisa mulai dengan  mengubah tampilan meja kerja, mengganti penampilan dan gaya busana, atau  meminta tugas dan tanggung jawab baru pada atasan. Bertemulah dengan  orang-orang baru serta banyaklah berinteraksi dengan mereka." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Beberapa saat aku memikirkan saran di artikel itu, poin demi poin. Saran untuk mengubah tampilan meja kerja langsung kumentahkan. Mengubah tampilan meja kerja untuk menghilangkan kejenuhan tak memberikan efek berarti bagiku, capekkan kalau harus geser-geser meja terus setiap hari, intinya bukan itu penyebab jenuhku. Begitu pula untuk mengganti penampilan dan gaya busana, jauh panggang dari api. Mengganti penampilan dan gaya busana membutuhkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;budget&lt;/span&gt; yang tak sedikit, apalagi di zaman resesi "domestik" saat ini, mendingan bayar hutang kartu kredit atau bayar susunya si kecil daripada membuang-buang uang untuk itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saran berikutnya lebih parah lagi, meminta tugas dan tanggung jawab baru pada atasan. Ini saran yang sulit untuk diikuti, bukan apa-apa, tugas dan tanggung jawabku sekarang saja sudah penuh tantangan (menurutku lho), untuk apa lagi cari tugas dan tantangan lain kalau yang sekarang saja sudah penuh tantangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari ketiga saran tersebut, saran terakhir yang cukup menarik, bertemu dengan  orang-orang baru serta banyak berinteraksi dengan mereka. Keningku berkerut sejenak memikirkan saran terakhir ini. Orang-orang di sekitarku sudah cukup menarik, mereka cukup unik satu sama lain, dan mereka cukup terbuka menerima kekurangan orang lain. Dan hidup mereka enggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngoyo-ngoyo&lt;/span&gt; banget, semua mereka jalankan apa adanya. Kalau harus mencari orang-orang baru lagi, aku harus mulai dari awal lagi buat mengenal mereka, apalagi di zaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;matre&lt;/span&gt; sekarang ini, sangat susah cari teman yang tulus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;He he he&lt;/span&gt;, pasti Anda menilaiku picik dan terlalu naif. Dalam hati pasti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngedumel&lt;/span&gt;, "Mau lo apa jadinya, itukan cuma saran". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yup&lt;/span&gt; benar, itu cuma saran, yang nggak wajib aku ikuti, dan bisa kubantah dengan berbagai alasan, meski (mungkin) banyak tak mau menerimanya. Menurutku, orang yang memberi saran seperti itu adalah orang yang hidup untuk pekerjaan, dan memandang hidup itu sama dengan bekerja, padahal esensinya bukan itu, lantas apa? Untuk menjawabnya, aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;searching&lt;/span&gt; lagi di Google untuk mencari jawabnya. Untungnya dapat, paling nggak saran itu bisa kuterima akal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Artikel menarik yang kutemukan itu berjudul "Memanfaatkan Rasa Jenuh", judul yang cukup menarik menurutku. Menurut artikel itu, untuk membunuh rasa jenuh (meski nggak bisa dibunuh) dalam pekerjaan dan hidup, hal pertama yang harus dilakukan adalah memandang bekerja sebagai  bagian dari hidup, yang kemudian diikuti oleh sebuah pertanyaan “Apakah  tujuan hidup kita?”, atau “Apakah yang benar-benar kita inginkan dalam  hidup kita?” Bila berhasil menjawab pertanyaan tersebut, maka bekerja  tidak menjadi sebuah rutinitas, melainkan sebuah bagian dari rencana  besar pada skenario kisah kehidupan yang kita ciptakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meski artikel itu cukup singkat, namun mampu membuatku tersadar, seperti bangun dari tidur yang selama ini dihantui mimpi buruk. Kata artikel itu lagi, "Untuk menjawab pertanyaan 'apakah tujuan hidup kita?' membutuhkan perenungan,  kejelian dalam melihat peluang dan kreativitas dalam mengelola situasi.  Peta kehidupan seseorang tidak pernah terbentang lebar namun terbuka  perlahan seiring dengan bergulirnya waktu dan pengalaman hidup. Jadi, artinya apa? Meluangkan waktu sejenak dan memanfaatkan potensi-potensi diri  untuk lebih menghayati makna hidup merupakan langkah bijak bagi mereka  yang ingin hidupnya menjadi lebih berharga bagi dirinya dan orang-orang  yang ia cintai".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kejenuhan memang tak bisa dijauhi apalagi dibunuh, karena setiap hari kita selalu dihadapkan pada rutinitas. Sekarang, bagaimana cara kita memanfaatkan kejenuhan itu agar tidak membunuh kita? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-2092789767655777457?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/2092789767655777457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/how-to-stay-away-from-jenuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2092789767655777457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2092789767655777457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/how-to-stay-away-from-jenuh.html' title='HOW TO STAY AWAY FROM JENUH'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_ze75k5uSI/AAAAAAAAEUE/165dF4AOLWI/s72-c/5cy33m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-990289912460670691</id><published>2010-05-24T17:17:00.013+07:00</published><updated>2011-10-20T13:10:01.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KESEMPATAN EMAS YANG HILANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;H&lt;/span&gt;ari ini satu kesempatan emas telah hilang, bukan cuma aku ternyata banyak orang punya nasib yang sama. Beberapa waktu lalu, sekitar bulan Maret, Kedubes Amerika Serikat menyelenggarakan kompetisi GOLDEN TICKET buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans&lt;/span&gt;-nya di Facebook. Pemenangnya akan mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gretongan&lt;/span&gt; alias gratis. Bahkan bukan cuma sekadar kunjungan, pemenang juga akan mendapat kesempatan mengunjungi tempat-tempat yang punya arti bagi Presiden Obama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai orang awam yang belum pernah menginjakkan kaki di bumi Amerika, aku pun tertarik untuk mengikuti kompetisi itu. Prinsipnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nothing to lose&lt;/span&gt; lah, menang syukur, tak menang juga enggak apa-apa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;no problemo&lt;/span&gt;, karena banyak pesertanya, seluruh Indonesia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booo&lt;/span&gt;. Bayangkan, berapa ratus ribu orang, sampai tulisan ini kubuat, jumlah fans-nya US Embassy-Jakarta di Facebook sekitar 131,769 fans, banyakkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's a fantastic number&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah berminggu-minggu menanti hasilnya, akhirnya datanglah pengumuman yang ditunggu-tunggu itu. Lewat email balasan dari Tim Facebook US Embassy - Indonesia, isinya: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="padding: 5px 8px; background-color: rgb(4, 95, 180); background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat! Kamu terpilih sebagai salah satu peserta yang berhak maju ke babak ‘Golden Ticket’ berikutnya. Silakan datang ke Studio 4 RCTI di Jl. Raya Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada hari Minggu, 23 Mei 2010. Pendaftaran dibuka dari jam 8:00 sampai 9:00. Jangan lupa memakai pakaian yang berbau Amerika dan membawa alat tulis dan 1 buah pas foto ukuran 3x4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampai bertemu di RCTI dan sekali lagi selamat!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tim Facebook US Embassy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_p5fUvn_xI/AAAAAAAAET0/njI5-bWaifg/s1600/image001.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 332px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_p5fUvn_xI/AAAAAAAAET0/njI5-bWaifg/s400/image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474821876073627410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Senyum sumringah pun menghias bibir ini, meski tiap peserta akan dikompetisi lagi tapi enggak apa-apalah, kan prinsipnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nothing to lose&lt;/span&gt;, menang syukur, enggak menang, ya enggak apa-apa. Tapi tunggu dulu, setelah diteliti undangan audisi itu, ternyata tanggal 23 Mei kemarin. Senyum sumringah secakep Tom Cruise pun lenyap dalam hitungan detik. Kecewa sudah pasti, marah juga iya, emosi apalagi, rasanya layar komputer yang ada di depan mau dibanting, jadi ingat kata-kata Dian Sastro di film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ada Apa dengan Cinta&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="padding: 5px 8px; background-color: rgb(4, 95, 180); background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"... Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera ....". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun kekecewaan itu tak bisa dihilangkan sesaat. Sumpah, kecewa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banget, banget, banget!&lt;/span&gt;. Undangan tanggal 23 Mei, kok baru diterima tanggal 24 Mei pukul 7.44 AM. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's a silly!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn&lt;/span&gt;! Sampai menggerutuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nie&lt;/span&gt; gigi, untung enggak pada rontok!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhirnya, untuk mencari penjelasan kenapa hal itu bisa terjadi, langsung kubuka U.S. Embassy fans di Facebook. Ternyata, tak hanya aku yang mengalami nasib sial itu, ada banyak orang. Ada yang terima emailnya tanggal 23 Mei sore, ada yang 23 mei malam, bahkan yang tanggal 24 Mei pagi juga banyak. Banyak teman senasib memang, paling enggak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm not alone to face that!&lt;/span&gt;" Sedikit terobati kekecewaan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam tanggapan atas komen-komen fansnya di Facebook, US Embassy - Jakarta, Indonesia menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="padding: 5px 8px; background-color: rgb(4, 95, 180); background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"@semua fans yg menerima email dari kami hari ini: Mohon maaf bagi fans kami yg baru saja menerima email ttg Golden Ticket. Kami sudah mengirimkan notifikasi sejak Rabu minggu lalu secara bertahap. Adapun letak kesalahan belum dapat kami identifikasi. Besar kemungkinan hal ini disebabkan oleh masalah teknis mail server internet. Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Dan kami yakin, sebagai fans setia kami, kalian dapat memaklumi kondisi ini. Terima kasih banyak."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Whaaat?&lt;/span&gt; Di zaman secanggih ini cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngandelin&lt;/span&gt; email? Langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dech&lt;/span&gt; aku tanggapin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tu&lt;/span&gt; jawaban: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding: 5px 8px; background-color: rgb(4, 95, 180); background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"PADAHAL SELAIN EMAIL ADA MEDIA LAIN, KNAPA GAK KIRIM SMS AJA, ATAO DIUMUMIN DI SURAT KABAR NASIONAL, TV, RADIO. BANYAK CARA SELAIN EMAIL, KALAU KAYAK GINI, KENDALA TEKNIS YANG DISALAHKAN, ITU JG MASIH DUGAAN. WHAT'S WRONG WITH U! TAPI THX LAH UDAH BUAT KITA2 KECEWA"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bahkan, ada salah satu fansnya US Embassy yang membantah alasan masalah teknis tersebut, tanggapannya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="padding: 5px 8px; background-color: rgb(4, 95, 180); background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"masalah teknis mail server internet"? sorry, speaking as a software developer myself, that reason is not acceptable, no matter if you sent those 1000 emails programmatically or manually.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;If You sent those programmatically, no way we got it so late. In fact I used to do these kinds of things, daily sending files on emails to client companies and ... See morenewspapers, and never delivered late. The internet infrastructure in Indonesia is reliable for this kind of thing. In fact if I sent those one or two days late as you did, my boss would sack me right away.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;If You sent those manually, you simply had to send an email to, let's say 30 or 40 address on the BC list, and sent it. Repeat this process every 5 minutes and after 30-40 iterations (about 3 hours) You got you job done.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;regards&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jodhi"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Alasan mana yang benar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enggak taula&lt;/span&gt;h. Rasa kecewa ini tak sirna juga, apa mau dikata, sudah terjadi, ya terjadilah. Kalah sebelum bertempur rasanya pantas untuk kejadian ini. Ngamuk-ngamuk juga gak guna, maki-maki US Embassy juga apalagi, gak ada gunanya, malah nanti disomasi atau dituntut, bisa-bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;secret service&lt;/span&gt; juga turun tangan, dianggap orang berbahaya bagi Amerika. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's my paranoid&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-990289912460670691?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/990289912460670691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/kesempatan-emas-yang-hilang.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/990289912460670691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/990289912460670691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/kesempatan-emas-yang-hilang.html' title='KESEMPATAN EMAS YANG HILANG'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_p5fUvn_xI/AAAAAAAAET0/njI5-bWaifg/s72-c/image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4491722319947809920</id><published>2010-05-21T13:20:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T13:09:40.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>AIR MATA MBAK SRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;alam blog ini, sudah kali kedua aku menulis tentang Mbak Sri, panggilan akrabku untuk Ibu Sri Mulyani Indrawati. Panggilan akrab itu bukan berarti aku kenal baik dengan beliau, itu cuma keakraban imajiner semata yang kutuangkan dalam pikiranku. Bukan berarti juga aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;number one fan&lt;/span&gt;-nya, atau pendukung segala kebijakannya, hanya sisi kemanusiaan yang membuat aku tertarik sama Mbak Sri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_Y5A_0UyUI/AAAAAAAAEQs/N7sWC81ncyE/s1600/316071.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_Y5A_0UyUI/AAAAAAAAEQs/N7sWC81ncyE/s400/316071.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473625086409099586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seperti yang pernah kutulis dalam tulisan terdahulu, aku mengenal Mbak Sri cuma dari media yang gencar memberitakannya dan lewat tulisan-tulisan Mbak Sri di beberapa media cetak yang sempat kubaca, cuma itu, tak lebih dan tak kurang. Kenapa aku tergerak kembali untuk menulis tentangnya? Ini dia penyebabnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tadi pagi sebelum berangkat kerja, aku sempat melihat cuplikan pidato perpisahan Mbak Sri di Indosiar. Pidato perpisahan yang cukup mengharukan di lingkungan Departemen Keuangan, sekaligus serah terima jabatan menteri keuangan dari Mbak Sri kepada Bapak Agus Martowardojo. Ada beberapa pejabat menteri yang juga turut hadir dalam acara tersebut.  Dalam pidatonya, Mbak Sri menitikkan air mata, hingga sempat terbata-bata, dan menghentikan pidatonya untuk beberapa saat demi menahan tangisannya yang hampir jatuh. Para hadirin pun memberi support dengan tepukan tangan agar Mbak Sri tetap semangat dan tegar. Untuk mencairkan suasana yang hampir mengharu biru itu, Mbak Sri melempar  sebuah guyonan sambil melirik Pak Agus, menteri keuangan yang baru, katanya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; "Karena bukan menteri keuangan saya sekarang boleh menangis. Kepada Pak  Agus jangan menangis nanti rupiah terguncang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tangisan Mbak Sri memang tak biasa, karena selama di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oprek-oprek&lt;/span&gt; masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bailout&lt;/span&gt; Century, Mbak Sri cukup tegar dan tangguh menghadapinya. Tapi aku yakin, tangisan Mbak Sri itu sebagai tanda kecintaan beliau terhadap bangsa dan negara, yang harus ia tinggalkan sebelum masa tugasnya berakhir. Air mata Mbak Sri juga sebagai pertanda bahwa beliau telah berhasil dan menang karena tidak mengkhianati kebenaran, tidak mengingkari nurani, dan sedih karena harus meninggalkan teman-teman dan kerabat yang mendukungnya selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi sudahlah, pertarungan Mbak Sri dengan para politisi akan segera berakhir. Menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia lebih menarik ketimbang menjadi menteri keuangan yang tak dikehendaki dan selalu dipersalahkan. Dan aku mendukung keputusan si Mbak tersebut. Untuk apa menjadi pejabat publik di lingkungan orang-orang yang penuh subjektivitas dan prasangka, yang segala sesuatunya selalu ditelaah dari sudut pandang aku bukan mereka atau orang lain, yang selalu menganggap diri mereka benar, dan tak pernah melihat darimana akar permasalahan itu berasal, apalagi kalau objektivitas menjadi barang langka di lingkungan tersebut. Rasanya percuma kalau jabatan itu terus dipertahankan. Meski banyak yang menudingnya sebagai upaya melarikan diri dari kenyataan. Atau lebih tepatnya melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai pejabat publik, namun Mbak Sri tetap mendapat pengakuan yang lebih objektif, rasional, dan terhormat di luar sana. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anjing menggonggong kafilah pun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4491722319947809920?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4491722319947809920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/air-mata-mbak-sri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4491722319947809920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4491722319947809920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/air-mata-mbak-sri.html' title='AIR MATA MBAK SRI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_Y5A_0UyUI/AAAAAAAAEQs/N7sWC81ncyE/s72-c/316071.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6442646947753502402</id><published>2010-05-18T10:20:00.009+07:00</published><updated>2011-10-20T13:11:40.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>TAKDIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;i status jejaring sosial salah satu saudara sepupuku tertulis, "Janganlah Anda sedih terhadap sesuatu yang sudah  berlalu sekalipun Anda sangat menginginkannya, ketahuilah bahwa hal itu  tidak ditakdirkan kepadamu, seandainya ditakdirkan pasti milik Anda." Pernyataan yang bagus tapi perlu dicermati, takdir itu sebenarnya apa. Dalam status sepupuku itu aku beri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;komen&lt;/span&gt;, "Tapi kita juga harus berusaha agar keinginan itu menjadi milik kita. Takdir  tak berpihak pada orang yang tak berusaha."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_IjkAxx4jI/AAAAAAAAELE/k_iYXuEf8IQ/s1600/takdir.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_IjkAxx4jI/AAAAAAAAELE/k_iYXuEf8IQ/s400/takdir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472475598799626802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Manusia selalu berlindung di balik takdir ketika ia gagal atau berhasil. Saat melihat orang yang miskin, kita selalu berkata, "Sudah takdirnya ia hidup menderita dan miskin."  atau ketika melihat seseorang dengan mobil mewahnya, kita akan berkata, "Dia sukses dan kaya karena takdirnya." Bahkan saat kita tak berjodoh dengan orang yang dicintai pasti selalu berkata, "Ini memang takdirku tak jadi menikahi dia, dan bukan jodohku, semua karena kehendak-Nya." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takdir itu pada dasarnya tak serta merta dijatuhkan Tuhan  dari atas langit. Takdir itu bukanlah hukuman yang harus dijalankan umat manusia di dunia. Usaha yang dilakukan manusia juga dapat menentukan takdirnya. Semakin keras usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai cita-citanya akan semakin baik takdir yang akan diterimanya kelak. Tuhan tak akan menjatuhkan takdir yang buruk buat manusia itu jika ia berusaha keras dan tak menyalahi aturan-Nya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mendapatkan takdir yang baik pun tak akan pernah terwujud kalau cuma mengandalkan doa. Berdoa tanpa usaha sama juga bohong. Semuanya harus berjalan seiring, antara usaha dan doa. Seseorang jadi miskin karena ia malas bukan karena takdirnya,  malas ini banyak macamnya, mulai dari malas bekerja, malas mendekati orang untuk membangun hubungan baik, malas belajar, dan sebagainya. Kalau ia berusaha keras paling enggak hidupnya tak susah-susah amat. Orang-orang yang sukses dan kaya bisa dipastikan adalah orang-orang yang rajin bekerja, pantang menyerah, suka belajar, dan rajin mendekati orang untuk diambil keuntungan darinya. Dalam buku "No Pain No Gain" secara tegas menyatakan, "Carilah teman yang menguntungkan dan memberikan manfaat bagi kemajuan diri."  Pernyataan ini tak  salah dan cukup rasional. Bahkan menurutku ini merupakan salah satu jalan menuju takdir yang baik tadi asal tak merugikan dan menyusahkan orang lain, serta tak melanggar aturan-Nya. Lantas apa sih takdir itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam Wikipedia Indonesia, takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya  ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau  ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu  yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan  yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman. Penjelasan  tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan, seperti  informasi Allah melalui Al Quran dan Al Hadits. Secara keilmuan umat  Islam dengan sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu  yang sudah terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untuk memahami konsep takdir ini, umat Islam tidak dapat melepaskan  diri dari dua dimensi pemahaman takdir. Kedua dimensi yang dimaksud itu adalah  dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. Dimensi ketuhanan merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al Quran yang  menginformasikan bahwa Allah maha kuasa menciptakan segala sesuatu  termasuk menciptakan Takdir. Sedangkan dimensi ketuhanan merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al Quran yang  meginformasikan bahwa Allah memperintahkan manusia untuk berusaha dengan  sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang  dipilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari kedua konsep itu sudah jelas bahwa takdir manusia bisa ditentukan dari seberapa besar usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai cita-cita dan tujuannya. Kita harus memahami konsep takdir dari kedua dimensi tadi. Percayalah, Allah tak akan menjatuhkan takdir yang buruk bagi kita jika kita berusaha keras dan tak melanggar perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri menyadari, tak menjadi seorang kaya dan berkecukupan karena usaha keras yang kurang dan tak maksimal dariku, bukan karena takdirku. Kalau kita tetap susah padahal usaha keras telah dilakukan, ini perlu dipertanyakan pada diri kita sendiri, kenapa bisa begitu. Tentu ada yang salah dan tak sesuai aturan-Nya ketika ingin mencapai takdir yang baik tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6442646947753502402?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6442646947753502402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/takdir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6442646947753502402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6442646947753502402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/takdir.html' title='TAKDIR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S_IjkAxx4jI/AAAAAAAAELE/k_iYXuEf8IQ/s72-c/takdir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-5221127399959175139</id><published>2010-05-17T12:13:00.012+07:00</published><updated>2011-11-01T18:58:33.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sexuality'/><title type='text'>SEKS YANG ANEH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;P&lt;/span&gt;emerkosa lima bocah di Bali akhirnya ditangkap. Tersangka, Mochammad Davis Suharto (30),  yang berprofesi sebagai tukang pijat panggilan dibekuk polisi di Jl. Pantai Kuta, pukul 04.00 Wita, Minggu  (16/5/2010) kemarin. Dari pengakuannya kepada sejumlah media, tersangka mengaku melakukan  tindakan bejatnya dengan korban anak-anak tersebut karena bisikan gaib. Pada saat mengalami kecelakaan di Batam, dia didatangi sosok gaib dan membisikinya untuk mencari 10 korban gadis yang belum kotor agar dia selamat dari kecelakaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sejak di Batam itulah, dia mulai memperkosa anak-anak, hingga korbannya  berjumlah lima orang. Kalau dihitung-hitung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; jumlah korbannya sudah genap sepuluh. Pengakuannya hanya mencari pembenaran atas tindakan yang ingin dia lakukan. Davis dapat dikategorikan sebagai seorang pedofil. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pedofilia&lt;/span&gt; sendiri merupakan salah satu dari 9 jenis kelainan seksual  parafilia. Beberapa jenis parafilia lain adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ekshibisionisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  fetihisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; frotteurisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; masokisme seksual&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sadismeseksual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; veyourisme &lt;/span&gt; atau&lt;span style="font-style: italic;"&gt; fetihisme transvestik&lt;/span&gt;. Bingungkan dengan istilah-istilah kelainan seks tersebut. Kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengen&lt;/span&gt; tahu artinya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;googling&lt;/span&gt; aja di internet, pasti dapat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZEljsqsElEQ/Tq_eu9rQV9I/AAAAAAAAE_s/5W_cqx_56bc/s1600/ChildAbuse2x.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZEljsqsElEQ/Tq_eu9rQV9I/AAAAAAAAE_s/5W_cqx_56bc/s400/ChildAbuse2x.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669995354294081490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari sisi medis, pedofilia adalah sejenis kelainan psikologis di mana  penderitanya tertarik melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak.  Istilah pedofil berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku  kata, yakni pedo (anak) dan filia (cinta). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mereka yang dapat  dikategorikan sebagai penderita pedofilia umurnya harus di atas 16 tahun, baik  pria maupun wanita, sedangkan anak yang menjadi korban berumur 13 tahun  atau lebih muda (anak prepubertas).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aktivitas seks yang dilakukan penderita pedofilia bisa bervariasi, mulai  dari bersenggama, menelanjangi anak, memamerkan tubuh kepada anak,  masturbasi dengan anak hingga penetrasi pada mulut, vagina, atau anus  dengan jari, benda asing, atau alat kelamin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hingga saat ini,  belum diketahui penyebab pasti pedofilia. Namun, pedofilia sering kali  menandakan ketidakmampuan berhubungan dengan sesama orang dewasa atau  adanya ketakutan wanita untuk menjalin hubungan dengan sesama orang  dewasa. Jadi, bisa dikatakan sebagai suatu kompensasi dari penyaluran  nafsu seksual yang tidak dapat disalurkan kepada orang dewasa. Bila Anda punya keinginan untuk melakukan aktivitas sexual seperti di atas, bisa dipastikan Anda adalah seorang pedofil, dan mempunyai kebiasaan seks yang aneh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perilaku seks Davis yang aneh tersebut bisa dipastikan akan menimbulkan dampak traumatis bagi korban-korbannya, dan pengalaman ini akan terus terbawa hingga mereka dewasa.  Masih ingat dengan Robot Gedek dan Baekuni atau Babeh. Kedua tokoh pedofil ini mempunyai pengalaman seks yang tak biasa di masa kecilnya. Kehidupan masa kecil Robot Gedek yang lemah mental penuh dengan pengalaman pahit. Dia selalu menerima cacian, penghinaan, pukulan, dan tendangan dari orang tuanya dan orang dewasa lain yang ada di sekitarnya. Akibatnya, pertumbuhan kepribadian Robot Gedek menjadi tidak normal. Bahkan Robot Gedek juga pernah menjadi korban kekerasan secara sexual, diperkosa dan disodomi ketika masih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kehidupan masa kecil Baekuni alias Babeh (48) hampir mirip dengan Robot Gedek. Pelaku mutilasi tujuh  bocah di wilayah hukum Polda Metro Jaya itu, sangat suram. Baekuni anak ke-1  dari 12 bersaudara. Orangtuanya mencari nafkah sebagai petani di  kampung halamannya di Magelang. Jawa Tengah. Baekuni kecil tidak pandai  bersekolah. Di rumah dia selalu dimarahi karena kebodohannya. Maka  sekolahnya pun cuma sampai kelas tiga SD. Tahun 1972, saat berusia 12 tahun. Baekuni hengkang dari rumah  orangtuanya dan hijrah ke lbukota. Di sinilah Baekuni merasakan kerasnya  hidup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Baekuni mencari  nafkah menjadi pengamen di wilayah Lapangan Banteng, Jakarta  Pusat. Sebagai anak jalanan, Baekuni banyak menemukan kerikil tajam. Pada suatu malam, Baekuni disodomi oleh seorang  pria dewasa. Dia disekap dan diancam dengan pisau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pengalaman masa kecil Robot Gedek dan Babeh mendorong mereka memiliki hasrat seks yang aneh dan tak biasa. Menurut  Psikolog Forensik, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reza  Indragiri Amriel&lt;/span&gt;, anak-anak yang menjadi korban akibat terpapar pada seks usia dini kerap  mengalami trauma yang wujudnya tidak selalu berbentuk perilaku dan emosi  depresif atau agresif.  Menurutnya, terpapar pada aksi seksual di usia dini dapat mengakibatkan anak  tersebut mengalami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sexualization of behavior&lt;/span&gt;. Konkretnya, anak kemudian  dapat dengan mudah mengasosiasikan berbagai objek dengan sensasi  keterangsangan seksualnya. Reza mencontohkan jika saat melihat air, anak-anak korban ini bisa jadi  terangsang untuk melakukan onani atau masturbasi. Saat melihat binatang,  anak jadi terpancing untuk bereksperimentasi secara seksual. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seks yang aneh bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang ingin mencari variasi dalam aktivitas seksualnya, tapi ini hanya menjadi alasan pembenaran bagi mereka yang suka menyimpang atau berperilaku seks yang aneh. Bahkan terkadang menjadi bagian tradisi dari budayanya masing-masing.  Contohnya tradisi "Sifon" di Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan. Sifon adalah  tradisi sunatan untuk laki-laki dewasa (biasanya untuk mereka yang  sudah beristri dan punya anak) yang dalam proses penyembuhannya harus  melakukan hubungan badan dengan perempuan tertentu yang bukan istri atau  anggota keluarga dekat. Mereka menolak proses penyunatan sejak masa  kanak-kanak, karena diyakini tidak sehat dan bisa menyebabkan impotensi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ritual sifon ini biasanya  dilakukan pada setiap musim panen. Tujuannya adalah untuk membersihkan  diri dari berbagai macam penyakit, juga membersihkan diri dari noda dosa  dan pengaruh bala setan dan secara biologis dimaksudkan untuk menambah  kejantanan dan keperkasaan seorang pria dewasa. Proses ritual ini berupa  prosesi, yang diawali dengan penyerahan mahar berupa ayam,  pernak-pernik, dan sejumlah uang kepada dukun sunat atau Ahelet.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selanjutnya pasien akan dihantar ke sungai untuk melakukan pengakuan  dosa atau Naketi. Laki-laki yang layak disunat adalah mereka yang  mengakui dengan jujur kepada Ahelet bahwa dalam kehidupan sehari-hari  telah sering melakukan hubungan badan dengan beberapa wanita. Sementara  yang belum pernah akan ditolak Ahelet. Setelah pengakuan dosa,  Ahelet akan mulai proses penyunatan pasien dengan menggunakan sebilah  sembilu atau pisau. Jika sudah disunat pasien akan dikembalikan ke  sungai untuk seterusnya melakukan pembersihan dan proses penyembuhan.  Dan ini dilakukan secara rutin dalam jangka waktu seminggu atau bahkan  lebih. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tetapi proses penyembuhan yang sesungguhnya adalah Sifon  itu sendiri. Yakni ketika dalam keadaan luka yang masih belum sembuh  total, si pasien harus melakukan hubungan badan dengan perempuan  tertentu, yang telah disediakan oleh Ahelet atau yang dipersiapkan  sendiri oleh si pasien. Dengan persyaratan bahwa setelah melakukan  hubungan badan dengan perempuan yang bersangkutan, si pasien tidak  diperbolehkan untuk melakukan hubungan badan dengannya sampai akhir  hayat. Sementara untuk pria lain diperbolehkan oleh Ahelet. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seks yang aneh akan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat yang sakit dan di tengah tradisi yang aneh dan menyimpang. Mencari kesenangan dan variasi dalam aktivitas seksual &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sih&lt;/span&gt; enggak salah, tapi pikirkan risikonya sebelum Anda berbuat. Pilihan ada di tangan Anda mau pilih yang mana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-5221127399959175139?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/5221127399959175139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/seks-yang-aneh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5221127399959175139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5221127399959175139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/seks-yang-aneh.html' title='SEKS YANG ANEH'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZEljsqsElEQ/Tq_eu9rQV9I/AAAAAAAAE_s/5W_cqx_56bc/s72-c/ChildAbuse2x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4839906651070102593</id><published>2010-05-14T15:07:00.010+07:00</published><updated>2011-10-20T13:15:29.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>BONGKAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau cinta sudah di buang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jangan harap keadilan akan datang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kesedihan hanya tontonan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi mereka yang di perbudak jabatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Sabar, sabar, sabar dan tunggu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Itu jawaban yang harus kami terima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ternyata kita harus turun ke jalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Robohkan setan yang berdiri mengangkang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Penindasan serta kesewenang-wenangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hoi hentikan jangan diteruskan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;O, o, ya o ... Ya o ... Ya bongkar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Di jalan kami sandarkan cita-cita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebab dirumah tiada lagi yang bisa dipercaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Orang tua pandanglah kami sebagai manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-0QmFZIfhI/AAAAAAAAEKc/uAaCYvf6ZgA/s1600/kartun+susno+3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-0QmFZIfhI/AAAAAAAAEKc/uAaCYvf6ZgA/s400/kartun+susno+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471047368793685522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;yair lagu "Bongkar" karya Iwan Fals agaknya cocok untuk Pak Susno sekarang. Tadi aku baca di &lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/05/14/brk,20100514-247819,id.html"&gt;Tempointeraktif.com&lt;/a&gt;, Pak Susno juga akan memaparkan manipulasi daftar pemilih tetap Pemilu 2009 awal pekan  depan. Selain akan membongkar masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap), Pak Susno juga akan memaparkan  masalah rekayasa teknologi informasi di Komisi Pemilihan Umum pada  Pemilu lalu. Diduga manipulasi tersebut bertujuan memenangkan salah satu pasangan  calon presiden. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bila bukti manipulasi yang akan dipaparkan Pak Susno itu benar maka bisa dipastikan stabilitas politik di Indonesia akan goyah. Bahkan bukan tidak mungkin para kontestan pemilu yang ikut kemarin akan menuntut ulang pelaksanaan pemilu kembali, dan menganggap pemerintahan yang berkuasa sekarang tidak sah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alamak Jang&lt;/span&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai orang awam dan tak pernah terlibat politik praktis, aku cuma bisa geleng-geleng kepala. Andai pengakuan Pak Susno benar betapa bobroknya negeri ini. Reformasi yang dijalankan sudah melenceng jauh dari tujuan semula, dan reformasi hanya digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu yang ingin mencari kekuasaan. Pengorbanan nyawa para reformis tahun 1998 menjadi sia-sia, ternyata reformasi yang mereka usung dengan cucuran air mata dan darah tak berarti apa-apa. Semua sama parahnya dengan orde kemarin yang penuh dengan nepotisme, kolusi, dan korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku sebagai rakyat cuma bisa menunggu kenyataan dari auman Pak Susno, apakah benar bertaring atau cuma isapan jempol semata. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mulutmu adalah harimaumu&lt;/span&gt;, demikian kata sebuah peribahasa, yang berarti segala perkataan yang terlanjur dikeluarkan apabila tidak dipikirkan  dahulu akan dapat merugikan diri sendiri. Jika auman Pak Susno tidak benar berarti ia cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tong kosong nyaring bunyinya&lt;/span&gt;. Namun bila benar, maka auman Pak Susno akan menjadi dasar bagi terbentuknya Negara Indonesia yang benar dan jujur, dan Pak Susno pantas mendapat penghargaan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amiiin&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sayangnya, di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tagline&lt;/span&gt; Metro TV tadi pagi (17 Mei 2010), &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://korupsi.vivanews.com/news/read/151339-pengacara__tak_benar_susno_bongkar_kasus_dpt"&gt;Pak Susno membantah akan membongkar masalah DPT&lt;/a&gt; tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4839906651070102593?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4839906651070102593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/bongkar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4839906651070102593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4839906651070102593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/bongkar.html' title='BONGKAR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-0QmFZIfhI/AAAAAAAAEKc/uAaCYvf6ZgA/s72-c/kartun+susno+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-2288617827773524488</id><published>2010-05-12T14:16:00.010+07:00</published><updated>2011-10-20T13:15:59.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>CERITA CINTA ALTER DAN JANE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;A&lt;/span&gt;lter dan Jane hanyalah manusia biasa. Keduanya saling mencintai. Dan mereka layak mendapatkan cinta itu. Alter mencintai Jane apa adanya, begitu pula sebaliknya, Jane mencintai Alter apa adanya juga. "I love you just the way you are", kata Alter pada Jane dan Jane pada Alter.  Alter seorang duda sedang Jane penderita tuna rungu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-p4-ECqDBI/AAAAAAAAEKE/9VMdHcUxLCI/s1600/alter-jane-baru-cv.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-p4-ECqDBI/AAAAAAAAEKE/9VMdHcUxLCI/s200/alter-jane-baru-cv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470317705026997266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perkenalan Alter dengan Jane bermula dari lapangan golf. Alter  adalah teman seklub golf Maria Grace, ibunya Jane sejak 2004. Mereka tergabung dalam  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chemical Golf Club&lt;/span&gt; di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah mengenal baik ibunda Jane, Alter pun kemudian kenal Jane saat diajak menghadiri  undangan Menperindag bersama tahun 2008. Suatu kali, ibunda Jane memintanya duduk menggantikan dirinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt;  dengan Jane.  Saat itu Jane masih kuliah di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;University of San Fransisco&lt;/span&gt; jurusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Business Administration&lt;/span&gt;. Alter dan Jane sempat beberapa kali&lt;span style="font-style: italic;"&gt; chatting&lt;/span&gt;  meski belum menjurus ke hubungan yang serius. Namun, ketika orangtua Jane menjodohkan Jane dengan orang lain, Jane  mendekati Alter untuk menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pria itu.  Jadilah mereka dekat, mulai mengenal satu sama lain.  Dan saling jatuh cinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tahun 2008 itu juga, kekuatan cinta mereka diwujudkan dalam sebuah  penikahan suci. Alter dan Jane membangun mahligai cinta mereka dalam  sebuah rumah tangga. Jane dan Alter menikah di Las Vegas, Amerika, pada  17 September 2008. Tidak ada hal lain yang membuat Alter menikahi Jane,  katanya, kecuali  pribadi Jane yang istimewa. Sejak awal dikenalnya, Jane adalah sosok  yang menarik dan tidak mudah tersinggung. “Dari dulu dia enggak gampang  marah kalau digoda.” kata Alter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pernikahan Alter dan Jane pun membuahkan benih cinta. Sayangnya, benih cinta itu tak bisa bertahan lama. Jane  mengalami keguguran pada kehamilan pertama di bulan Februari 2009 dan  kehamilan kedua pada Januari 2010, karena kecapaian, banyak aktivitas, dan jarang merasakan capek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kisah cinta Alter dan Jane tak berjalan mulus, penuh liku-liku. Sama seperti kisah cinta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Romeo and Juliet&lt;/span&gt;, maupun Siti Nurbaya dengan Samsul Bahri. Keduanya tak direstui oleh orang tua mereka. Kisah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Romeo and Juliet&lt;/span&gt; harus berakhir dengan kematian keduanya.  Sedangkan Siti Nurbaya dengan  Samsul Bahri harus berpisah karena fitnah. Cinta Alter dan Jane pun setali tiga uang dengan kisah-kisah klasik tersebut. Alter harus meringkuk dalam penjara karena dilaporkan orang tua Jane ke Polisi atas dugaan  pemalsuan identitas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Alter ternyata seorang perempuan demikian tuduhan orang tua Jane. "Orangtua mana pun  tak mau anak perempuannya menikah dengan perempuan." ungkap orang tua Jane lewat kuasa hukumnya. Alter juga dituduh melakukan penculikan terhadap anak mereka, Jane. Dan sejak 30 April lalu,  Alter pun resmi ditahan di rumah tahanan negara khusus wanita  di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, karena Kejaksaan Tinggi  DKI  meyakini bahwa dia berkelamin perempuan. Tapi, benarkah Alter seorang perempuan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Alter melalui kuasa hukumnya menolak tegas tuduhan itu. Alter memang terlahir sebagai laki-laki, tetapi dengan kelainan pada  kelamin dan hormonnya, saat itu ia dianggap perempuan oleh susternya, dan di  akta kelahiran pun akhirnya ditulis perempuan. Dalam dunia kedokteran, Alter menderita sindroma klinefelter. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sindroma klinefelter adalah bayi laki-laki terlahir dengan kelebihan 1  kromosom X. Pria dan wanita biasanya memiliki dua kromosom seks. Wanita  mendapatkan dua kromosom X, 1 dari ibu, 1 dari ayah. Pria mendapatkan 1  kromosom X dari ibu dan 1 kromosom Y dari ayah. Pria dengan  sindroma klinefelter biasanya memiliki kelebihan kromosom X sehingga  mereka memiliki tiga kromosom seks, yaitu dua kromosom X dan 1 kromosom  Y.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sindroma ini ditemukan pada satu di antara 700 bayi yang baru  lahir. Dalam sindroma klinefelter pada Alter juga disebutkan bahwa  kantong zakar mengecil dan tidak berisi buah zakar serta lubang zakar  terbelah ke bawah. Setelah dewasa, secara fisik Alter ternyata memiliki kelamin laki-laki.  Namun, karena kromosomnya tersebut juga memiliki kelainan, dia juga memiliki  payudara. Karena itu, pada awal 2006 dia menjalani operasi pengangkatan  payudara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pria penderita sindrom Klinefelter pun tidak dikategorikan mengalami  penyimpangan atau kelainan orientasi seksual. Meskipun memiliki kromosom  seks perempuan yang lebih banyak, penderita sindrom ini adalah pria  dengan selera seksual yang normal. Demikian menurut penjelasan Pak Wimpie, seorang dokter ahli seksologi dan andrologi dari Universitas Udayana, Bali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meski secara fakta atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de facto&lt;/span&gt; Alter adalah seorang laki-laki, namun secara hukum atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de jure&lt;/span&gt;, Alter adalah seorang perempuan berdasarkan akta lahirnya. Kisah cinta Alter dan Jane jadi penuh ketidakpastian gara-gara jenis kelamin Alter tersebut. Namun sebagai manusia yang memiliki cinta, mereka berhak menjalani hidupnya, dan berhak memilih jalan hidupnya sendiri tanpa harus dicampuri oleh orang lain, termasuk orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-2288617827773524488?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/2288617827773524488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/cerita-cinta-alter-dan-jane.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2288617827773524488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2288617827773524488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/cerita-cinta-alter-dan-jane.html' title='CERITA CINTA ALTER DAN JANE'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-p4-ECqDBI/AAAAAAAAEKE/9VMdHcUxLCI/s72-c/alter-jane-baru-cv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6793934699488558378</id><published>2010-05-12T12:13:00.006+07:00</published><updated>2011-10-20T13:16:12.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>MACHIAVELLI DAN TEORI IMAJINASI RAKYAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;achiavelli dapat dianggap sebagai simbol kediktatoran karena cenderung menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan. Ia juga membenarkan sistem pemerintahan yang dijalankan penguasa bertangan besi, bahkan menolak pertimbangan moral dalam hal politik praktis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-o-6xnKN3I/AAAAAAAAEJ0/ExnAruTP77A/s1600/santi_di_tito_-_niccolo_machiavellis_portrait.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-o-6xnKN3I/AAAAAAAAEJ0/ExnAruTP77A/s400/santi_di_tito_-_niccolo_machiavellis_portrait.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470253876865808242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oleh karena itu, tak heran jika para Machiavellisme, terutama para penguasa yang menjalankan prinsip Machiavelli ini dianggap sebagai sosok yang membenarkan dusta, penipuan, penindasan, dan pembunuhan, termasuk pengingkaran sejarah asal stabilisasi kekuasaannya mantap dan tak tergoyahkan. Menurut Machiavelli, penguasa yang menjalankan aturan-aturan konvensional seperti petunjuk-petunjuk moral (agama) yang menekan justru akan menghancurkan kekuasaannya.                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semua konsep tentang kekuasaan itu ia tuangkan dalam buku yang berjudul "The Prince" atau sang pangeran. Buku ini ditulis Machiavelli tahun 1513. Buku ini dianggap sebagai buku suci bagi penguasa diktator karena berisi banyak nasihat atau kiat-kiat bagi seorang penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya. Dalam buku itu Machiavelli menganjurkan seorang penguasa untuk mengabaikan pertimbangan moral secara total dan mengandalkan kekuatan dan kelicikan, termasuk mengandalkan kekuatan militer yang dipersenjatai dengan baik. Seorang penguasa juga harus dikelilingi oleh menteri-menteri yang mampu dan setia, serta menjauhkan diri dari penjilat untuk mencapai kesuksesannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-o_eoiirsI/AAAAAAAAEJ8/9G0X8yfY-tc/s1600/prince.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 138px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-o_eoiirsI/AAAAAAAAEJ8/9G0X8yfY-tc/s200/prince.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470254492905811650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam buku tersebut Machiavelli juga mengajukan dua opsi perbincangan, apakah seorang penguasa itu lebih baik dicintai atau dibenci/ditakuti. Menurutnya penguasa sebaiknya ditakuti dan dicintai, tapi kedua opsi ini tak bisa disandang sekaligus, lebih aman bagi seorang penguasa adalah ditakuti, karena bila dia memilih untuk dicintai maka ia harus siap-siap untuk mengorbankan kepentingan demi rakyat yang mencintainya.                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam sejarah dunia, ada begitu banyak penguasa yang mengikuti nasihat-nasihat Machiavelli ini. Napoleon, Stalin, Hitler, Benito Mussolini, hingga Marcos merupakan tokoh-tokoh yang mengambil langkah radikal dalam kepemimpinannya. Mereka sepertinya menjiplak habis tips-tips yang diberikan Machiavelli untuk bertahan dalam tampuk kekuasaannya. Mereka diktator ulung pada masanya. Mussolini memuji-muji Machievalli di depan umum sebagai tokoh inspirator. Bahkan Napoleon menyelipkan "The Prince" di bawah bantalnya agar bisa membacanya berulang-ulang.                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Contoh dramatis yang mengadaptasi pemikiran Machiavelli adalah Adolf Hitler. Hitler menggunakan kekuatan militer untuk mendukung aksi brutalnya demi menguasai Eropa hingga dunia, karena kekuatan militer dianggap sumber kekuatan untuk mempertahankan status quo. Pembersihan etnis Yahudi merupakan taktik Hitler untuk menarik simpati bangsa Arya, yang dianggap sebagai keturunan murni bangsa Eropa, apalagi pada masa itu Yahudi terkenal lebih dominan dalam bidang perekonomian terutama di Jerman dan daratan Eropa lainnya, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat yang mengaku keturunan asli Eropa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Taktik Hitler ini oleh Machiavelli disebut sebagai penguasaan imajinasi orang banyak (baca: rakyat), yaitu salah satu taktik untuk mempertahankan kekuasaan dan menarik simpati masyarakat meski harus mengorbankan masyarakat lainnya. Hitler memanfaatkan apa yang menjadi imajinasi atau impian dari sebagian besar masyarakat Jerman yang tak suka dengan dominasi etnis Yahudi dalam bidang perekonomian. Mereka mengandaikan Jerman yang damai dan maju tanpa dominasi Yahudi dalam berbagai bidang. Yahudi dianggap sebagai penghalang bagi kemajuan keturunan asli Jerman. Hitler memanfaatkan peluang ini untuk meraih popularitas demi kekuasaannya.                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menguasai imajinasi orang banyak ini sebenarnya memiliki interpretasi yang beragam, tergantung penerapan di lapangan dan efektifitasnya. Contoh kepemimpinan nasional yang mengadaptasi teori imajinasi rakyat ini adalah Soeharto. Pada awal kepemimpinannya, Soeharto membubarkan PKI dan menurunkan harga-harga barang yang membubung tinggi untuk menarik dukungan rakyat dan meraih simpati dari para mahasiswa. Pada masa itu perekonomian benar-benar di ambang kehancuran dengan angka inflasi yang meroket. Harga-harga barang kebutuhan pokok menjadi mahal dan sulit dijangkau. Rakyat mengimpikan harga barang yang murah dan terjangkau, sedang dari kaum politisi dan mahasiswa, membubarkan pemerintahan Soekarno yang gagal dan meluluhlantakkan PKI sebagai biang kerok instabilitas politik merupakan kenyataan yang ditunggu-tunggu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Imajinasi orang banyak tentang negara yang ideal berhasil dikuasai Soeharto untuk mencapai kekuasaannya. Keadaan ini terus dipertahankan, pada masa pemerintahan Soeharto stabilitas harga barang terjaga, BBM stabil dengan harga jual di bawah standar internasional, berbagai subsidi pun dikucurkan meski hutang di sana-sini. Pokoknya rakyat benar-benar menikmati sistem perekonomian ala Soeharto itu. Stabilitas politik demikian juga, seluruh lawan politik yang dianggap ancaman dibungkam hingga ke akar-akarnya. Soeharto mengandalkan kekuatan militer untuk mendukung kekuasaannya. Soeharto berhasil menciptakan dirinya sebagai sosok yang dicintai rakyat dan ditakuti/dibenci lawan-lawan politiknya. Berkat penguasaan imajinasi rakyat, Soeharto berhasil menjaga pucuk pimpinannya selama 32 tahun.                             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pasca Soeharto, teori imajinasi rakyat masih diterapkan dalam sistem perpolitikan kita, terutama oleh para politikus yang ingin meraih kepemimpinan nasional maupun menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif. Lihat saja, saat kampanye pemilu berlangsung, para politikus tersebut banyak mengumbar janji di setiap kampanyenya. Semua janji itu melambungkan angan atau imajinasi rakyat tentang negara yang ideal dan kehidupan yang serba mengenakkan, seperti pendidikan gratis, harga barang kebutuhan pokok yang murah, pemberantasan korupsi, supremasi hukum, hingga sistem pembangunan dan kebijakan yang berpihak pada wong cilik. Nyatanya semua itu cuma isapan jempol belaka ketika mereka telah berkuasa atau duduk di kursi wakil rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sadar atau tidak, kita sudah menerapkan teori imajinasi rakyat. Meski mereka tidak pernah membaca buku "The Prince" karya Machiavelli, namun mereka berhasil memanfaatkan teori tersebut demi kepentingan mereka sendiri dan kelompoknya. Teori imajinasi rakyat akan terus berkembang seiring dengan hasrat manusia untuk meraih kekuasaan dan popularitas meski harus mengibuli rakyat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; (Depok, 03 April 2006, penulis: ABDI HUSAIRI NASUTION)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6793934699488558378?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6793934699488558378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/machiavelli-dan-teori-imajinasi-rakyat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6793934699488558378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6793934699488558378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/machiavelli-dan-teori-imajinasi-rakyat.html' title='MACHIAVELLI DAN TEORI IMAJINASI RAKYAT'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-o-6xnKN3I/AAAAAAAAEJ0/ExnAruTP77A/s72-c/santi_di_tito_-_niccolo_machiavellis_portrait.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6595927427818871729</id><published>2010-05-11T10:08:00.013+07:00</published><updated>2011-10-20T13:18:46.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>NYANYIAN PAK SUSNO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jXxxq8LRI/AAAAAAAAEJc/VIGb2qvGAyE/s1600/kartun+susno+3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jXxxq8LRI/AAAAAAAAEJc/VIGb2qvGAyE/s400/kartun+susno+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469858997588471058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;K&lt;/span&gt;emarin Pak Susno akhirnya dijadikan tersangka. Ia dituduh menerima suap dalam kasus penangkaran Arwana di Riau. Penahanan Pak Susno dianggap akan melanggengkan praktik busuk yang bersarang di institusi  kepolisian ataupun institusi lainnya. Semoga anggapan ini tidaklah benar meski dalam hati membenarkan juga. Dari kacamataku, penahanan Pak Susno paling enggak bisa meredam nyanyiannya tentang borok-borok di institusi tempat ia bertugas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jYgd81LgI/AAAAAAAAEJs/PGlMiaL3X24/s1600/clekit-nov0709.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jYgd81LgI/AAAAAAAAEJs/PGlMiaL3X24/s400/clekit-nov0709.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469859799748652546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang awam, rakyat biasa, yang tak terlalu paham dengan sepak terjang semua lembaga hukum itu merasa miris, dan secara kasat mata bisa mendengar dan melihat sendiri apa yang dinyanyikan Pak Susno itu perlu ditindaklanjuti. Biarkan dia bernyanyi meski nyaring dan memekakkan telinga, toh nanti akan merdu juga kalau banyak berlatih. Seharusnya lembaga kepolisian mencermati semua bait nyanyian Pak Susno, membuktikan kebenaran bait itu, apakah cuma rekaan atau kebohongan belaka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nyanyian tentang Gayus si makelar pajak seharusnya bisa dijadikan pembelajaran bahwa institusi tempat si Gayus bekerja itu sudah demikian bobroknya, terutama dalam menangani kasus-kasus perpajakan. Kalau Pak Susno tidak bernyanyi tentang si Gayus maka sudah dipastikan kebobrokan institusi si Gayus itu tak bakal terungkap. Apalagi Pak Susno sudah berjanji akan menyanyikan lagu yang lebih dahsyat lagi, membongkar skandal pajak Rp 250 triliun. Sayangnya, nyanyian itu tak bakal terdengar lagi kalau Pak Susno ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKELAH KALO BEGITU kata Warteg Boyz, kita cuma berharap Susno-Susno lain juga turut bernyanyi melagukan kebobrokan institusinya, meski nyaring dan tak sedap didengar apalagi dimakan, namun bisa jadi obat bagi masyarakat awam seperti aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jXyJHQlbI/AAAAAAAAEJk/7J6M8nRP1gM/s1600/Kartun+Susno.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jXyJHQlbI/AAAAAAAAEJk/7J6M8nRP1gM/s400/Kartun+Susno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469859003881264562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6595927427818871729?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6595927427818871729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/nyanyian-pak-susno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6595927427818871729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6595927427818871729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/nyanyian-pak-susno.html' title='NYANYIAN PAK SUSNO'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-jXxxq8LRI/AAAAAAAAEJc/VIGb2qvGAyE/s72-c/kartun+susno+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4607762753349764387</id><published>2010-05-10T17:09:00.009+07:00</published><updated>2011-10-20T13:19:50.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>AIB? SUDAH LUPA TUH!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;alam sebuah berita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;infotainment&lt;/span&gt;, ada seorang artis muda, cantik, melahirkan anaknya tanpa ayah sekeluar ia dari penjara. Berhari-hari infotainment itu memberitakan kabar si artis tersebut. Seperti sinetron seri, berita itu terus sambung-menyambung menjadi satu seperti kepulauan Indonesia. Sang Ibu artis itupun dengan bangga menyatakan tentang kemandirian anaknya dalam mengurus si jabang bayi, tanpa sang ayah pula (maksudnya jadi orang tua tunggal gitulah). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meski pada akhirnya ayah sang jabang bayi nongol juga, ini juga berkat dikorek-korek oleh infotainment tadi, dan terus diburu siapa ayah sang jabang bayi itu. Dan tanpa malu-malu ayah si jabang bayi (yang ternyata artis juga) pun dengan tegas bersedia bertanggung jawab, ikut mengurus si jabang bayi, walau untuk ke jenjang pernikahan masih belum pasti. Mereka juga mengaku, kehadiran sang jabang bayi sebagai akibat dari keteledoran mereka, yang tidak bisa menguasai nafsu ketika mabuk-mabukan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nah lhoo&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-fv4JYi7KI/AAAAAAAAEJM/L58CXAcGRII/s1600/magritte-lovers.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-fv4JYi7KI/AAAAAAAAEJM/L58CXAcGRII/s400/magritte-lovers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469604020335340706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dulu sekali, sekitar lebih dari 20 tahun yang lalu, ketika masih di Medan, ada anak tetangga yang masih duduk di bangku SMA, hamil di luar nikah, sang Ibu teriak histeris membayangkan betapa malunya ia bila kejadian itu diketahui tetangga, aib besar bagi keluarga mereka. Padahal secara tak sengaja sambil tiduran, aku sudah mendengar perdebatan mereka kala  itu, berkat jarak kamarku dengan kamar tetanggaku itu tak begitu jauh, si anak cuma bisa menangis tersedu-sedu menyesali perbuatannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kini, masalah hamil di luar nikah sudah menjadi hal biasa, meski bagi sebagian orang masih menganggapnya sebagai aib besar. Apakah ini yang disebut zaman edan, mungkin juga. Orang-orang yang hidup di kota besar tak lagi mempermasalahkan aib semacam itu, bahkan tanpa malu-malu mereka bangga mengungkapnya di depan publik. Hamil, melahirkan tanpa ayah si bayi, aborsi berkali-kali tak lagi menjadi aib. Hidup sudah serasa di negara barat yang lebih permisif. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kehilangan keperawanan sebelum menikah pun tak lagi dianggap masalah, sudah biasa itu. Dan itu merupakan hak asasi kaum wanita untuk mempertahankan keperawanannya atau tidak. Ungkapan seperti "Keperawananku kelak akan kupersembahkan untuk suamiku tercinta" tak lagi menjadi ungkapan sakti, malah terdengar kuno, kunooo sekali, alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jadul&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wong&lt;/span&gt; laki-lakinya juga enggak pada perjaka, masa harus menuntut perempuan tetap perawan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;that's not fair&lt;/span&gt;, kata mereka. Kalau zaman ini ngomongin aib, mereka akan jawab, "Aib? Sudah lupa tuh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-fxKtCR43I/AAAAAAAAEJU/7tlZZlSHUGc/s1600/words-3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-fxKtCR43I/AAAAAAAAEJU/7tlZZlSHUGc/s400/words-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469605438654899058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4607762753349764387?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4607762753349764387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/aib-sudah-lupa-tuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4607762753349764387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4607762753349764387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/aib-sudah-lupa-tuh.html' title='AIB? SUDAH LUPA TUH!'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-fv4JYi7KI/AAAAAAAAEJM/L58CXAcGRII/s72-c/magritte-lovers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6530882410811135966</id><published>2010-05-10T09:44:00.012+07:00</published><updated>2011-10-20T13:19:35.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>ANDAI PUNYA 999 TRILIUN 900 MILYAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-eGbENTonI/AAAAAAAAEI8/GVOVVEjqaPQ/s1600/71014_MoneyHappiness_vl-vertical.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-eGbENTonI/AAAAAAAAEI8/GVOVVEjqaPQ/s200/71014_MoneyHappiness_vl-vertical.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469488072008901234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;A&lt;/span&gt;nakku pernah bertanya, "Yan, kalau kita punya uang 999 triliun 900 milyar Rupiah, bisa beli PS3 nggak." Waktu itu aku sempat tertegun mendengar pertanyaannya, pertanyaan tak biasa yang dilontarkan seorang anak usia 6 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tanpa pikir panjang aku langsung jawab pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan uang segitu banyak, kamu bisa beli PS3 satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;container&lt;/span&gt;, bahkan lebih banyak lagi. Tak hanya PS3, semua mainan yang kamu inginkan bisa kita beli. Yanda juga akan pensiun, berhenti bekerja, dan selalu berada di sampingmu kalau kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;punya uang sebanyak itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Kita juga akan menjadi orang paling kaya sejagad mengalahkan Bill Gates atau pemilik Google Inc. Bahkan dengan uang segitu, kita bisa punya pulau sendiri, tempat kamu bermain sepuasnya. Dan Yanda juga bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyalonkan&lt;/span&gt; diri jadi seorang presiden di negeri para bandit ini."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jawabanku disambut anakku dengan sukacita meski dia tak paham dengan jawabanku yang terakhir. "Berarti bisa beli PSP juga dong." lanjut anakku. "Ya, PSP bisa kamu beli semua, langsung kita borong dari pabriknya." jawabku sekenanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Bunda juga nggak perlu kerja dong kalau kita punya uang 999 triliun 900 milyar." imbuh anakku. Langsung kujawab, "Ya, Bunda juga nggak perlu kerja di luar rumah. Yanda sama Bunda akan menemanimu setiap saat, menemanimu belajar, bermain, dan akan selalu berada di sampingmu." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Anakku kembali menambahkan pertanyaannya, "Kalau punya uang segitu, berarti aku enggak perlu sekolah dan belajar dong." Lagi-lagi aku tertegun mendengar pertanyaannya itu. Sejenak dalam hati aku menjawab, "Iya, gak perlu sekolah dan belajar karena kamu sudah punya uang banyak." Tapi bukan itu jawaban yang aku lontarkan ke anakku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Kamu tetap harus sekolah dan belajar untuk mengelola uang segitu banyak, biar enggak dibohongin sama orang-orang cerdik dan pintar. Dan kalau kamu sekolah dan belajar tekun, kamu bisa buat uang yang banyak tadi menjadi lebih banyak lagi." jawabku.  "Untuk menjadi orang  cerdik dan pintar, kamu harus belajar dan sekolah." lanjutku. Sambil tersenyum puas atas jawabanku, anakku kembali sibuk dengan PS2-nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebenarnya ada yang enggak pas dengan jawaban yang kuberikan pada anakku, karena seperti mengajarkan padanya untuk menghamba pada uang dan materi. Seolah-olah belajar dan sekolah itu hanya akan didedikasikan untuk mencari uang dan materi. Tapi untuk kasus ini, aku cuma melontarkan jawaban-jawaban pragmatis agar dia lebih mengerti. Lagi pula esensi orang untuk belajar dan sekolah itu adalah untuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mencari uang dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Makin baik pekerjaan yang ia peroleh maka makin banyak uang yang ia dapatkan.  Orang akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik bila ia punya uang. Punya uang di sini jangan dimaknai sebagai uang dalam jumlah banyak, karena setiap orang mempunyai ukuran tertentu dalam menentukan nilai nominal yang ia butuhkan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik menurut definisinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, di zaman ini, orang tak bisa hidup tanpa uang, benar tidak? Bila ada orang yang berkata dia tidak butuh uang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;that's a bullshit!&lt;/span&gt; BOHONG BESAR! Bagaimana dia bisa hidup kalau dia tidak punya uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Suatu waktu kemudian, anakku kembali melontarkan pernyataan yang berkaitan dengan pertanyaannya tadi. "Yan, kalau kita punya uang 999 triliun 900 milyar, kita beli PS3 ya Yan." tegasnya. Kusambut pernyataannya itu dengan perkataan ini, "Okey, tapi kamu jangan lupa belajar ya, biar bisa mengurus uang sebanyak itu." Anakku mengangguk sambil tersenyum manis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-eEaXqYAxI/AAAAAAAAEI0/3canRX_nfuk/s1600/money.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-eEaXqYAxI/AAAAAAAAEI0/3canRX_nfuk/s400/money.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469485861027971858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6530882410811135966?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6530882410811135966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/andai-punya-999-triliun-900-milyar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6530882410811135966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6530882410811135966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/andai-punya-999-triliun-900-milyar.html' title='ANDAI PUNYA 999 TRILIUN 900 MILYAR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-eGbENTonI/AAAAAAAAEI8/GVOVVEjqaPQ/s72-c/71014_MoneyHappiness_vl-vertical.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6534741044214530827</id><published>2010-05-07T08:33:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T13:21:03.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>BEKERJA DENGAN NURANI*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;i harian Kompas, Minggu 9 Juli 2000 halaman 2, Wimar Witoelar pernah menulis di rubrik "Asal Usul" kisah tentang seorang supir taksi bernama "Bob" di kota Melbourne-Australia. Dikisahkan, Bob seorang supir taksi yang benar-benar profesional. Dia menjalankan pekerjaannya dengan tanggung jawab penuh. Meski profesi tersebut dianggap sederhana namun cukup penting bagi sebagian besar orang yang menggunakan jasa Bob. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai supir taksi, Bob sangat senang menjaga keselamatan penumpangnya, termasuk menjaga barang yang dibawa oleh penumpangnya. Bahkan ia tak segan-segan membantu penumpangnya yang ketinggalan koper untuk mengambilnya kembali dan mengantarnya ke sang penumpang di bandara. Untuk jasa ini, Bob bersedia dibayar cuma AUD10 (sepuluh dollar Australia), padahal ongkos taksi untuk perjalanan tambahan dari bandara ke tempat asal dan kembali lagi ke bandara tersebut bisa bernilai AUD45. Tapi Bob tetap melakukannya dengan senang hati. Maka tak heran kalau Bob mendapat penghargaan sebagai pengemudi taksi terbaik tahunan atau "Taxi Driver of the Year" berkat tanggung jawab dan keprofesionalannnya.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bob, seperti yang dikisahkan Wimar tersebut, telah bekerja dengan nuraninya. Meski seorang supir taksi, Bob bertanggung jawab terhadap profesinya, ia juga disiplin dan jujur. Ini dibuktikan oleh Bob sendiri, ia rela menolong penumpangnya yang mengalami kesulitan, ia tak mau dibayar lebih tinggi untuk ekstra tenaga yang dikeluarkannya. Hal ini berbanding terbalik dengan yang kita alami di sini, kita selalu meminta imbalan untuk hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab kita. Imbalan itu bisa berbagai wujud atau bentuk, mulai dari bentuk pujian, penghargaan, pangkat hingga uang. Di antara bentuk-bentuk imbalan tersebut, uanglah yang selalu menjadi primadona dan dipilih orang. Bila kita bekerja demi imbalan maka kita takkan pernah dapat bekerja dengan nurani.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-NzU3Yz5bI/AAAAAAAAEIk/J5ojRyjEbsE/s1600/work-pile.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-NzU3Yz5bI/AAAAAAAAEIk/J5ojRyjEbsE/s400/work-pile.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468341174860506546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mengapa nurani? Karena, nurani adalah inti dari manusia yang memiliki kepedulian, kegigihan untuk berbuat. Nurani tidak pernah berdusta. Nurani adalah sumber kejernihan berpikir, sumber kekuatan beramal. Nurani merupakan karunia Allah yang sangat besar bagi manusia. Orang-orang yang bekerja dengan nuraninya akan berhasil mengenali dirinya sehingga akhirnya akan berhasil pula mengenali Tuhannya. Jika hal ini terjadi pada diri manusia maka ia akan memiliki kekayaan termahal dalam hidup ini, karena berhasil mengenal diri dan Tuhannya. Hal ini berarti juga, nilai-nilai nurani adalah nilai yang ada dalam diri manusia kemudian berkembang menjadi perilaku serta cara kita memperlakukan orang lain. Yang termasuk dalam nilai-nilai nurani adalah kejujuran, keberanian, cinta damai, keandalan diri, potensi, disiplin, tahu batas, kemurnian, dan kesesuaian.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nurani sangat mengharamkan imbalan, kalimat ini bisa kita analogikan dalam konteks berikut. Seorang bapak ataupun ibu rela bekerja siang dan malam demi anak-anaknya, mereka tak ingin anak-anaknya hidup susah ataupun mati kelaparan, mereka bekerja dengan nurani sehingga mereka tak meminta imbalan pada anak-anaknya atas pengorbanan yang telah mereka lakukan tersebut, meskipun kelak anak-anaknya berhasil dalam status dan peran sosialnya dalam masyarakat.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bekerja dengan nurani perlu kita galakkan untuk Indonesia merdeka. Kalau kita bekerja dengan nurani mustahil kita menemukan korupsi di negeri ini, apalagi wakil rakyat yang merengek-rengek minta fasilitas dan tunjangan. Bahkan kita takkan pernah menemukan birokrasi yang berbelit dan cuma mengandalkan uang untuk mempercepat suatu urusan. Jika kita bekerja dengan nurani, semua pekerjaan akan dijalankan dengan standar dan ketentuan yang sudah ditetapkan dan diatur. Sayangnya, kondisi ini sangat sulit terwujud, nurani manusia telah dikotori oleh nafsu, nafsu ingin memiliki sesuatu, nafsu berkuasa, dan nafsu-nafsu lainnya, yang membuat manusia itu jauh dari nuraninya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menurut Jean Jacques Rousseau nurani dapat diibaratkan sebagai suara jiwa, sedang nafsu-nafsu diibaratkan sebagai suara tubuh, keduanya kerap kali bertentangan dan tak pernah akur antara satu dengan yang lain. Pertentangan ini dapat diilustrasikan seperti berikut, nurani seorang koruptor tahu kalau perbuatan yang ia lakukan itu salah dan berdosa, tapi suara tubuhnya berkata lain, "Jika kamu tidak korupsi maka kamu akan mati kelaparan dan membuatmu tetap miskin, bukankah kekayaan dapat membuatmu hidup enak, terpandang, dan dihormati orang. Kamu juga jangan khawatir dan takut akan dosa, karena hasil korupsi itu dapat kamu bagikan untuk orang-orang miskin dan membangun tempat-tempat ibadah, bukankah itu salah satu cara pencucian dosa. Dan Tuhan juga akan memahami perbuatanmu sepanjang kamu tetap berbuat baik." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ilustrasi itu menunjukkan bahwa suara-suara tubuh telah berkamuflase dengan suara jiwa, berbaur menjadi satu, seolah-olah itu adalah suara jiwa (nurani) mereka. Jadi, tak heran kalau sebagian besar para pendosa menganggap kalau perbuatan dosa yang mereka lakukan itu merupakan suara jiwa-(nurani)-nya, yang dapat dimaafkan. Konsep inilah yang dipakai oleh para koruptor untuk membenarkan perbuatan mereka, sehingga korupsi tetap menjadi lahan subur di berbagai aspek kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bekerja dengan nurani dalam konteks yang benar adalah bekerja dengan penuh disiplin, tanggung jawab, bermoral, jujur, tenggang rasa, dan dekat dengan Tuhan. Bila hal ini terwujud maka kita akan menemukan banyak "Bob" di sekitar kita.     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Depok, 04 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;* &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulisan ini tak dimuat di KOMPAS dengan alasan "Kami kesulitan tempat untuk memuat tulisan Anda."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6534741044214530827?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6534741044214530827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/bekerja-dengan-nurani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6534741044214530827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6534741044214530827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/bekerja-dengan-nurani.html' title='BEKERJA DENGAN NURANI*'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-NzU3Yz5bI/AAAAAAAAEIk/J5ojRyjEbsE/s72-c/work-pile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-9110192728034704920</id><published>2010-05-06T16:56:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T13:22:48.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>PENGHUJAT DAN PENGKRITIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;A&lt;/span&gt;pa beda keduanya? Penghujat itu bisa diartikan sebagai orang yang suka menghina, mencaci, mencela, bahkan memfitnah. Pengkritik adalah orang yang suka memberi kecaman atau tanggapan, yang kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, kebijakan, perbuatan, peraturan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghujat itu biasanya memiliki perasaan tak suka atau benci terhadap sesuatu, bisa terhadap orang, perilaku, hasil karya, pemerintahan, dan sebagainya. Sikap para penghujat biasanya diikuti dengan sentimen atau pendapat yang cenderung negatif. Berbeda dengan pengkritik, sentimen yang ia keluarkan lebih cenderung bersifat positif, tak memecah belah, dan lebih membangun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-PVnPFdebI/AAAAAAAAEIs/DiSQpsWjhVQ/s1600/kritik.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-PVnPFdebI/AAAAAAAAEIs/DiSQpsWjhVQ/s400/kritik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468449242598963634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di tengah iklim kebebasan berpendapat dan keterbukaan informasi saat ini, orang-orang cenderung menjadi penghujat bukan sebagai pengkritik, seolah-olah mereka itu benar sendiri. Apa yang keluar dari mulut mereka cenderung tak disertai fakta yang jelas. Lucunya, segala sesuatu hal yang mereka hujat itu tak pernah berlandaskan pada sudut pandang sebab-akibat. Mereka cenderung melihat hasil akhirnya (akibatnya), bukan faktor penyebabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penghujat cenderung merasa dirinya benar, paling hebat, dan sempurna, tanpa sadar dia juga sebenarnya banyak kelemahan. Tak berapa lama tadi,  aku baca satu status dari seorang teman di situs jejaring sosialku, yang isinya cenderung menghujat satu kelompok orang tertentu, bahkan mendiskriminasikan kelompok tersebut, maksudnya dia apa, aku juga enggak tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menjadi penghujat atau pengkritik memang bukan pilihan hidup, karena kita cenderung tanpa sadar melakukannya, dan akhirnya melebur menjadi diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-9110192728034704920?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/9110192728034704920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/penghujat-dan-pengkritik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/9110192728034704920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/9110192728034704920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/penghujat-dan-pengkritik.html' title='PENGHUJAT DAN PENGKRITIK'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-PVnPFdebI/AAAAAAAAEIs/DiSQpsWjhVQ/s72-c/kritik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4070674161648461467</id><published>2010-05-05T15:22:00.011+07:00</published><updated>2011-10-20T13:36:30.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>MBAK SRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;bak Sri, panggilan akrabku untuk Sri Mulyani Indrawati akhirnya menjadi petinggi Bank Dunia. Hebat menurutku, berarti Bank Dunia mempercayai kemampuan Mbak Sri. Mbak Sri diangkat menjadi Direktur Pelaksana Grup Bank Dunia yang akan membawahi tiga kawasan di dunia, yaitu Amerika Latin dan Karibia, Asia Pasifik, serta Afrika Utara. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Mbak Sri juga pernah menjabat sebagai konsultan di USAid dan sebagai &lt;i&gt;Executive Director&lt;/i&gt; Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group). Dia perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-Es_h8JpuI/AAAAAAAAEHs/khQ4E8wy3k4/s1600/menkeu120109-3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 284px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-Es_h8JpuI/AAAAAAAAEHs/khQ4E8wy3k4/s400/menkeu120109-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467700892558534370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Meski tidak memiliki kedekatan pribadi, kenal juga tidak. Bahkan Mbak Sri juga enggak tahu siapa aku dan aku juga bukan pengagumnya, ketemu juga belum pernah, cuma pernah melihat mobil dinasnya di jalan raya tol Jagorawi, cuma itu. Hanya saja, aku selalu salut buat orang-orang yang mampu mencapai sesuatu yang enggak (belum) bisa aku capai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Mbak Sri orang pintar, orang cerdas, sekolahnya pun tinggi, dan besar di keluarga berpendidikan pula. Orang tuanya adalah pasangan Prof. Satmoko (alm.) dan Prof Dr. Retno Sriningsih Satmoko (alm.). Orang tua Mbak Sri merupakan salah satu potret orang tua yang sukses mengawal putra-putrinya menjadi orang hebat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Prestasi Mbak Sri juga enggak kalah hebatnya. Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh &lt;i&gt;&lt;b&gt;Emerging Markets&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;Forbes&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;Globe Asia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; bulan Oktober 2007. Jadi tak heran kalau Bank Dunia memilih Mbak Sri menjadi salah seorang pejabatnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-EtAYZXvbI/AAAAAAAAEH0/HVSBUZ7C3uQ/s1600/Sri+Mulyani-Menkeu.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 258px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-EtAYZXvbI/AAAAAAAAEH0/HVSBUZ7C3uQ/s400/Sri+Mulyani-Menkeu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467700907176607154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Aku kenal Mbak Sri cuma dari tulisan-tulisannya yang kerap dimuat di Harian Kompas. Seperti pengamat ekonomi lainnya, Mbak Sri banyak menulis tentang kebijakan perekonomian di Indonesia, dan bagaimana sebaiknya kebijakan itu diterapkan di Indonesia. Semua opini yang disampaikannya (aku yakin) bertujuan untuk menjadikan perekonomian Indonesia jauh lebih baik dan setara dengan negara-negara maju lainnya. Meski untuk menerapkan kebijakan itu sulitnya minta ampun dan penuh konsekuensi. Dan inilah yang sekarang dialami oleh Mbak Sri atas kebijakan penanganan kasus Bank Century, hingga membawanya ke pusaran masalah yang tak ada ujungnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Bahkan aku tadi tertawa sendiri ketika membaca suatu berita di yahoonews.com. Salah seorang tokoh partai politik ada yang menyarankan agar Mbak Sri dicekal sebelum kasus Bank Century rampung. Lucunya, yang buat aku tertawa, tokoh itu juga seperti menuding pihak luar (mungkin Bank Dunia maksudnya) agar jangan ikut campur tangan atas kasus yang melibatkan Mbak Sri tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Aneh menurutku, sebegitu hebatkah pengaruh Mbak Sri atas Bank Dunia? Sebagai orang awam saja aku bisa mikir, Mbak Sri itu dalam kasus Century baru sebatas dimintai keterangan mengenai kebijakan atas Bank Century, belum dijadikan sebagai tersangka. Jadi kalau ada perintah cekal, terlalu berlebihan menurutku, &lt;i&gt;lebay gitu loch &lt;/i&gt;kata anak sekarang. Dan Bank Dunia menilai seseorang itu lebih objektif. Takkan ia mau memilih pejabat yang koruptor untuk duduk di jabatan penting seperti yang akan dipegang Mbak Sri. &lt;i&gt;So, let's stop thinkin' lebay, okey!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Menjadi salah seorang petinggi di Bank Dunia membuat aku yakin, kalau kebijakan Mbak Sri mengenai kebijakan keuangan dan perekonomian di Indonesia sudah menuju arah yang benar. Kalau enggak begitu, enggak bakal Bank Dunia menunjuk Mbak Sri menduduki jabatan prestisius tersebut. Itulah penilaianku sebagai orang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4070674161648461467?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4070674161648461467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/mbak-sri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4070674161648461467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4070674161648461467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/mbak-sri.html' title='MBAK SRI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-Es_h8JpuI/AAAAAAAAEHs/khQ4E8wy3k4/s72-c/menkeu120109-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6137722662560467596</id><published>2010-05-05T12:38:00.005+07:00</published><updated>2011-10-20T13:37:04.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>DASAR EMANG GAK NIAT!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;emua masalah bisa diselesaikan kalau memang punya niat. Tapi kenapa berat melakukannya? Perang Israel - Palestina tak pernah pupus, malah makin menjadi-jadi, padahal inti permasalahannya sudah jelas. Israel ingin menguasai tanah Palestina seutuhnya karena menganggap tanah itu bagian dari tanah yang dijanjikan buat kaum mereka, Yahudi. Palestina pun tertindas karena ulah Israel yang terus menduduki tanah-tanah mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E21kZGbyI/AAAAAAAAEH8/lu1Ll8bGfZQ/s1600/IsraelPeace.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 337px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E21kZGbyI/AAAAAAAAEH8/lu1Ll8bGfZQ/s400/IsraelPeace.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467711716534415138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Akhirnya, perang di antara mereka pun berlangsung tanpa akhir. Efek domino dari konflik itupun merembet hingga ke tanah Arab lainnya, hingga pada akhirnya muncul golongan-golongan radikal (yang biasa disebut teroris oleh negara-negara Barat) untuk membela Palestina. Ironisnya, konflik itu tak lagi sebatas masalah wilayah tapi sudah merembet ke masalah keyakinan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Padahal, masalah sengketa wilayah yang makin kompleks itu bisa diselesaikan. Caranya, kembalikan saja daratan milik Palestina yang memang menjadi haknya, dan jangan biarkan Israel bertindak sewenang-wenang, atau keluarkan Israel dari tanah Arab, dan carilah tanah baru buat Israel, dunia ini cukup luas &lt;i&gt;sob&lt;/i&gt;. Cukup sederhana bukan. Tapi dasar tak punya niat untuk berbuat seperti itu, &lt;i&gt;yo wislah&lt;/i&gt;, konflik Israel-Palestina akan berlangsung terus, dan perdamaian di Timur Tengah bakal tak pernah terwujud, teroris pun takkan pernah lenyap. Itu pemikiranku sebagai orang awam, terlepas dari kepentingan masing-masing pihak yang berkonflik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E4pecRiGI/AAAAAAAAEIU/_3VI0_28p84/s1600/494305.bin.jpeg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E4pecRiGI/AAAAAAAAEIU/_3VI0_28p84/s400/494305.bin.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467713707801938018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E21kZGbyI/AAAAAAAAEH8/lu1Ll8bGfZQ/s1600/IsraelPeace.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Begitu pula dengan korupsi di Indonesia, susah diberantas, karena kita memang tak punya niat untuk memberantasnya. Coba kalau niat, pasti enggak &lt;i&gt;babaliet&lt;/i&gt; seperti sekarang. Belum selesai yang satu datang lagi korupsi yang lain. Mereka muncul satu-satu tapi rutin, capekkan. Seperti panu, kadas, dan kurap, kalau enggak serius diobati bakal kambuh lagi, malah nyebar kemana-mana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E4kDPM7_I/AAAAAAAAEIM/9i-4VjXLsB8/s1600/74794_demo_korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E4kDPM7_I/AAAAAAAAEIM/9i-4VjXLsB8/s400/74794_demo_korupsi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467713614600007666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Cara yang paling baik untuk berantas korupsi agar cepat tuntas, hukum mati pelakunya, lakukan pemiskinan paksa buat mereka (seperti sita harta bendanya sampai habis), atau hukum kurung mereka sampai beribu tahun tanpa remisi. Hukuman kurungan seberat itu wajar menurutku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Bayangkan, seorang nenek yang ketahuan &lt;i&gt;nyolong&lt;/i&gt; kakao (padahal bukan nyolong dia, cuma menyimpan) yang berharga 10 ribu saja, sudah diancam hukum kurung 3 bulan, gimana yang nyolong atau &lt;i&gt;ngorupsi&lt;/i&gt; 10 milyar, berarti pelakunya harus dihukum 3 x 100.000 bulan jadi 300.000 bulan, itu setara dengan 25.000 tahun atau 25 abad. Itu baru adil. Kalau hukuman semacam ini diterapkan, Indonesia bakal bebas dari korupsi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt;Sekali lagi, dasar &lt;i&gt;emang&lt;/i&gt; gak punya niat, korupsi gak bakal bisa diberantas. Sudahlah ini bukan negeriku, ini negeri para bangsat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E4jWEEu0I/AAAAAAAAEIE/hTkNNp_CItk/s1600/2858235p.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E4jWEEu0I/AAAAAAAAEIE/hTkNNp_CItk/s400/2858235p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467713602473737026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6137722662560467596?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6137722662560467596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/dasar-emang-gak-niat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6137722662560467596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6137722662560467596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/dasar-emang-gak-niat.html' title='DASAR EMANG GAK NIAT!'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S-E21kZGbyI/AAAAAAAAEH8/lu1Ll8bGfZQ/s72-c/IsraelPeace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1667375922641806618</id><published>2010-05-01T11:28:00.011+07:00</published><updated>2011-10-20T14:15:09.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>SI INDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;I&lt;/span&gt;nda itu temanku, hari Sabtu kemarin &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/01/03504244/memaknai..hubungan.industrial"&gt;tulisannya dimuat di harian Kompas&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/01/03504244/memaknai..hubungan.industrial"&gt;Dalam tulisannya itu,&lt;/a&gt; ia mencoba memaknai hubungan yang ideal antara buruh dan pemilik modal. &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/01/03504244/memaknai..hubungan.industrial"&gt;Tulisan itu&lt;/a&gt; berkaitan juga dengan hari buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei kemarin, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;May Day&lt;/span&gt;. Opininya menurutku cukup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oke&lt;/span&gt;, bagus. Namun dalam tulisanku ini, aku tak hendak mau cerita tentang tulisan si Inda itu, karena aku yakin tulisannya itu pasti bermutu, kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;enggak&lt;/span&gt; bermutu pasti enggak bakalan dimuat di harian terkemuka itu, halaman enam lagi tulisan itu dimuat. Paling enggak mutu tulisannya itu bisa disejajarkan dengan penulis-penulis hebat dan terkenal lainnya, menurutku&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lho&lt;/span&gt;, enggak tahu kalau menurut Anda sekalian.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Inda yang kukenal hanya seorang teman yang sederhana, tak memikirkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fashion&lt;/span&gt;, apalagi gaya hidup yang tinggi. Namun, konsep pemikirannya yang buat aku lumayan salut, terutama pengetahuan filsafatnya. Dan aku yakin, pengetahuannya itu ia peroleh dari hasil kesukaannya membaca dan sempat kursus di STF DRIYARKARA. Inda juga tak punya sekolah yang tinggi, tak pula bergelar S1, S2, atau bahkan S3 (mungkin suatu saat nanti). Namun perjuangannya untuk mencapai ke arah dan bentuk pemikirannya sekarang yang patut dijadikan pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Inda itu berasal dari keluarga yang cukup sederhana, meski kasar kalau aku sebut keluarga miskin (dia ngakunya seperti itu juga sih). Tinggal di daerah Pangandaran dengan seorang adik laki-laki dan kedua orangtuanya. Keinginan untuk maju dan mengubah nasib sudah ada di benaknya sejak ia remaja (mungkin juga sejak ia masih kecil). Tatkala kesempatan itu ada, ia kabur ke Jakarta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eh&lt;/span&gt; maksudnya merantau ke Jakarta. Kalau kata kabur kesannya seperti ia melarikan diri dari keluarganya, padahal sih memang iya, kalau enggak nekad begitu, pasti si Inda tetap jadi anak kampung di daerah nelayan, yang enggak tahu apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Modal si Inda cuma kenekadan, karena ia tak membawa apa-apa, apalagi uang yang cukup. Sesampai di Jakarta, Inda bekerja serabutan, dari menjadi pedagang asongan, bekerja sebagai buruh, dan sebagainya, pokoknya halal. Bahkan si Inda sempat menggelandang, tidur di Istiqlal bersama para tuna wisma lainnya. Namun tekad untuk maju tak pernah pupus dari otaknya. Bertahun-tahun ia berjuang di Jakarta, akhirnya membuahkan hasil. Rupiah demi rupiah yang ia kumpulkan bisa juga membiayai kuliahnya di Trisakti, jurusan desain grafis. Selesai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngampus&lt;/span&gt; di Trisakti, Inda pun percaya diri untuk ngelamar ke berbagai perusahaan yang membutuhkan keahliannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan akhirnya, dia  diterima di sebuah penerbitan buku pelajaran yang cukup terkenal. Di tempat kerjanya itu, Inda bersama teman-temannya membentuk serikat pekerja, hingga menjadikannya sebagai ketua serikat pekerja di perusahaan tersebut. Selama kepemimpinannya, konflik antara pekerja dengan perusahaan bisa dikatakan tidak ada, karena Inda lebih mengutamakan konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;win-win solution&lt;/span&gt; bila terdapat perbedaan pendapat antara perusahaan dan pekerja. Itulah Inda, meski suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyeleneh&lt;/span&gt; tapi dia tetap serius untuk hal-hal yang dianggap penting dan perlu. Saat ini Inda menjabat sebagai Wakil Presiden  Organisasi Pekerja Seluruh  Indonesia (OPSI). Semoga semangatnya untuk maju tak pernah lekang oleh waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1667375922641806618?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1667375922641806618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/si-inda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1667375922641806618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1667375922641806618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/si-inda.html' title='SI INDA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6865454401949183550</id><published>2010-05-01T09:09:00.005+07:00</published><updated>2011-10-20T13:45:54.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>TEMAN MAYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;M&lt;/span&gt;empunyai teman di dunia maya memang mengasyikkan. Bisa seru-seruan bersama  mereka tanpa harus malu dan sungkan, apalagi mengaku jati diri kita  sebenarnya. Semua bisa dikatakan dengan kebohongan atau kejujuran,  tergantung dengan siapa kita berhadapan, dan yang paling penting bertemu  mereka tak perlu secara fisik. Jadi, kita tak perlu capek-capek mikir  atau kebingungan harus pakai busana apa untuk bertemu mereka. Mau pakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;t-shirt&lt;/span&gt;, jeans, pakaian robek-robek, atau tanpa busana sekalipun tak menjadi  masalah, komunikasi bisa terus berlanjut, yang penting ngobrolnya asyik.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bahkan, setiap waktu kita bisa bertemu mereka tanpa perlu mencari  tempat, bisa di mana saja, mau di rumah, sekolah, tempat kerja, ruang  meeting, bahkan di WC sekalipun kita bisa bertemu teman-teman maya kita  tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi komunikasi banyak membantu kita bertemu  banyak orang tanpa perlu kehadiran fisik mereka, cukup dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;video  call&lt;/span&gt;, hingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teleconference&lt;/span&gt;. Semua bisa dihadirkan dalam satu tempat dan  satu waktu. Berkat kemajuan teknologi komunikasi tersebut, menembus ruang dan waktu bukan hal yang mengagumkan lagi untuk saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9ukfM2UTdI/AAAAAAAAEHQ/XUV_U1zFgK8/s1600/e_commerce_1_neu1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 281px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9ukfM2UTdI/AAAAAAAAEHQ/XUV_U1zFgK8/s400/e_commerce_1_neu1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466143428676177362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun, ketika pertemanan di dunia maya tersebut dimutasi ke dalam dunia nyata. Banyak nada-nada sumbang dan kecewa tatkala mereka bertemu langsung secara fisik. Komentar-komentar tolol pun berhamburan keluar, "Kok dia beda ya sama yang di foto."; "Iih, bau banget sie ni orang." Dan akhirnya, pertemanan yang sudah dibina bertahun-tahun di dunia maya pun pupus cuma dalam hitungan menit. Meski tak sedikit juga yang cocok satu sama lain, ketemu jodoh, dan punya partner bisnis yang mumpuni. Itulah dunia maya, semua bisa menjadi apa saja, dan menjadi siapa saja, tergantung kita mau melakoni yang mana, menjadi diri sendiri atau orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6865454401949183550?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6865454401949183550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/teman-maya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6865454401949183550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6865454401949183550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/05/teman-maya.html' title='TEMAN MAYA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9ukfM2UTdI/AAAAAAAAEHQ/XUV_U1zFgK8/s72-c/e_commerce_1_neu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-7735133248408222227</id><published>2010-04-30T08:12:00.012+07:00</published><updated>2011-10-20T13:46:09.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><title type='text'>ESENSI KECANTIKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;J&lt;/span&gt;ulia Roberts kembali dinobatkan menjadi The Most Beautiful Person dalam versi People magazine. Sudah empat kali dia menempati posisi top untuk kategori itu. Aku pikir Julia tak hanya cantik dalam artian fisik, mungkin semua laki-laki di jagad ini pasti sepakat dengan pendapat itu, tapi juga cantik dalam artian lain. Disebut cantik itu tak hanya cantik di wajah, tapi juga cantik dalam hal tanggung jawab dan dedikasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9pdLYd0M1I/AAAAAAAAEGg/e1hvJvUp9WY/s1600/juliaroberts.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 308px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9pdLYd0M1I/AAAAAAAAEGg/e1hvJvUp9WY/s400/juliaroberts.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465783547894969170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Julia masih tetap secantik dulu, dia lebih fokus pada keluarga dan lebih suka menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Bagi Julia, keluarga adalah tempat dia bernafas dan dia selalu bersyukur setiap hari karena memiliki sebuah keluarga. Keluarga dan anak-anaknya adalah dunianya. Bahkan dia pernah menolak datang ke pesta Oscar demi keluarganya tersebut. Julia lebih senang menghabiskan malam yang nyaman bersama ketiga anak  dan suaminya, Danny Moder. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Saat suamiku bepergian, yang terbaik bagiku adalah  berada di rumah bersama keluargaku. Itu merupakan prioritasku. Kehidupanku di rumah memberikan  kegembiraan sejati." demikian kata Julia dalam suatu wawancara dengan sebuah majalah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menurutku inilah esensi kecantikan wanita dalam arti sebenarnya. Cantik itu tak hanya rupa tapi juga hati dan pikiran. Tak semua wanita atau perempuan bisa bersikap seperti Julia. Meski berwajah cantik namun adakalanya sikap dan perilaku mereka tak mencerminkan kecantikan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p0jXD6XwI/AAAAAAAAEGo/IFq58VznnQ8/s1600/Julia_Roberts2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 379px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p0jXD6XwI/AAAAAAAAEGo/IFq58VznnQ8/s400/Julia_Roberts2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465809248602185474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p7lebjt6I/AAAAAAAAEHA/4LfQSjJ3R34/s1600/julia-roberts-family-hawaii.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 284px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p7lebjt6I/AAAAAAAAEHA/4LfQSjJ3R34/s400/julia-roberts-family-hawaii.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465816981521545122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p7lE5_bPI/AAAAAAAAEG4/Bw9Ske-DZtU/s1600/julia-roberts.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p7lE5_bPI/AAAAAAAAEG4/Bw9Ske-DZtU/s400/julia-roberts.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465816974669868274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p81b169RI/AAAAAAAAEHI/Q6Lz9plaupM/s1600/4521julia1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9p81b169RI/AAAAAAAAEHI/Q6Lz9plaupM/s400/4521julia1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465818355216348434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-7735133248408222227?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/7735133248408222227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/esensi-kecantikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7735133248408222227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7735133248408222227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/esensi-kecantikan.html' title='ESENSI KECANTIKAN'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9pdLYd0M1I/AAAAAAAAEGg/e1hvJvUp9WY/s72-c/juliaroberts.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4361834979787604071</id><published>2010-04-26T15:39:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T13:47:14.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>KANDAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;adi pagi pukul 06:57 WIB, aku terima SMS dari abang di Medan. Isi SMS-nya singkat tapi nada kekecewaan dari SMS itu begitu mendalam dan menusuk hatinya. Ia hanya menyatakan kalau hubungannya dengan perempuan yang ia cintai sejak remaja itu tak disetujui oleh ayah si perempuan. Alasannya tetap sama, abangku tak punya pendidikan tinggi, jadi tak sepadan bila dibanding dengan titel yang disandang perempuan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9VorcnmjyI/AAAAAAAAEEw/SCT9pXRbtB8/s1600/broken_heart_by_fabu.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9VorcnmjyI/AAAAAAAAEEw/SCT9pXRbtB8/s200/broken_heart_by_fabu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464388818509926178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam hati dan pikiran aku cuma bisa membatin: "Kok zaman yang serba canggih dan maju ini masih ada orang yang berpikiran seperti itu ya, terlalu picik dan naif". Padahal abangku tak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bego-bego&lt;/span&gt; amat, ia cukup cerdas dan cekatan, cukup bertanggung jawab dengan keluarganya. Bill Gates juga tak punya pendidikan tinggi, namun berkat kecerdasannya ia bisa jadi orang terkaya di dunia. Begitu pula dengan Bob Sadino, pengusaha sukses Indonesia, ia selalu membuat dikotomi atau mempertentangkan antara sekolah tinggi  dengan berwirausaha, bahkan dengan tegas dia mengatakan, tidak perlu  sekolah tinggi untuk menjadi wirausaha. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagiku yang diperlukan itu hanya pengetahuan. Pengetahuan itu diperoleh dari proses pembelajaran. Proses pembelajaran itu bisa diperoleh darimana saja, bisa dari bangku sekolah atau dari tempat lain, bahkan kita bisa belajar dari seorang pengemis atau dari seorang yang idiot sekalipun. Jadi, kalau titel yang menjadi ukuran kualitas pengetahuan seseorang, itu salah besar! Tontonlah film "3 Idiots", Anda akan mengangguk-angguk setuju dengan pendapatku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi sudahlah, semua orang berhak untuk memilih dengan siapa ia akan berhubungan. Bila hubungan dengan perempuan itu direstui, maka ini akan menjadi  pernikahan kedua bagi abangku dan perempuan itu, setelah pernikahan pertama yang mereka jalani masing-masing kandas di tengah jalan. Sayangnya, pernikahan kedua itu juga bakal tak pernah terwujud, alias kandas, kecuali si abang dan perempuan itu nekad memaksakan kehendak mereka. Tapi apa mau dikata tindakan itu juga tak mungkin diambil. Dan ... cuma Tuhan yang tahu kemana jodoh mereka akan bermuara dan berakhir. Sebagai manusia, mereka juga membutuhkan cinta dan kasih sayang. Kalau hanya gara-gara titel kebutuhan itu tak terpenuhi maka sama saja kita sudah menzalimi dua anak manusia, dan membiarkan cinta mereka kandas untuk kedua kalinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9VoP473MgI/AAAAAAAAEEo/nAdSVX7lF6w/s1600/broken_heart1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9VoP473MgI/AAAAAAAAEEo/nAdSVX7lF6w/s400/broken_heart1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464388345074758146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4361834979787604071?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4361834979787604071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/kandas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4361834979787604071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4361834979787604071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/kandas.html' title='KANDAS'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S9VorcnmjyI/AAAAAAAAEEw/SCT9pXRbtB8/s72-c/broken_heart_by_fabu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6084565256377502002</id><published>2010-04-24T15:43:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T13:51:49.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><title type='text'>EMPAT WANITA BERPENGARUH DALAM HIDUPKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;elama hidup yang kujalani hampir 40 tahun ini ada empat wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupku. Mereka membentuk alur dan cara berpikirku tentang hidup hingga tak picik memandang dunia, terutama dunia perempuan. Dan berkat mereka, aku begitu menghormati dan tak memandang remeh kaum perempuan. Kekuatan mereka sama kuatnya seperti kaum laki-laki, dan aku berusaha memahami perasaan mereka meski terkadang kekhilafan tak alpa menerpaku, hingga pernah menyinggung perasaan mereka. Ego laki-laki tak 100 persen hilang dalam diriku, namun paling tidak, ego itu tak menjajah pikiran dan sikapku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm only human being&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perempuan pertama adalah nenekku, beliau melahirkan ibuku dengan penuh perjuangan. Beliau dijuluki &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nenek Cantik&lt;/span&gt;, bukan semata karena wajahnya yang cantik tapi kelakuan dan perjuangannya menjalani hidup pun sangat cantik. Demi membesarkan dan menghidupi anak-anaknya yang berjumlah selusin lebih, beliau rela membanting tulang membantu sang suami, kakekku, yang tak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Nenekku berdagang apa saja hingga jauh sampai ke negeri seberang, Malaka. Beliau buta huruf dan tak mengenal angka. Ia menghapal nilai mata uang dari warna, gambar, dan bentuk uang tersebut, dan ingatan beliau cukup diacungi jempol. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada banyak kisah yang menemani perjalanan hidupnya, dan semuanya cukup menarik untuk diceritakan kembali, terutama untuk pelajaran hidup. Kisah nenekku pernah dimuat dalam sebuah majalah terkenal sekitar tahun 1983. Nenekku begitu tegas terhadap anak-anaknya, namun penuh kebijakan dan kebajikan hingga anak-anaknya sangat menghormati dan mengagumi beliau. Meski nenekku selalu bepergian ke luar rumah untuk mencari nafkah namun beliau tak melupakan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Sebelum pergi, nenekku selalu menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya, demikian yang pernah kudengar dari sepenggal cerita tentang dia. Perjuangan nenekku tak sia-sia, anak-anaknya, terutama  yang laki-laki banyak yang menjadi 'orang' dan memiliki kehidupan yang bercukupan. Sayangnya, nenekku tak bisa menikmati keberhasilan anak-anaknya tersebut, beliau keburu dipanggil Tuhan ketika usiaku 11 tahun, kanker paru-paru menggerogoti tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perempuan kedua adalah ibuku. Ternyata nasib yang pernah dialami nenekku, juga dialami ibuku. Mereka hidup bersama laki-laki yang tak mampu memberi mereka kenikmatan materi yang berlebih, semua serba kekurangan hingga akhirnya mereka mengambil tanggung jawab suaminya. Aku tak mempersalahkan kakek dan bapakku, mereka hanya laki-laki yang tak mau tergoda dengan kekayaan duniawi, mereka cuma ingin berada di jalur yang benar, tanpa korupsi dan kebohongan, apalagi demi mendapatkan uang yang berlimpah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ibuku seorang yang tangguh seperti halnya nenekku. Beliau rela mengayuh sepeda hingga berpuluh-puluh kilometer demi mendapatkan uang, berpanas-panas di tengah terik matahari demi hidup dan pendidikan anak-anaknya, hingga penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lever&lt;/span&gt; pernah menyerangnya. Semua dilakoninya dengan hati yang sabar dan ikhlas. Sebelum berangkat keluar rumah, ibuku juga selalu menyiapkan makanan untuk anak-anak dan suaminya di atas meja. Pokoknya urusan rumah tangga diberesi dahulu sebelum keluar rumah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Banyak petuah hidup yang disampaikan ibuku terhadap anak-anaknya, dan tanpa disampaikan pun aku bisa menginterpretasikan sendiri semua gerak-gerik dan sikap ibuku. Kemampuan berpikir ibuku jauh di atas rata-rata, beliau perempuan cerdas meski tak pernah mengecap sekolah tinggi. Kemampuan verbal ibuku pun layak diacungi jempol, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;two thumbs to my mom&lt;/span&gt;. Beliau tak hanya bisa memengaruhi orang, tapi juga bisa membawanya ke tengah orang-orang berkuasa di daerah. Meski tak punya jabatan penting, namun ibuku cukup dianggap penting oleh para penguasa daerah tersebut, mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kotamadya, hingga Provinsi, terutama untuk mendekati masyarakat kecil. Ibuku seorang organisatoris ulung tapi tak pernah melupakan keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perempuan ketiga adalah adik ibuku, seorang wanita penulis yang tegas dan tak pernah mau diperbudak oleh materi. Seandainya mau, ia bisa mendapatkan itu semua dengan mudah. Aku sangat salut dengan perempuan yang satu ini, cara berpikir dan wawasannya buat aku terkagum-kagum. Tak heran kalau beliau bisa masuk jajaran sastrawan Indonesia walau tak seterkenal Taufik Ismail, Gunawan Muhammad, Hamsad Rangkuti, ataupun almarhum Rendra, karena bukan itu yang dia cari. Keterkenalan malah akan membuat orang jadi sombong dan pongah, yang penting kualitas yang ada dalam pikiran, bukan apa yang dilihat orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kemampuan verbalnya juga layak diacungi jempol. Aku ingatkan, jangan coba-coba beradu argumen dengannya kalau tak siap dengan segudang wawasan dan pengetahuan. Adik perempuan ibuku ini bagai perpustakaan berjalan, semua pengetahuan ada di benak beliau. Kegilaannya membaca buku sudah ia lakoni sejak kecil. Tanyakan padanya tentang politik, budaya, dan sastra, ia akan menjawabnya dengan lugas dan gamblang. Lagi-lagi, andaikan ia bisa mengecap pendidikan yang lebih tinggi, ia sudah bergelar guru besar di bidangnya, bersanding dengan teman-temannya seperti Profesor Riris Sarumpaet atau Profesor Melani Budianta. Aku banyak belajar tentang kebajikan padanya dan kiat-kiat menjalani hidup dan pergaulan. Meski aku tak setuju 100% dengan beberapa petuahnya, namun kalau dipikir lebih dalam lagi ada benarnya juga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adik perempuan ibuku ini juga tipe wanita mandiri yang tak tergantung dengan laki-laki. Suaminya seorang pelukis terkenal, yang kualitas lukisannya bisa disejajarkan dengan Affandi, Hendra Gunawan, ataupun Basuki Abdullah. Mereka tak pernah mengejar materi, hidup mereka jalani dengan sederhana, tak&lt;span style="font-style: italic;"&gt; neko-neko&lt;/span&gt;, yang penting semua rezeki didapat dengan cara halal. Tinggal beberapa tahun bersama mereka buat aku jadi tahu diri dan sadar kalau aku bukan apa-apa dibanding mereka. Tanpa mereka aku tak akan pernah menjadi yang sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perempuan keempat dan terakhir adalah istriku. Ia juga tipe perempuan mandiri, tak pernah tergantung dengan laki-laki, semua ia lakukan sendiri. Ia tak pernah merengek-rengek seperti perempuan manja lainnya. Hidup bersamaku ia jalani dengan apa adanya, tak banyak tuntutan hingga aku lebih tenang menjalani hidup dan tugas keluarga. Istriku juga seorang yang soleh, bertanggung jawab terhadap suami dan anaknya. Keletihannya keletihanku juga, ia harus bekerja di luar rumah sebagai tenaga pengajar di dua perguruan tinggi di Jakarta. Ini ia lakoni karena kebelum-mampuanku memenuhi kebutuhan keluargaku dengan maksimal. Apakah ini karmaku, aku tak tahu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seperti ketiga perempuan di atas, kecerdasan istriku juga bisa diacungi jempol, semua di atas rata-rata. Di lingkungan kerjanya ia sangat dicintai teman-teman seprofesinya, terutama para mahasiswanya. Setiap pengajaran dimulai ia selalu berdoa semoga ilmu yang ia ajarkan melekat dalam otak anak-anak didiknya. Ternyata kebiasaan ini cukup bertuah, khususnya bagi para mahasiswa tersebut. Di kalangan mahasiswanya ia cukup terkenal dan dicintai. Namun sebagai manusia, ia juga masih banyak belajar terutama tentang kebajikan dan kearifan, meski menurutku sudah cukup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai cucu, anak, ponakan, dan suami, aku minta maaf pada keempat perempuan di atas, karena aku belum mampu membahagiakan mereka dengan limpahan materi dan kesenangan jiwa yang cukup. Semua masih dalam proses, meski aku tak tahu proses itu sampai di mana batasnya. Aku masih butuh doa dan dukungan mereka. Kepada Allah aku mohon ampun atas semua ini, semoga rahmat dan ridho-Nya masih mengalir dalam keluarga ini, Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6084565256377502002?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6084565256377502002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/empat-wanita-berpengaruh-dalam-hidupku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6084565256377502002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6084565256377502002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/empat-wanita-berpengaruh-dalam-hidupku.html' title='EMPAT WANITA BERPENGARUH DALAM HIDUPKU'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-6776750815178844256</id><published>2010-04-21T12:36:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T13:48:26.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>ARTI ANGKA 300</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;H&lt;/span&gt;ari ini tepat tanggal 21 April, jumlah fans di blog ini sudah mencapai angka 300. Angka yang cukup fantastis menurutku dan cukup berarti. Semoga angka ini terus akan naik dan tak melorot beberapa hari ke depan. Angka 300 memiliki banyak makna untuk setiap orang, tergantung dari apa yang mereka alami dengan angka 300 tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam kisah Gideon, angka 300 merupakan angka kemenangan. Sedangkan dalam novel grafis karya Frank Miller, angka 300 merupakan jumlah pasukan Sparta yang berperang melawan 170 ribu pasukan kerajaan persia. Meski kalah karena dikhianati Ephialtes, seorang gembala cacat yang memberi tahu jalan  pintas menuju Thermophylae-persembunyian pasukan Sparta, Leonidas-pemimpin mereka,  berhasil membangkitkan semangat para  pasukannya untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87BxOxyZXI/AAAAAAAAD_A/0DORBgV1yXM/s1600/2007417000-300_Frank_Miller.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87BxOxyZXI/AAAAAAAAD_A/0DORBgV1yXM/s400/2007417000-300_Frank_Miller.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462516449571661170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pasukan Sparta (The Spartans)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Angka 300 dalam kisah Nabi Nuh mengandung makna yang lain pula. Seperti dikisahkan dalam Alkitab, bahtera Nuh mempunyai panjang sekitar 300 hasta atau 135 meter, lebarnya 50 hasta,  dan 30 hasta tingginya. Masing-masing angka tersebut mempunyai arti. Sebuah keluarga akan menjadi seperti bahtera Nuh  (menyelamatkan) kalau memenuhi 3 persyaratan.  Angka 300  berarti penyaringan. Keluarga akan mengalami proses penyaringan,  dikuduskan dari cara-cara hidup yang tidak benar. Angka 50 hasta  berbicara tentang pembebasan, keluarga akan dibebaskan dan dipulihkan. Angka 30 hasta  berbicara tentang pendewasaan. Keluarga harus dewasa supaya bisa  melayani. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S86_YzEJsKI/AAAAAAAAD-w/i2opholqdEo/s1600/noahs-ark_replica.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S86_YzEJsKI/AAAAAAAAD-w/i2opholqdEo/s400/noahs-ark_replica.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462513830792376482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Replika bahtera Nuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lain bahtera Nuh, lain pula Airbus. Kalau Airbus menamakan  pesawat produksi pertamanya A300 karena pesawat  tersebut dapat memuat  hingga 300 penumpang (pax). Selanjutnya, angka 3 digunakan sebagai awalan nama  tipe pesawat komersial Airbus.                                                      Sedangkan Boeing menggunakan angka 300 untuk Boeing 737-300 (B737-300) maupun B747-300 menunjukkan urutan produksi jenis pesawatnya, bukan menunjukkan jumlah pax-nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87ACUUEETI/AAAAAAAAD-4/BhasAZFKLoY/s1600/a300_zerog_blau.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87ACUUEETI/AAAAAAAAD-4/BhasAZFKLoY/s400/a300_zerog_blau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462514544092123442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Airbus - A300&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Angka 300 dalam standar  percetakan menunjukkan standar dari dpi (depth resolution atau   tingkat kepadatan). Jadi,  bila suatu gambar memiliki resolusi 300 dpi berarti gambar itu memiliki tingkat kepadatan sebesar 300  titik per inci persegi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi Loris Capirossi, pebalap MotoGP dari Italia ini, angka 300 sangat berarti baginya, Mengapa? Balapan malam di Sirkuit Losail, Qatar, dini hari  12 April 2010 kemarin merupakan balapan spesial bagi Loris Capirossi. Di sirkuit dengan  panjang lintasan mencapai 5.380 kilometer itu merupakan balapan ke-300 selama dirinya terjun di lintasan balap. Untuk melewati perayaan ini, Capirossi bahkan sudah  menyiapkan baju balap dan helm khusus. Ia berniat menggunakannya saat  berjuang melewati setiap lintasan di Losail. Persiapan yang sejak lama  ingin diwujudkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Angka 300 itu sangat besar bagi seorang pebalap seperti Capirossi, karena persaingan  para pebalap MotoGP makin menantang dan tajam serta banyaknya para  pebalap muda dan penuh talenta. Namun di balapan tersebut, Capirossi masih dapat bersaing meski sudah berusia 37 tahun. Bagaimana dengan Anda? Apa arti angka 300 dalam hidup Anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87BxTz9GSI/AAAAAAAAD_I/ZxwLwUcD0uA/s1600/big_Loris_Capirossi_test_jerez_03.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87BxTz9GSI/AAAAAAAAD_I/ZxwLwUcD0uA/s400/big_Loris_Capirossi_test_jerez_03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462516450922928418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Loris Capirossi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-6776750815178844256?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/6776750815178844256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/arti-angka-300.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6776750815178844256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/6776750815178844256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/arti-angka-300.html' title='ARTI ANGKA 300'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S87BxOxyZXI/AAAAAAAAD_A/0DORBgV1yXM/s72-c/2007417000-300_Frank_Miller.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-5442708617206595222</id><published>2010-04-20T08:11:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T13:49:07.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KUN FAYAKUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;iapa sangka dalam tempo waktu 5 hari,  perekonomian Eropa bisa  terguncang gara-gara abu vulkanik gunung api di Eslandia. Di mana letak  negeri itu? Anda bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngubek-ngubek&lt;/span&gt; peta dunia untuk mencari lokasi  negeri gletser tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hingga hari Minggu  kemarin, 18 April, hampir  semua bandara di Eropa tutup, khususnya Eropa Utara. Dan hari ini  merupakan hari ke tujuh penerbangan di Eropa tak berjalan normal, sejak  sebuah gunung api di bawah permukaan lapisan es tebal atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gletser  Eyjafjallajokull &lt;/span&gt;di Eslandia meletus Rabu 14 April kemarin. Artinya apa?  Jika keadaan ini terus berlangsung maka bisa dipastikan perekonomian  Eropa bisa lumpuh, bahkan hancur total, dengan pertumbuhan ekonomi di  bawah nol.  Mengapa bisa sedemikian parah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sumber devisa  negara-negara  Eropa sangat tergantung dengan bisnis pariwisata, biro perjalanan udara,  kargo, penerbangan, dan bahan bakar jet, karena mereka tak memiliki  sumber daya alam yang melimpah seperti halnya Indonesia. Lumpuhnya  hampir semua bandara di Eropa mengakibatkan lumpuhnya semua usaha  yang bergerak dalam bisnis pariwisata, kargo, dan penerbangan tersebut,  yang katanya mampu menyumbang sekitar 3 triliun dollar AS setiap  tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kekuatan  Ekonomi Eropa diakui memang kuat dan hampir tak terkalahkan, namun  kekuatan itu menjadi tak ada artinya jika Tuhan berkehendak lain. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun  fayakun&lt;/span&gt;, jika "Aku inginkan terjadi maka terjadilah". Secanggih apapun  teknologi yang mereka punya tak akan bisa menguasai kekuatan alam. Abu  Vulkanik dari Eslandia terus menyebar, menyelimuti hampir seluruh  angkasa Eropa, namun siapa yang mampu mencegahnya. Sekali lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun  Fayakun&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S80Ol4hKNpI/AAAAAAAAD-o/jbtpakPv-9U/s1600/vulcaan.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 261px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S80Ol4hKNpI/AAAAAAAAD-o/jbtpakPv-9U/s400/vulcaan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462037967059695250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;              &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-5442708617206595222?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/5442708617206595222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/kun-fayakun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5442708617206595222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5442708617206595222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/kun-fayakun.html' title='KUN FAYAKUN'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S80Ol4hKNpI/AAAAAAAAD-o/jbtpakPv-9U/s72-c/vulcaan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1081512343018848405</id><published>2010-04-17T16:51:00.008+07:00</published><updated>2011-10-20T13:50:53.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>HOMESICK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;A&lt;/span&gt;khir-akhir ini aku terserang "homesick", penyakit rindu kampung halaman. Kangennya setengah mati, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampe&lt;/span&gt; termimpi-mimpi membayangkan kota Medan itu seperti apa sekarang.  Terakhir ke Medan sekitar enam tahun yang lalu ketika anakku si Kasyfi berusia delapan bulan.  Waktu itu tiket pesawat masih tak semahal sekarang, lagi rame-ramenya perang diskon antarmaskapai tanpa tambahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuel surcharge&lt;/span&gt; seperti sekarang, pas lebaran pula, jadi benar-benar penuh makna kepulangan itu. Bayangin, harga tiket Garuda untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peak season&lt;/span&gt; seperti lebaran bisa kudapatkan sekitar 700rb rupiah kala itu, padahal waktu keberangkatan sehari menjelang lebaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau sekarang, jangan berharap bisa mendapat harga ekonomis seperti dulu. Meski harga tiket pesawat dibandrol murah tapi di luar itu dikenai biaya tambahan yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuel surcharge &lt;/span&gt;tadi, jadi ongkosnya bisa lebih mahal dari harga tiketnya sendiri, belum dengan pajak.  Jadi ingat musim lebaran tahun lalu (2009), iseng-iseng &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nelpon&lt;/span&gt; maskapai itu lagi untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booking&lt;/span&gt; tiket ke Medan, waktu keberangkatan sehari sebelum lebaran. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alamak&lt;/span&gt;, suara operator di seberang sana berkata, "Tiket ekonomi 1,6jt, bisnis 2,6jt", waduuh ....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0QxkMKTI/AAAAAAAAD9w/h5f93NHhb2Y/s1600/dscn1310.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0QxkMKTI/AAAAAAAAD9w/h5f93NHhb2Y/s400/dscn1310.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461727542137071922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pusat Kota Medan, depan Majestik (dulunya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0Sq9ORHI/AAAAAAAAD-Q/IfDkVzer_4s/s1600/tirtanadi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0Sq9ORHI/AAAAAAAAD-Q/IfDkVzer_4s/s400/tirtanadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461727574722757746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menara air Tirtanadi di Jalan Sisingamangaraja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0RYUpm0I/AAAAAAAAD94/tuuLwbZlk10/s1600/IMG_4420.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0RYUpm0I/AAAAAAAAD94/tuuLwbZlk10/s400/IMG_4420.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461727552540875586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Masjid Raya Medan di depan Yuki Simpang Raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0SZXED-I/AAAAAAAAD-I/OYptz7lCAEs/s1600/medan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0SZXED-I/AAAAAAAAD-I/OYptz7lCAEs/s400/medan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461727569999302626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kantor Pos Besar Medan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v07IKIISI/AAAAAAAAD-Y/IJBGMIkT_XM/s1600/Maimun_Castle_Medan_Indonesia.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v07IKIISI/AAAAAAAAD-Y/IJBGMIkT_XM/s400/Maimun_Castle_Medan_Indonesia.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461728269756277026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Istana Maimun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v07TP0TyI/AAAAAAAAD-g/i4R5D935oiY/s1600/polonia.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v07TP0TyI/AAAAAAAAD-g/i4R5D935oiY/s400/polonia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461728272732933922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bandara Polonia Medan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1081512343018848405?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1081512343018848405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/homesick.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1081512343018848405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1081512343018848405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/homesick.html' title='HOMESICK'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8v0QxkMKTI/AAAAAAAAD9w/h5f93NHhb2Y/s72-c/dscn1310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1321691912802310997</id><published>2010-04-16T13:17:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T13:51:37.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>KANTUNG MATA PAK SBY</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;K&lt;/span&gt;antung mata Pak SBY makin tebal, ini kulihat di televisi kemarin malam ketika beliau menggelar jumpa pers untuk menanggapi bentrokan berdarah di Tanjung Priok. Pak SBY sepertinya kurang cukup tidur, banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan dan beliau pikirkan, waktu 24 jam pun tak cukup baginya. Belum selesai masalah yang satu, datang pula masalah lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semua masalah menari-nari di depan Pak SBY dan membuat kegaduhan, bising, semuanya teriak minta diselesaikan, dan makin membuat beliau tak bisa tidur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8hO7yadnoI/AAAAAAAAD9o/jk3gq1bTIM8/s1600/image.tempointeraktif.com.jpeg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8hO7yadnoI/AAAAAAAAD9o/jk3gq1bTIM8/s400/image.tempointeraktif.com.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460701337238740610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa daya, Pak SBY hanya manusia biasa, tangan cuma dua, otak cuma satu, menambahkan prosessor di kepala beliau juga sudah tak mungkin, apalagi yang secanggih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Intel Core i7 &lt;/span&gt;yang serba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;multitasking&lt;/span&gt; dan cepat. Beliau membutuhkan pendamping-pendamping yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fresh&lt;/span&gt;, penuh semangat, muda, cerdas, jujur, tidak korup, dan memiliki idealisme yang tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara yang bernama Indonesia ini. Sayangnya, orang-orang yang memiliki integritas seperti itu masih bisa dihitung dengan jari, dan masih di awang-awang.    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Melihat kantung mata Pak SBY makin tebal, aku jadi mikir, menjadi kepala negara itu sama tak nyamannya seperti tidur di atas kasur tebal empuk tapi ditaburi kerikil-kerikil tajam, atau orang yang kaya raya tapi kena penyakit diabetes. Analogi itu dalam kenyataannya menjadi seperti ini: sebagai presiden, Pak SBY punya status sosial yang tinggi, beliau menjadi orang nomor satu di negeri ini, dimanapun beliau berada pasti selalu dikawal ketat, dielu-elukan, dan dihormati. Ini terlihat di setiap penyambutan kedatangan beliau di berbagai tempat, bahkan di sepanjang jalan menuju tempat tujuan tersebut, beliau tak bakal menemukan banyak hambatan, terutama kemacetan, karena semua jalan yang akan dilalui beliau sudah disterilkan oleh petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam hal fasilitas, sebagai orang nomor satu, negara memberikan fasilitas yang cukup untuk seorang presiden dan keluarganya. Mulai dari mobil hingga rumah dinas yang cukup apik dan megah, yang bernama Istana Negara. Belum lagi lawatan ke berbagai negara, yang menurutku cukup mengasyikkan. Akses informasi pun selalu terbuka lebar buat beliau, kecuali kalau pembantu-pembantunya memberikan informasi tak benar, atau yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;demen&lt;/span&gt; pakai rumus ABS (Asal Bapak Senang).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun nyatanya, semua kenikmatan yang diberikan itu menjadi semu. Sebagai seorang presiden, Pak SBY memiliki tanggung jawab yang berat hingga ia tak bisa menikmati semua fasilitas itu dengan hati yang tenang. Salah membuat kebijakan bakal menuai kritik dan sumpah serapah orang satu negeri, malah negara juga bisa hancur. Bahkan, lambat dalam mengambil keputusan pun sudah menjadi cibiran orang dan menganalogikan beliau dengan kerbau. Padahal untuk mengambil sebuah keputusan beliau harus memikirkannya dengan matang, hati-hati, dan barangkali  membuat beliau tak bisa tidur berhari-hari.  Itulah sebabnya, mengapa menjadi presiden itu tak pernah bisa buat nyaman. Dan kantung mata Pak SBY pun makin tebal dari hari ke hari. Ajaibnya, orang-orang tak pernah kapok jadi penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1321691912802310997?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1321691912802310997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/kantung-mata-pak-sby.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1321691912802310997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1321691912802310997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/kantung-mata-pak-sby.html' title='KANTUNG MATA PAK SBY'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S8hO7yadnoI/AAAAAAAAD9o/jk3gq1bTIM8/s72-c/image.tempointeraktif.com.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-5157464670846248563</id><published>2010-04-08T12:23:00.010+07:00</published><updated>2011-10-20T14:25:08.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='book review'/><title type='text'>TRAGEDI LUMANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;L&lt;/span&gt;umang terlahir dari keluarga urban yang miskin di Jakarta, ayahnya mantan preman yang beralih profesi menjadi tukang cukur rambut,  sementara ibunya penjaja kue di pasar kaget di sebuah kampung ringkih di  Banten. Lumang seharusnya punya dua saudara, tapi keduanya  meninggal di dalam kandungan ibunya. Jadi tak heranlah ibunya sering mengenalkan Lumang sebagai anak yang diapit bangkai karena  kakak dan adiknya itu mati sejak dalam perut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S72PknYcncI/AAAAAAAAD7A/DC8L9gVr4Ts/s1600/3360497668_6249c94a52_o.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 331px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S72PknYcncI/AAAAAAAAD7A/DC8L9gVr4Ts/s400/3360497668_6249c94a52_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457676182652493250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S72OhB_FahI/AAAAAAAAD6w/bUrDMJmEhpU/s1600/Figure-Man-Sitting.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lumang selalu dimanja oleh kedua orang tuanya, karena mereka berharap Lumang menjadi manusia terdidik dan saleh. Namun sayangnya, kedua orang tua Lumang tak tahu bahkan tak menyadari, sejak kecil, selama 20 tahun pikiran Lumang setiap hari ditindih oleh suara desahan orangtuanya ketika bercinta. Maklum saja, rumah mereka hanya berdinding separuh tembok  separuh tripleks, dan kadang pintu kamar kedua orang tua Lumang tersebut jarang  terkunci. Lumang selalu disuguhi pemandangan orang tuanya yang sedang  bergulat bugil di atas ranjang tripleks tua. Keadaan itu terus berlangsung sampai mereka pindah ke daerah Pasar Minggu - Jakarta. Lumang tetap dibayangi oleh lenguhan ibu-bapaknya dan deritan tripleks tempat tidur mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di kontrakan mereka yang kumuh dan sempit itu, desahan dan lenguhan itu malah makin berirama karena ketambahan desahan pasangan  pengantin muda, Lastri dan Burhan, tetangga sebelah rumah Lumang. Di kamar sebelah itu, yang hanya  dibatasi—lagi-lagi—dinding tripleks, beberapa kali Lumang berhasil mengintip Lastri dan Burhan bersenggama lewat lubang kecil seukuran diameter paku. Akibatnya, hati dan pikiran Lumang tak mampu mendamaikan angan-angannya tentang lenguhan, deritan, dan dinding tipis tripleks yang menyebarkan suara auman  persetubuhan itu. Lumang selalu membayangkan tubuh ibunya dan Lastri di antara lenguhan-lenguhan mereka ketika bersetubuh dengan para suaminya. Untuk membebaskan angan-angan kotornya tentang kedua perempuan itu, Lumang pun kabur dari rumah, menyerahkan masalahnya pada jalanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun jalanan pun bungkam. Maka sehabis menenggak minuman beralkohol, ia  putuskan balik ke kontrakan orangtuanya. Dan ia lihat Lastri sendiri  bugil di kamarnya lewat lubang intipan favoritnya. Di pagi yang lengang  tanpa orangtuanya itu, ia menghambur ke rumah Lastri secepat-cepatnya  karena tak ingin lagi kalah dalam pertarungan kebebasan yang melelahkan  itu. Usai mengunci pintu rumah, Lumang pun memangsa habis-habisan tubuh  Lastri. Usai menggasak Lastri, Lumang memperkosa ibunya sehabis pulang dari  jualan kue di Pasar Minggu. Dalam bayangan Lumang, pagi itu ia ingin  mencobai bagaimana rasa tubuh ibunya yang saban waktu digarap bapaknya.  Dan ia mendapatkan bahwa tubuh ibunya tak kalah menjanjikannya dengan  tubuh Lastri. Dengan banjir airmata dan di bawah ancaman Lumang, ibunya  melayani keganasan seksual puteranya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S72Oh4AV_iI/AAAAAAAAD64/cYN5c1kSKpY/s1600/paz_figure.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 309px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S72Oh4AV_iI/AAAAAAAAD64/cYN5c1kSKpY/s400/paz_figure.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457675036063563298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kebebasan pertama dan obsesi liar Lumang itu kemudian  ia rayakan di jalanan Jakarta. Hampir setiap hari ia memperkosa paling  sedikit tiga perempuan, baik di terminal, stasiun kereta, maupun  perempuan yang lewat di tugu pancoran. Bukan hanya ibu-ibu muda yang  diincarnya, tapi juga kelamin nenek-nenek.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lumang pun menjadi pemberitaan di koran-koran ibukota, Jakarta pun geger, Polisi kalang kabut, dan Dinas sosial pun siaga satu karena banyak perempuan cacat mental berkeliaran di jalanan menenteng perut  bunting akibat perbuatan Lumang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Meski akhirnya Lumang menyesali perbuatannya pada kaum perempuan  tersebut, namun Lumang tetap tak membiarkan kelaminnya nganggur begitu  lama. Ia pun menyerang kaum lelaki, korbannya beragam, mulai dari  anak-anak, preman, satpam, bahkan polisi  yang lagi mangkal di posnya yang sepi di dekat tugu pancoran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Puncak kebrutalan kelamin Lumang berhenti ketika kerusuhan Mei 1998 meletus. Lumang tersungkur dalam pikiran yang pelik  di bawah jembatan pancoran setelah tahu bahwa telah terjadi perkosaan  massal dan terorganisasi di seantero Jakarta. Ia merasa telah mengajarkan orang-orang  itu memperkosa secara brutal lewat pemberitaan koran dan televisi secara  massif. Akhirnya, Lumang pun memutuskan: memotong kelamin yang selama ini menjadi  medium eksistensinya, dan membuang puntung eksistensi itu di tengah  jalan yang padat. Lumang pun mati kehabisan darah di rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tragedi Lumang merupakan tragedi kita semua, meski Lumang cuma tokoh rekaan dalam novel &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sendalu&lt;/span&gt; karya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chavchay  Syaifullah&lt;/span&gt;, namun sosok Lumang bisa menjadi kenyataan dan hidup dalam lingkungan sekitar kita. Masih ingat tentang Robot Gedek, Ryan, dan teranyar Baekuni alias Babe. Mereka punya masa kecil yang kelam dan berada dalam lingkungan sosial yang runyam.  Mereka tercipta menjadi sosok monster pembunuh yang tak disangka-sangka oleh masyarakat sekitarnya. Kasih sayang yang mereka punya cuma menjadi kamuflase bagi mereka untuk menjerat para korbannya.  Dan sosok semacam itu tak akan pernah berakhir dan akan terus hidup di sekitar kita ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-5157464670846248563?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/5157464670846248563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/tragedi-lumang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5157464670846248563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5157464670846248563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/tragedi-lumang.html' title='TRAGEDI LUMANG'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S72PknYcncI/AAAAAAAAD7A/DC8L9gVr4Ts/s72-c/3360497668_6249c94a52_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-5790359067184163391</id><published>2010-04-05T15:39:00.006+07:00</published><updated>2011-10-20T13:54:21.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in-relation'/><title type='text'>SI DAUS DAN SI KIFLI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;aus dan Kifli dua kakak beradik, mereka punya banyak saudara, mereka semuanya berjumlah 11 bersaudara dalam keluarga itu. Si Kifli sebenarnya punya saudara kembar, namun usianya tak panjang. Daus dan Kifli diperlakukan sama seperti yang lainnya. Sebagai keturunan keluarga Betawi yang berkecukupan, mereka mendapat jatah rumah kontrakan dan rumah tinggal dari sang Baba (ayah). Begitu pula dengan saudara-saudaranya yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7m1XZrvU1I/AAAAAAAAD6o/-pY7B7AIBew/s1600/jobless_men_keep_going_by_animegher.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 372px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7m1XZrvU1I/AAAAAAAAD6o/-pY7B7AIBew/s400/jobless_men_keep_going_by_animegher.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456591837172028242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Daus dan Kifli juga mengenyam pendidikan sampai tingkat sarjana. Kedua orang tua mereka berharap banyak pada mereka dan saudara-saudaranya yang lain. Untuk itu segala kebutuhan mereka dicukupkan agar tak berkekurangan. Baba seorang pekerja yang ulet, dia punya usaha peternakan sapi perah yang maju, kala itu uang begitu berlimpah dari hasil usaha tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Baba dibantu sang Nyanyak untuk menopang usaha sapi perah mereka, agar terus maju dan maju.  Pengasuhan dan pengurusan anak-anak mereka diserahkan pada para pembantu, jongos, atau pramuwisma yang mereka gaji tiap bulan. Bukan apa-apa, Baba dan Nyanyak terlalu sibuk dengan usaha sapi perah mereka, sehingga perhatian pada anak-anak tak bisa terbagi. Meski demikian mereka tetap memantau perkembangan dan kebutuhan anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kedua orang tua itu sangat berharap usaha mereka akan diteruskan oleh anak-anak mereka kelak. Oleh karena itu, anak-anak mereka disekolahkan setinggi mungkin agar usaha ternak sapi perah itu berada di tangan yang lebih profesional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Baba dan Nyanyak juga tak melupakan pendidikan rohani buat anak-anak mereka, termasuk buat Daus dan Kifli. Jadi tak heran, kalau anak-anak mereka pintar mengaji, mereka semua khatam Al-Quran. Bahkan saudara laki-laki tertua Daus dan Kifli menjadi seorang ustadz, tokoh agama yang cukup disegani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun sayang, harapan Baba dan Nyanyak cuma tinggal harapan. Doa dan usaha dua orang tua itu tak menjadi kenyataan. Daus dan Kifli, serta saudara-saudaranya yang lain tak mewariskan sifat wirausaha Baba dan Nyanyak. Usaha sapi perah mereka gulung tikar ketika Baba jatuh sakit. Kanker tulang menggerogoti kakinya. Uang yang ada terpakai buat biaya perobatan yang tak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daus dan Kifli serta saudara-saudaranya yang lain tak siap menerima tongkat estafet dari usaha sapi perah tersebut. Ketika berjaya, Daus dan Kifli lebih banyak berfoya bersama teman-teman dan pacar mereka. Segala modal usaha yang pernah diberikan pada mereka habis begitu saja. Usaha yang coba mereka rintis tak pernah berhasil, padahal Baba cukup mendorong usaha yang mereka jalankan, mulai dari bisnis angkot sampai toko material. Sedang saudara-saudara yang lain juga demikian, tapi mereka tak mewarisi sikap buruk Daus dan Kifli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekarang, sepeninggal Baba, Daus dan Kifli tinggal seatap dengan Nyanyak, rumah tinggal dan kontrakan yang mereka miliki habis terjual. Daus menjadi pengangguran sedang Kifli jadi supir angkot, dan menjalankan angkot yang pernah ia miliki. Istri-istri mereka tak siap menanggung beban, akhirnya minta cerai meninggalkan suami-suami yang sudah terpuruk, namun anak-anak mereka tetap menjadi tanggungan Daus dan Kifli, meski nyatanya Nyanyak yang terbebani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-5790359067184163391?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/5790359067184163391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/si-daus-dan-si-kifli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5790359067184163391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/5790359067184163391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/si-daus-dan-si-kifli.html' title='SI DAUS DAN SI KIFLI'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7m1XZrvU1I/AAAAAAAAD6o/-pY7B7AIBew/s72-c/jobless_men_keep_going_by_animegher.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4204708746086211324</id><published>2010-04-05T10:59:00.009+07:00</published><updated>2011-10-20T13:56:51.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie-freak'/><title type='text'>HACHIKO: Arti Sebuah Kesetiaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;ernyata anjing itu lebih setia daripada manusia. Manusia masih mempertimbangkan untung dan rugi untuk menjaga kesetiaannnya. Tak banyak yang bisa diharapkan dari kesetiaan model ini. Banyak kita temukan istilah-istilah yang menyatakan ketaksetiaan manusia (yang selalu dinotabenekan sebagai bentuk pengkhianatan) tersebut, mulai dari "Pagar makan tanaman", "Musuh dalam selimut", hingga "Makan teman sendiri".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berbeda dengan Hachikō, yang dijuluki sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anjing yang Setia&lt;/span&gt;, kesetiaannya ia bawa sampai mati. Hachikō yang lahir pada tanggal 10  November 1923 dan mati pada 8 Maret  1935  adalah seekor anjing jantan jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akita  Inu&lt;/span&gt; kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Berkat kesetiaannya, ia terus dikenang sebagai  lambang kesetiaan anjing terhadap majikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l_2ML75lI/AAAAAAAAD6g/UhkU5DhrAlk/s1600/Hachiko2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l_2ML75lI/AAAAAAAAD6g/UhkU5DhrAlk/s400/Hachiko2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456532992497018450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l8zmrte8I/AAAAAAAAD6Q/1TNFb4HluaY/s1600/Hachiko.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kisah Hachikō baru-baru ini diadaptasi ke sebuah film Hollywood, judulnya "Hachiko: A Dog Story". Film ini cukup mengharu-biru dan menguras emosi, meski tak cengeng, apalagi picisan. Kesetiaan Hachiko bisa dirasakan dalam flm tersebut.  Sebelumnya juga pernah difilmkan di Jepang dengan judul  "Hachikō  Monogatari" karya sutradara Seijirō  Kōyama yang mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Sebuah drama spesial tentang Hachikō pun ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama  sepanjang dua jam tersebut diberi judul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Densetsu no Akitaken Hachi  &lt;/span&gt;(Legenda Hachi si Anjing Akita).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l8zP1KWtI/AAAAAAAAD6I/to5gLJ_BzoE/s1600/hachiko_a_dog_s_story04.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l8zP1KWtI/AAAAAAAAD6I/to5gLJ_BzoE/s400/hachiko_a_dog_s_story04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456529643400747730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam kisah sebenarnya, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akita  Inu&lt;/span&gt;. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum  diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14  Januari 1924.  Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun  Ueno, Tokyo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō  Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas  Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun,  sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta  anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali  memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di  rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi  dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi  bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo  Department Store sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar  kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di  pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya  hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke  stasiun untuk menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 21  Mei 1925,  seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal  dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan  tidak mau makan selama 3 hari. Setelah majikannya meninggal,  Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo. Hachi tak tahu kalau majikannya itu sudah meninggal, ia terus menunggu dan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kesetiaan Hachikō diabadikan dalam sebuah patung perunggu yang berbentuk dirinya dan diletakkan di depan stasiun Shibuya. Patung ini akan selalu mengingatkan kita akan arti sebuah kesetiaan, Hachikō terhadap majikannya, dan Anda terhadap ....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l8ygAAv3I/AAAAAAAAD6A/Chlpyg3VMrw/s1600/Hachiko200505-4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l8ygAAv3I/AAAAAAAAD6A/Chlpyg3VMrw/s400/Hachiko200505-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456529630561353586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4204708746086211324?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4204708746086211324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/hachiko-arti-sebuah-kesetiaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4204708746086211324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4204708746086211324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/04/hachiko-arti-sebuah-kesetiaan.html' title='HACHIKO: Arti Sebuah Kesetiaan'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7l_2ML75lI/AAAAAAAAD6g/UhkU5DhrAlk/s72-c/Hachiko2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4238869911802904054</id><published>2010-03-29T17:29:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T13:57:18.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='freak - politics'/><title type='text'>GAYUS DAN JAYUS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;G&lt;/span&gt;ayus dan Jayus bukan saudara kembar, tapi mereka bisa buat lawakan yang tak pernah lucu.  Itulah kesamaan yang bisa buat mereka jadi mirip, meski bukan "Bagai pinang dibelah dua".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menurut asal-usul kata yang tak pernah jelas sumbernya, kata "jayus" berasal dari nama seorang bapak yang bernama Jayus. Anak Pak Jayus suka ngelawak, tapi nggak lucu. Teman-temannya suka ngeledekin nama bapaknya tersebut kalau dia sudah nggak lucu. Berbeda dengan sumber tak jelas tersebut, pengertian kata JAYUS menurut sebuah hadist ialah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang yang mencuri kain kafan dalam kubur&lt;/span&gt;. Sampai di sini arti kata "jayus" menjadi kabur, mana yang benar di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bahkan ada sumber lain yang menyatakan bahwa kata "jayus" berasal dari beberapa siswa SMA di Jakarta. Kata itu berasal dari nama seorang guru mereka yang bernama Pak Jayus. Beliau selalu menggunakan humor-humor yang tidak dimengerti oleh anak didiknya dalam mengajar. Setiap kali beliau melontarkan lelucon yang dianggapnya lucu, tak ada satu pun siswa yang mengerti maksudnya. Akhirnya, hal itu menjadi bahan ejekan dalam sekolah tersebut. Setiap orang yang melontarkan lelucon yang dianggap tak lucu, siswa-siswa selalu membalasnya dengan berkata 'Jayus loe' (artinya: lelucon kamu tidak lucu sama sekali seperti yang sering dikatakan Pak Jayus). Namun yang pasti kata "jayus" sudah menjadi bahasa pergaulan di kalangan anak-anak sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Demikian pula dengan Gayus, Gayus tak pernah berniat menjadi pelawak, karena dia tahu lawakannya bakalan nggak pernah lucu, daripada disebut "jayus" lebih baik tak melawak sama sekali. Namun apa mau dikata, perbuatannya menjadi lawakan tak pernah lucu akhir-akhir ini. Usianya baru 30 tahun. Tapi, dia bisa disebut sebagai salah satu pegawai negeri terkaya di Indonesia. Tabungannya Rp 25 miliar, punya rumah mewah di daerah Kelapa Gading-Jakarta, punya apartemen, bahkan katanya dia punya apartemen di Singapura juga, mobil pun selalu gonta-ganti. Padahal dia cuma pegawai negeri golongan III-A. Gayus, sehari-hari cuma menjadi penelaah keberatan pajak (banding) perorangan dan badan hukum di Kantor Pusat Direktorat Pajak, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyambi&lt;/span&gt; juga menjadi "markus" alias makelar kasus. Pekerjaan itulah yang membuat dia jadi "sakti". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gayus menjadi orang yang paling dicari saat ini, semua media menyebut nama Gayus, anehnya tak seorang pun tahu keberadaannya, termasuk keluarga dekat Gayus sendiri. Atasan dan teman-teman Gayus pun tak tahu ke mana si Gayus berada. Ini jadi lawakan yang tak pernah lucu, jadi "jayus" juga namanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4238869911802904054?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4238869911802904054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/gayus-dan-jayus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4238869911802904054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4238869911802904054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/gayus-dan-jayus.html' title='GAYUS DAN JAYUS'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-3326367759108404582</id><published>2010-03-29T12:19:00.010+07:00</published><updated>2011-10-20T18:59:03.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>AKHIRNYA NYOBAIN SATE MAK SYUKUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;S&lt;/span&gt;ate Mak Syukur sangat terkenal di Padang, demikian kabar yang beredar dari mulut ke mulut hingga mampir ke telingaku. Sate Mak Syukur berlokasi di Kota Padang Panjang, sekitar 60 kilometer utara Kota Padang. Sate Mak Syukur telah menjadi ikon bagi kota yang berada di kaki Gunung Merapi dan berhawa sejuk itu. Demikian berita yang pernah kubaca beberapa waktu lalu. Ada hasrat untuk mencoba Sate Padang Mak Syukur itu setelah membaca hampir semua berita atau informasi tentang sate tersebut, tapi kesempatan mampir ke Padang tak pernah kunjung datang. Hasrat pun tinggal hasrat meski terus menghantui lidah ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Padahal, kalau cuma mau nyobain sate padang di Jakarta ini sangatlah gampang, karena penjual sate khas Padang itu mudah ditemukan, baik di pinggir jalan atau kaki lima hingga rumah makan khas Padang lainnya. Hanya saja karena Sate Mak Syukur itu sudah menjadi ikon di Sumatera Barat dan terkenal di mana-mana, rasa penasaran untuk mencicipinya pun semakin menjadi-jadi, bagaimana rasanya ya? Demikian pertanyaan itu selalu bermain-main di kepalaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7A-K9XHfII/AAAAAAAAD5g/7yviB6NebvE/s1600/sate+mak+syukur3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7A-K9XHfII/AAAAAAAAD5g/7yviB6NebvE/s400/sate+mak+syukur3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453927506736807042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Akhirnya, Sabtu kemarin hasrat itu pun terlaksana, rasa penasaran pun tunai sudah. Pas iseng-iseng jalan ke Mall of Indonesia (MOI), aku menemukan gerai Sate Mak Syukur di sana, pas jam makan siang pula. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pucuk dicinta ulam pun tiba"&lt;/span&gt;, tanpa ragu dan sungkan, langsung pesan ke pelayan, seporsi sate padang Mak Syukur dan segelas es teh manis (meski yang keluar akhirnya es teh pahit, tak apalah, sudah terlanjur keluar, kasihan si pelayan kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dikomplain&lt;/span&gt;). Duduk manis sambil menunggu pesanan tiba, mataku pun menjelajahi setiap sudut gerai itu, sederhana, tak terlalu mewah, tapi kelihatan modern. Di atas meja tersaji aneka makanan ringan, kerupuk-kerupukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7A-Kc_nQDI/AAAAAAAAD5Y/bIK956GPDgQ/s1600/sate+mak+syukur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7A-Kc_nQDI/AAAAAAAAD5Y/bIK956GPDgQ/s400/sate+mak+syukur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453927498048290866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak lama kemudian, pesananku pun tiba.  Bagai perempuan hamil yang sedang ngidam, sate itu kulahap setelah terlebih dahulu mencicipi kuah sate tersebut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hmmm&lt;/span&gt;, benar-benar sate padang (karena beberapa sate padang yang pernah kucoba di tempat lain sudah bercampur dengan rasa Jawa dan Sunda, manis-manis tak pedas gitu). Bumbu yang meresap dalam kuah sate itu benar-benar menyatu di lidah, rasa pedas dan aroma kuah sate bercampur jadi satu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mak nyos&lt;/span&gt; kata Bang Bondan di sebuah acara kuliner di televisi. Meski harganya tak bisa dibilang murah tapi bisa buat perut ini kenyang juga, syukurlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-3326367759108404582?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/3326367759108404582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/akhirnya-nyobain-sate-mak-syukur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3326367759108404582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/3326367759108404582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/akhirnya-nyobain-sate-mak-syukur.html' title='AKHIRNYA NYOBAIN SATE MAK SYUKUR'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S7A-K9XHfII/AAAAAAAAD5g/7yviB6NebvE/s72-c/sate+mak+syukur3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-2360997109785265791</id><published>2010-03-26T09:00:00.006+07:00</published><updated>2011-10-20T13:57:54.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>FESTIVAL BALON UDARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;adi pagi saat melintas di tol Sentul - Jagorawi, ada pemandangan tak biasa di atas langit. Sejumlah balon udara melayang-layang di langit Sentul. Aku baru ingat, hari ini tanggal 26 Maret merupakan hari pertama penyelenggaraan festival balon udara di Indonesia, dan ini merupakan kali pertama festival tersebut diselenggarakan di negeri ini.  Festival Balon Udara itu diselenggarakan mulai tanggal 26-28 Maret 2010 di Sentul City, Bogor, Jawa Barat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pemandangan tak biasa di langit Sentul itu serasa membawaku dalam nuansa negara-negara Eropa, karena negara-negara di benua itu yang paling sering menyelenggarakan festival balon udara, selain USA, Jepang dan China. Sayangnya, mungkin aku tak punya kesempatan untuk naik balon udara itu. Pasalnya, tarif yang dikenakan panitia lumayan mahal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bo&lt;/span&gt;. Untuk merasakan sensasi berada di dalam balon udara yang terikat di ketinggian sekitar 100 meter dikenakan biaya Rp 100 ribu per orang. Kalau ingin terbang bersama balon udara, panitia memasang tarif Rp 5 juta per orang untuk satu jam berkeliling kawasan Sentul. Wuih, pasti orang-orang tajir yang bisa menikmati itu semua. Sebagai orang yang tak masuk golongan itu, aku cuma bisa nonton, menikmati aneka rupa bentuk balon yang melayang di udara, tapi asyik juga toh, punya pengalaman tak biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6werXZGhzI/AAAAAAAAD4g/Uc3LrTUCVFw/s1600/hot-air-balloons.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6werXZGhzI/AAAAAAAAD4g/Uc3LrTUCVFw/s400/hot-air-balloons.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452766979201337138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6weqkEMkTI/AAAAAAAAD4Y/B8X6jXYM3Vs/s1600/balloon1big.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 397px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6weqkEMkTI/AAAAAAAAD4Y/B8X6jXYM3Vs/s400/balloon1big.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452766965423444274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6wer15rxVI/AAAAAAAAD4o/ynlYd6yHwok/s1600/Hot_Air_Balloon_Ride_Over_Britain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6wer15rxVI/AAAAAAAAD4o/ynlYd6yHwok/s400/Hot_Air_Balloon_Ride_Over_Britain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452766987391059282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6wesHquFBI/AAAAAAAAD4w/dAG_ZTOfRmM/s1600/hot-air-balloons-on-ground.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6wesHquFBI/AAAAAAAAD4w/dAG_ZTOfRmM/s400/hot-air-balloons-on-ground.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452766992160134162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6wesnEqAwI/AAAAAAAAD44/2LM-ZFr5xLk/s1600/hot-air-balloon-campaign-14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6wesnEqAwI/AAAAAAAAD44/2LM-ZFr5xLk/s400/hot-air-balloon-campaign-14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452767000590418690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-2360997109785265791?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/2360997109785265791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/festival-balon-udara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2360997109785265791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/2360997109785265791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/festival-balon-udara.html' title='FESTIVAL BALON UDARA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6werXZGhzI/AAAAAAAAD4g/Uc3LrTUCVFw/s72-c/hot-air-balloons.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-4732107702850801677</id><published>2010-03-25T12:02:00.007+07:00</published><updated>2011-10-20T13:58:21.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>ADIPURA UNTUK DEPOK, MUNGKINKAH?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;D&lt;/span&gt;alam sebuah spanduk yang digantung di depan Mal Depok tertulis "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mari kita raih adipura 2010 dengan menciptakan kota Depok yang bersih, aman, tertib, dan nyaman&lt;/span&gt;". Ambisi yang patut diacungin jempol kalau berhasil, tapi menurutku seperti "Pungguk merindukan Bulan". Mengapa demikian, kok tega-teganya aku menganalogikan ambisi meraih adipura dengan peribahasa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6r83f0bVsI/AAAAAAAAD4A/p3T0cC6CjW0/s1600/depok-foto1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6r83f0bVsI/AAAAAAAAD4A/p3T0cC6CjW0/s400/depok-foto1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452448329249806018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kalimat "... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan&lt;/span&gt; ..." perlu diberi huruf tebal dan kapital. Secara riil, aku ragu dengan ambisi tersebut. Depok yang kukenal selama hampir sepuluh tahun ini tak menunjukkan sebagai kota yang nyaman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lihat saja, Jalan margonda yang merupakan urat nadi kota Depok hampir tak pernah putus dengan kemacetan, semua serba semrawut. Meski jalan raya tersebut diperlebar, tetap saja macetnya tak kunjung surut. Apa sebab? Perkembangan kota dan sarana hiburan hanya terpusatkan pada jalan tersebut, belum lagi dengan arus para komuter yang pergi dan balik dari Jakarta, makin membuat jalan Margonda macet enggak ketulungan. Yang patut diberi nilai lebih dan membuat Margonda makin exotis adalah wisata kuliner yang bertebaran di jalan itu sepanjang malam&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tiba di terminal Depok tak membuat keadaan makin tenang, selain kesemrawutan, aroma bau pesing makin menyengat tercium di hidung. Mau bukti, coba telusuri  terminal utama itu, terutama lorong-lorong tempat mangkalnya bis-bis kota.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6r9JQ4qcdI/AAAAAAAAD4I/9BTW6TOBMeA/s1600/ui.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6r9JQ4qcdI/AAAAAAAAD4I/9BTW6TOBMeA/s400/ui.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452448634478686674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Satu-satunya lingkungan yang paling nyaman di Depok menurutku cuma kawasan Universitas Indonesia dan Pesona Kahyangan, yang satu lingkungan pendidikan dan yang satu lagi perumahan elit. Cuma dua kawasan itu (semoga ada yang mau nambahin). Selebihnya, semrawut. Jadi, mampukah kota Depok meraih adipura 2010? Untuk menjawab ini, perlu ada langkah yang drastis dan tegas, serta kesadaran warga. Beranikah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-4732107702850801677?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/4732107702850801677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/adipura-untuk-depok-mungkinkah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4732107702850801677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/4732107702850801677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/adipura-untuk-depok-mungkinkah.html' title='ADIPURA UNTUK DEPOK, MUNGKINKAH?'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6r83f0bVsI/AAAAAAAAD4A/p3T0cC6CjW0/s72-c/depok-foto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1729395283805815457</id><published>2010-03-17T12:01:00.009+07:00</published><updated>2011-10-20T13:59:50.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KEGILAAN MASSA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;B&lt;/span&gt;udaya massa atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mass culture &lt;/span&gt;(cenderung) akan berubah menjadi kegilaan massa (mass insanity), begitu menurut pendapatku. Menurut Sapardi Djoko Pramono, budayawan dan sastrawan Indonesia, budaya massa sering terlihat sebagai perilaku meniru budaya asing atau barat atau juga Amerika. Jadi tak heran kalau budaya massa sering dikaitkan dengan bentuk-bentuk gaya hidup sebagai suatu pernyataan eksistensi seseorang dalam masyarakatnya. Lucien Fabre menyebut budaya massa sebagai menifestasi kehidupan emosional masyarakat pada periode tertentu atau biasa disebut sejarah mentalitas.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Secara faktual, dua teori yang dikemukakan dua pakar di atas memang benar adanya. Budaya massa yang menjajah masyarakat telah mengakar dalam alam pikiran suatu masyarakat. Bahkan masyarakat itu sudah menganggap kalau kualitas hidup mereka dapat ditentukan oleh apa yang mereka pakai atau kenakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dewasa ini, dengan dibantu oleh media massa sebagai corong promotornya, budaya massa mampu diciptakan oleh seseorang yang berpengaruh dan terkenal. Apa yang dipakai orang itu akan menjadi hal yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trendy&lt;/span&gt; dan bakal diikuti oleh orang lain sebagai pengikut atau penggemarnya, sehingga terciptalah suatu budaya massa. Apa yang dikenakan David Beckham secara massal akan diikuti oleh para penggemarnya atau orang-orang yang mencintai ketrendian, mulai dari model rambut hingga aksesories yang ia kenakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B3h_jjGCI/AAAAAAAADwI/dYMg63gNDDw/s1600-h/Beckham.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B3h_jjGCI/AAAAAAAADwI/dYMg63gNDDw/s400/Beckham.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449486974998222882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Merek (merk) juga mampu menciptakan budaya massa. Orang akan rela antri berjam-jam demi mendapatkan produk Louis Vuitton terbaru meski harganya setinggi langit. Namun demi ketrendian dan tak dianggap kolot harga tak masalah meski harus menggesek kartu kredit mereka hingga jutaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketika orang sudah tak peduli dengan kondisi diri dan perilaku mereka tersebut, budaya massa akan mudah menciptakan suatu kegilaan massa. Coba Anda lihat konser-konsernya Michael Jackson dahulu, setiap penggemarnya akan teriak-teriak histeris mengelu-ngelukan sang bintang pop. Mereka tak peduli dengan perilaku mereka, hingga membuatku menganggap mereka itu gila. Mereka teriak-teriak, menjerit-jerit seperti orang kesurupan, memanggil-memanggil si Jacko sampai pingsan-pingsan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;so weird&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Contoh kegilaan massa juga ditunjukkan pada hari Senin tanggal 15 Maret kemarin. Ratusan orang rela berdiri berbaris berjam-jam demi mendapatkan sebuah sepatu-sandal, Crocs, yang sedang diskon besar-besaran di Senayan City. Sepatu-sandal Crocs memang tengah dibanderol murah. Diskon yang ditawarkan pun sangat besar, mulai dari 15-70 persen dari harga awal yang bisa mencapai Rp 490 ribu. Bahkan sebuah hall di Senci yang terletak di lantai 8 (satu lantai dengan outlet Crocs), secara khusus disewa hanya untuk memuaskan hasrat para penggila sepatu-sandal berlogo buaya itu berbelanja. Antrian itu mengular hingga sampai lantai 5 mall itu. Demikianlah bagaimana dahsyatnya suatu budaya massa itu menciptakan suatu kegilaan massa, yang tak logis dan menyengsarakan diri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's stupid-fool act&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1bPtWIzI/AAAAAAAADvg/CApDi5Q_IF0/s1600-h/senci1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1bPtWIzI/AAAAAAAADvg/CApDi5Q_IF0/s400/senci1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449484660051944242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1bknmVbI/AAAAAAAADvo/pbj2I0WkSf4/s1600-h/senci2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1bknmVbI/AAAAAAAADvo/pbj2I0WkSf4/s400/senci2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449484665664984498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1b6EDbXI/AAAAAAAADvw/TROIlmUirS8/s1600-h/senci3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1b6EDbXI/AAAAAAAADvw/TROIlmUirS8/s400/senci3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449484671421476210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1cQLA9PI/AAAAAAAADv4/7M9iIsXbwTo/s1600-h/senci4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 244px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1cQLA9PI/AAAAAAAADv4/7M9iIsXbwTo/s400/senci4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449484677356254450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1cxcr6zI/AAAAAAAADwA/80q6HIyY4dU/s1600-h/senci5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B1cxcr6zI/AAAAAAAADwA/80q6HIyY4dU/s400/senci5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449484686288743218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber gambar: detik.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1729395283805815457?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1729395283805815457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/kegilaan-massa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1729395283805815457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1729395283805815457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/kegilaan-massa.html' title='KEGILAAN MASSA'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S6B3h_jjGCI/AAAAAAAADwI/dYMg63gNDDw/s72-c/Beckham.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-7160980889830703378</id><published>2010-03-13T11:29:00.014+07:00</published><updated>2011-10-20T14:01:31.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KETIKA ANAK TAK PUNYA PILIHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;T&lt;/span&gt;ernyata masuk SD favorit dan terbaik itu memang susah. Anak diharuskan untuk menjalani dua tahap pengujian, pertama psikotest dan kedua test akademik. Mau nggak mau anak harus siap menghadapi test-test tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Stresss emang!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S5skXy_23mI/AAAAAAAADvQ/esUFTPACmgU/s1600-h/stress-kid.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S5skXy_23mI/AAAAAAAADvQ/esUFTPACmgU/s400/stress-kid.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447988165479947874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Banyak anak yang kelihatannya belum siap, tapi mau gimana lagi, siap tak siap kumpul, kayak tugas dari Ibu/Bapak Guru. Segala bujuk rayu orang tua pun dikerahkan agar si anak mau masuk ke dalam ruang test. Orang tua dan anak pun sudah stres duluan, belum lagi mikirin biaya dan pengeluaran lain-lain. Tapi demikianlah, demi mendapatkan kualitas, orang tua rela berbuat demikian termasuk kepada anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S5sks1WBgFI/AAAAAAAADvY/phZK0V0vGxs/s1600-h/kid-and-stress.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S5sks1WBgFI/AAAAAAAADvY/phZK0V0vGxs/s400/kid-and-stress.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447988526887043154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Si anak tak punya pilihan, orang tua yang menentukan, sama seperti memilih agama, si anak tak kuasa menentukan kepercayaannya sendiri, dia harus ikut orang tua. Akhirnya, ketika dewasa, anak tak punya pilihan lain selain menjalani apa yang dipilihkan orang tuanya ketika masih kecil dulu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Demikian pula dengan sekolah, anak yang memiliki orang tua yang mampu secara finansial, akan beruntung mendapatkan sekolah yang terbaik dan favorit, meski ia harus menjalani berbagai test yang bisa buat stres tadi. Nggak masalah kalaupun tak lulus, orang tuanya bisa mendapatkan sekolah yang terbaik lainnya dengan kekuatan uang yang dimiliki. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun, bagaimana dengan anak yang berorang tua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kere&lt;/span&gt;, miskin, atau yang tak memiliki kekuatan finansial seperti itu? Sudah dipastikan akan mendapat sekolah bermutu pas-pasan. Itu pun masih untung bisa sekolah, kalau nggak, paling si anak jadi pemulung, ngamen di pinggir jalan, atau ngemis ke setiap orang, tragis memang. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;C'est La Vie&lt;/span&gt;", kata orang Perancis, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Such is Life&lt;/span&gt;", kata orang Inggris, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Itulah Hidup&lt;/span&gt;", kata orang Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai orang tua yang tak memiliki kekuatan finansial, aku cuma berharap dan berdoa agar anakku bisa mendapat kesempatan duduk di sekolah terbaik tersebut. Masalah biaya bisa dipikirkan belakangan, karena aku yakin Tuhan akan membantu umatnya jika mempunyai niat yang baik dan luhur, apalagi buat kemajuan anak-anaknya, agar kelak menjadi anak yang soleh, berguna bagi agama, negara, dan bangsanya, dan tak mengulangi nasib seperti bapaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, hiks ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-7160980889830703378?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/7160980889830703378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/ketika-anak-tak-punya-pilihan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7160980889830703378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/7160980889830703378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/ketika-anak-tak-punya-pilihan.html' title='KETIKA ANAK TAK PUNYA PILIHAN'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Qq5hABg0VOY/S5skXy_23mI/AAAAAAAADvQ/esUFTPACmgU/s72-c/stress-kid.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-1335322406193577921</id><published>2010-03-11T11:31:00.005+07:00</published><updated>2011-10-20T14:01:25.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>PENCURIAN BERKEDOK IBADAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;P&lt;/span&gt;ertama yang kupikirkan dalam otak ini adalah "kok bisa-bisanya ya orang itu beribadah tapi sekaligus nyolong barang orang lain juga". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kejadiannya Magrib kemarin, pas aku melaksanakan salat Magrib di sebuah town square di Depok. Seperti biasa, sepatu yang kukenakan tak dititipkan pada petugas penitipan, karena selama ini memang aman-aman saja. Dasar lagi apes, ketika selesai ibadah, cuma sekitar 10 menit, sepatu dah raib, celingak celinguk sana sini, meneropong setiap sudut tempat, sepatu yang lumayan bau itu kok nggak ketemu juga ya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yo wislah&lt;/span&gt;, berarti dah raib dicolong orang, dengan wajah tenang dan ikhlas (meski gondoknya minta ampun), aku nyamperin petugas penitipan. "Mas, pinjam sandalnya ya, sepatuku abis dicolong orang, padahal gak bagus-bagus amat, bau lagi, kasian tuh yang nyolong.", kataku pada petugas itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dengan penuh simpati petugas itu langsung mengabulkan pintaku. Sandal pinjaman itu lumayan bagus juga, bisalah buat jalan-jalan ke pusat perbelanjaan itu, tapi judulnya ya tetep minjem, dan wajib dikembalikan. Syukurlah, selain orang jahat, ternyata Tuhan masih menyisakan orang yang baik-baik. Nggak kebayangkan kalau dunia ini penuh dengan orang-orang jahat, apalagi dipenuhi oleh para pencolong, meski amatiran, tapi tetep aja merugikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hikmah apa yang bisa didapat dari kejadian itu? Bagiku, barang yang hilang masih bisa diganti, apalagi sepatu yang harganya tak seberapa, belinya pas SALE lagi, jadi murah, semurah-murahnya. Cuma aku jadi kasian juga sama tu pencolong. Kalau buat dia pakai sendiri sih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;it's okay&lt;/span&gt;, nggak masalah, tapi kalau buat dijual lagi ke pasar gelap eh pasar loak, lakunya paling banter cuma 10-ribu, kasian kan. Coba dia minta baik-baik padaku, "Mas, boleh minta uangnya nggak, lagi bokek nih, daripada saya nyolong sepatu Mas." Kalo itu yang dia lakukan, pasti aku kasi. Paling nggak, aku bisa menghargai kejujurannya. Tapi, ya nggak mungkin juga dia mau jujur seperti itu, emang Mr. Bean, lugu-lugu tapi jujur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi ya sudahlah, barang dah hilang, aku cuma bisa berdoa pada Tuhan, "Ya Tuhan, berikanlah rezeki yang berlimpah pada sang pencolong, agar dia tidak mengulangi perbuatannya pada orang lain setelah aku. Mudahkanlah rezekinya seperti Kamu memudahkan rezeki para koruptor dan pencolong uang rakyat, agar dia bisa hidup makmur seperti mereka juga. Amiin."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5096597535920450373-1335322406193577921?l=abdi-husairi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/feeds/1335322406193577921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/pencurian-berkedok-ibadah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1335322406193577921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5096597535920450373/posts/default/1335322406193577921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdi-husairi.blogspot.com/2010/03/pencurian-berkedok-ibadah.html' title='PENCURIAN BERKEDOK IBADAH'/><author><name>Abdinst</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00745254876792176619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://bp3.blogger.com/_Qq5hABg0VOY/R4yQORUcZBI/AAAAAAAAAAM/pFsxK5zMd6U/S220/hanukara.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5096597535920450373.post-8829446937548079821</id><published>2010-03-08T12:07:00.010+07:00</published><updated>2011-10-20T14:06:35.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='notes'/><title type='text'>KEMBALI KE SELERA JADUL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="dropcaps"&gt;A&lt;/span&gt;khir-akhir ini aku bosan dengerin musik digital. Semuanya gampang diperoleh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;searching&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Google&lt;/span&gt; lagu apa yang diinginkan, ketemu, kemudian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unduh&lt;/span&gt; (download), langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy &lt;/span&gt;ke HP, IPod atau ke CD. Demikian mudahnya jaman sekarang, apa yang kita butuhkan bisa begitu gampang ditemukan. Kerinduan dengerin kaset jadul (Jaman Dulu) mulai terbit kembali, bahkan koleksi-koleksi jaman ABG dulu mulai dibongkar-bongkar, lumayan hasilnya, beberapa koleksi masih ada, meski sudah tak lengkap, bahkan ada yang rusak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kaset di jaman digital ini sudah menjadi barang antik. Generasi muda sekarang hampir tak lagi melirik perekam data manual itu. Jangankan kaset, CD yang tergolong mutakhir saja, sudah hampir tak dilirik. Banyak dari kita yang lebih suka mengunduh musik di dunia maya, daripada harus keluar kocek untuk beli kaset atau CD. Jadi tak heran juga, banyak penyanyi-penyanyi sekarang yang jual album atau lagunya secara digital di internet atau menjualnya lewat nada sambung pribadi (NSP) di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hape&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100
